Pages

Saturday, November 11, 2017

perkembangan linguistik



A.    Perkembangan linguistik
Bahasa adalah suatu bentuk komunikasi baik lisan, tulisan, maupu isyarat yang didasarkan pada sistem simbol. Bahasa terdiri atas kata- kata yang digunakan oleh masyarakat dan aturan- aturan untuk menvariasikan dan mengombinasikan kata- kata tersebut.
Ketika kita mengatakan “aturan” maksudnya adalah bahwa bahasa itu teratur dan bahwa aturan tersebut mendeskripsikan cara kerja bahasa. Bahasa memiliki lima sistem aturan yaitu
1.      Fonologi yaitu sistem bunyi dalam sebuah bahasa, termasuk bunyi yang digunakan dan bagimana byi tersebut dapat dikombinasikan.
2.      Morfologi merujuk pada makna yng terlibat dalam pmbentukan kata. Mofem adalah satuan minimal dari makna, morfem adalah sebuah kata atau bagian dari sebuah kata yang tidak dapat dipecah menjadi bagian yang lebih kecil yang mempunyai makna.
3.      Sintaksis melibatkan cara mengombinasikan kata- kata dalam menyusun frase dan kalimat yang dapat diterima.
4.      Semantik merujuk pada makna kata dan kalimat. Setiap kata mempunyai seperangkat ciri- ciri semantik atau atribut- atribut yang dibutuhkan terkait dengan makna. Kata- kata mempunyai batasan- batasan semantik mengenai bagaimana mereka digunakan dalam kalimat “ sepeda itu menyuruh anak laki- laki itu untuk membel permen”. Secara sntaksis benar tetapi secar sematik keliru. Kalimat tersebut melanggar pengetahuan semantik kita bahwa sepeda tidak dapat berbicara.
5.      Pragmatik yaitu penggunaan bahasa yang tepat dalam konteks yang berbeda. Pragmatik mencakup banyak wilayah.pragmatik tidak hanya mencakup peraturan- peraturan mengenai etiket, bergantian berbicara dalam suatu percakapan berpamitan ketika hendak pergi dsb. Akan tetapi juga mencakup strategi mengawali dan mengakhiri percakapan, mengubah subyek pembicaraan, menceritakan kisah dan berdebat secara efektif.
Pengaruh lingkungan dan hereditas
Tak diragukan lagi bahwa lingkungan memainkan peranan pentin dalam perkembangan linguistik. Anak dapat mempelajari bahasa sebuah bahasa hanya bila orang- orang disekitarnya menggunakan bahasa terseut secara rutin dalam percakapan sehari- hari.
            Selain lingkungan, hereditas dalam batasan- batasan tertentu juga terlibat dalam perkembangan linguistik. Manusia memiliki kemampuan menguasai bahasa yang jauh lebih kompleks dibanding spesies manapun di planet ini.
            Bukti yang mendukung memungkinkan peran hereditas dalam perkembangan linguistik  bahasa adalah adanya periode- periode sensitif yaitu suatu priode di masa anak mendapat mamfaat terbesar dari perkenalan bahasa pertama mereka. Sebaga contoh, anak menguasai berbagai tenses kata kerja yang lebih mudah dan mempelajari cara melafalkan kata- kata selama lima hingga sepuluh tahun pertama kehidupan.
Tren dalam perkembangan linguistik
            Mayoritas anak- anak secara konsisten terbenam dalam lingkungan yang kaya bahasa. Dalam kasus semacam itu, anak mulai mengucapkan kata- kata yang dapat dikenali sekitar usia 1 tahun. Selanjutnya, anak mulai menggabungkan kata- kata tersebut pada sekitar 2 tahun. Selama priode taman kanak- kanak mereka mulai mampu menyusun kalimat yang panjang dan kompleks. Saat mereka memasuki usia sekolah (5-6 tahun) mereka menggunakan bahasa yang telah menyerupai bahasa orang dewasa. Kemampuan bahasa berkembang dan menjadi matang pada maa kanak- kanak dan remaja.

B.     Keberagaman dalam perkembangan kognitif dan linguistik
Sekalipun urutan perkembangan kognitif dan linguistik dapat diprediksikan, waktu pemunculan tersebut tidaklah sama bagi tiap- tiap anak. Artinya kemungkinan besar kita akan menjumpai keberagaman yang cukup besar dalam segala keompok usia. Sebagai contoh berdasarkan teori piaget, kita akan melihat tanda- tanda pemikiran praoperasional sekaligus pemikiranoperasional kongkret pada anak- anak SD, dan bukti pemikiran operasional kongkret sekaligus operasional formal pada siswa SMP dan SMA.
Berdasarkan persfektif teori Vygotsky, zona perkembangan proksimal tiap anak berbeda- beda. Suatu tugas yang dapat dikerjakan dengan mudah oleh siswa bisa jadi sangat sulit bagi siswa lain. Kita bisa juga menemukan keberagaman dalam kemampuan berbahasa siswa misalnya perbedaan jumlah kosakata.
Dalam tulisan awalnya, Piaget menyatakan bahwa tahap- tahap perkemangan bersifat universal, artiny dialami anak di seluruh dunia. Meski demikian, penelitian membuktikan bahwa arah perkembangan kognitif berbeda di tiap- tiap budaya.
Kebudayaan- kebudayaan yang berbeda juga mewariskan perangkat- perangkat kognitif yang berbeda. Sebagai contoh, anak- anak cenderung menguasai keterampilan membaca peta jika peta menjadi peta menjadi bagian penting dalam kehidupan komunitas atau keluarga mereka. Di sisi lain, anak- anak cenderung lebih peka terhadap waktu jika aktivitas- aktivitas kultural mereka diatur secara ketat oleh jam dan kalender.
Perbedaan- perbedaan kultural juga memiliki pengaruh terhadap keragaman perkembangan bahasa, bahkan pada anak- anak yang dibesarkan dalam linkup bahasa nasional yang sama. Beberapa anak berbicara menggunakan dialek yaitu suatu bentuk bahasa yang berbeda dari karakter bahasa yang baku, yang digunakan secara terbatas di kelompok etnik atau lingkungan geografi tertentu. Anak- anak muda juga cenderung mempelajari mempelajari beragam aturan sosial mengenai interaksi dan dialog dari keluarga dan kelompok etniknya.
Terkadang, suatu kebudayaan atau kelompok etnik secara spesifik melestarikan aspek- aspek tertentu perkembangan bahasa. Sebagai contoh, banyak warga komunitas Afrika-Amerika yang tinggal di pemukiman- pemukimankumuh menggunakanbahasa kiasan dalam percakapan dan bahasa sehari- hari.

No comments:

Post a Comment