Pages

Friday, November 17, 2017

perkembangan moral dan prososial



A.    Perkembangan Moral Dan Prososial
Keyakian siswa mengenai prilaku bermoral dan tidak bermoral yaitu keyakinan mengenai yang mana yang benar dan maa yang salah memengaruhi priaku mereka di sekolah. Sebagai contoh siswa yang menghormati keselamatan dan hak milik orang lain, mereka cenderung tidak terlihat dalam aksi agresi, vandalisme, dan pencurian.
Sebagai guru kita memainkan peranan penting dalam pengembangan moral dan proposional  para siswa. Guru mendorong sikap mempertimbangkan perspektif orang lain dan mengarahkan para siswanya untuk bertindak secara prososial terhadap si pendatang baru.
1.      Tren perkembangan sosial dan prilaku prososial
a.       Sejak usia dini, anak mulai menggunakan standard-standard internal untuk mengevaluasi prilaku.
b.      Anak- anak semakin mampu membedakan antara pelanggaran moral dan pelanggaran konvensional.
c.       Seiring berlalunya tahun- tahun sekolah, anak- anak semakin mampu memberikan respon emosional terhadap kesusahan dan penderitaan orang lain.
d.      Seiring bertambahnya usia, penalaran mengenai isu- isu moral menjadi semakin berbentuk absrak dan fleksibel.
e.       Seiring bertambahnya usia, anak- anak berprilaku semakin selaras dengan standar- standar moral pilhan mereka sendiri.
2.      Faktor yang memengaruhi perkembangan moral
a.       Perkembangan kogntif umum
Penalaran yang dalam mengenai hukum moral dan nilai- nilai luhurseperti kesetaraan, keadilan, hak asasi manusia memerlukan refleksi yang mendalam mengenai hal- hal abstrak. Dengan demikian dalam batas- batas tertentu perkembangan moral bergantung pada perkembangan kognitif.
b.      Penggunaan ratio dan rationale
Anak- anak akan cenderung memperoleh mamfaat dalam perkembangan moral ketika mereka memikirkan kerugian fisik dan emosional yang ditimbulkan prilaku- prilaku tertentu terhadap orang lain.
c.       Isu dan dilema moral
Anak- anak berkembang secara moral ketika mereka menghadapi suatu dilema moral yang tidak ditangani secara memadai dengan meenggunakan tingkat penalaran moralnya saat itu.
d.      Perasaan diri
Anak- anak cenderung terlibat dalam prilaku moral ketika mereka berpikir bahwa mwereka sesunguhnya mampu menolong orang lain. Dengan kata lain ketika mereka memiliki efikasi diri yang tinggi mengenai kemampuan mereka membuat suatu perbedaan.
3.      Mendorong prilaku dan perkembangan moral di dalam kelas.
Beberapa individu yang beritikad baik menyatakan bahwa masyarakat sedang mengalami kemerosotan moral yang drastis dan mendesak orang tua dan para pedidik utuk menanamkan nilai- nilai moral yang baik melalui pembelajaran di sekolah dan di rumah, serta melalaui kontrol yang tegas terhadap prilaku anak- anak. Berikut adalah beberapa saran umum berdasarkan hasil- hasil penelitian:
a.       Jelaskan mengapa beberapa perilaku tidak dapat diterima. Mesipun pemberian hukuman terhadap prilaku tidak bermoral dan anti sosial itu penting, namun hukuman seringkali malah membuat anak berfokus pada rasa sakit dan kesusahan yang dialami oleh anak tersebut. Kita bisa menjelaskan kepada siswa bagaimana prilaku tertentu melukai orang lain baik secara fisik maupun secara psikologis.
b.      Doronglah sikap selal mempertimbamgkan persfektif orang lain, empati , dan prilaku prososial. Dalam kegiatan belajar mengajar dimanapun, banyak menawarkan kesempatan untuk mengembangkan pertimbangan persfektif orang lain, empati dan perilaku prososial. Contoh : dalam diskusi mengenai peristiwa terkini( perang, bencana, dll) kita dapat memperlihatkan lepada siswa bahwa kebutuhan- kebutuhan orang lain jauh lebih besar daaripada kebutuhan mereka sendiri.
c.       Perlihatkan kepada siswa berbagi contoh kehidupan bermoral. Anak- anak cenderung berprilaku moral apabila melihat orang lain beprilaku moral.
d.      Libatkan siswa dalam diskusi mengenai isu moral yang berhubungan dengan materi pokok akademis.
e.       Ajaklah siswa untuk aktif dalam pelaanan masyarakat. Siswa cenderung setia dan taat terhadap prinsip- prinsip moral yang kuat ketika mereka memiliki efikasi diri yang kuat untuk menolong orang lain dan ketika mereka telah mengintegrasikan suatu komitmen terhadap ideal- ideal moral kedalam perasaan identitasnya secara keseluruhan.
B.     Keberagaman dalam perkembangan pribadi dan sosial
1.      Perbedaan budaya dan etnik
Salah satu karasteristik yang biasa muncul dari perbedaan kelompok budaya adalah perasaan diri. Sejumlah budaya mendorong anak untuk bangga atas pencapaian keluarga atau akelompok sosial mereka, alih- alih atas pencapaian pribadinya. Keterampilan  interpersonal antara suatu budaya dan budaya lainnya bervariasi.
2.      Perbedaan jender
Anak laki- laki memiliki persepsi diri yang lebih positif dibandingkan anak perempuan, terutama pada masa remaja. Remaja laki- laki juga memiliki persfektif yang lebih poditif mengenai daya tarik fisik dibanding remaja perempuan.
Perbedaan jender juga diamati dalam prilaku nterpersonal. Anak laki- laki cenderung bergaul da,am kelompok besar sedngkan anak perempuan cenderung menyukai kelompok kecil yang lebih intim.
3.      Perbedaan sosioekonomi
anak- anak remaja tumbuh dengan berbagai macam latarbelakang tumbuh dengan menghadapi tantangan- tantangan. Mungkin mereka harus menghadapi penyakit yang parah, tinggal bersama orang tua tunggal atau menghadapi konflik orang tua tunggal. Secara khusus, anak yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah seringkali mengalami tantagan berat tersebut ketimbang temannya yang lebih sejahtera. Anak yang berasal dari keluarg yang berpenghasilan rendah juga biasanya memiliki konsep diri yang positif, hubungan interpersonal yang baik, dan stsndar moral yang kuat.
4.      Mengakomodasi siswa- siswa berkebutun khusus
Beberapa siswa memliki kebuatuhan pendidikan khusus sesui dengan perkembangan pribadi dan sosial mereka. Banyak siswa dengan ketidakmampuan kognitif,sosial ataupun fisik memiliki self esteem yang lebih rendah dibandingkan teman- teman sekelas mereka. Siswa dengan keterbatasan mental umumnya memiliki pemahaman yang sangat terbatas mengenai cara berprilaku yang tepat dalam situasi sosial.

No comments:

Post a Comment