A.
Perkembangan linguistik
Bahasa
adalah suatu bentuk komunikasi baik lisan, tulisan, maupu isyarat yang
didasarkan pada sistem simbol. Bahasa terdiri atas kata- kata yang digunakan oleh
masyarakat dan aturan- aturan untuk menvariasikan dan mengombinasikan kata-
kata tersebut.
Ketika
kita mengatakan “aturan” maksudnya adalah bahwa bahasa itu teratur dan bahwa
aturan tersebut mendeskripsikan cara kerja bahasa. Bahasa memiliki lima sistem
aturan yaitu
1.
Fonologi
yaitu sistem bunyi dalam sebuah bahasa, termasuk bunyi yang digunakan dan
bagimana byi tersebut dapat dikombinasikan.
2.
Morfologi
merujuk pada makna yng terlibat dalam pmbentukan kata. Mofem adalah satuan
minimal dari makna, morfem adalah sebuah kata atau bagian dari sebuah kata yang
tidak dapat dipecah menjadi bagian yang lebih kecil yang mempunyai makna.
3.
Sintaksis
melibatkan cara mengombinasikan kata- kata dalam menyusun frase dan kalimat
yang dapat diterima.
4.
Semantik
merujuk pada makna kata dan kalimat. Setiap kata mempunyai seperangkat ciri-
ciri semantik atau atribut- atribut yang dibutuhkan terkait dengan makna. Kata-
kata mempunyai batasan- batasan semantik mengenai bagaimana mereka digunakan
dalam kalimat “ sepeda itu menyuruh anak laki- laki itu untuk membel permen”.
Secara sntaksis benar tetapi secar sematik keliru. Kalimat tersebut melanggar
pengetahuan semantik kita bahwa sepeda tidak dapat berbicara.
5.
Pragmatik
yaitu penggunaan bahasa yang tepat dalam konteks yang berbeda. Pragmatik
mencakup banyak wilayah.pragmatik tidak hanya mencakup peraturan- peraturan
mengenai etiket, bergantian berbicara dalam suatu percakapan berpamitan ketika
hendak pergi dsb. Akan tetapi juga mencakup strategi mengawali dan mengakhiri
percakapan, mengubah subyek pembicaraan, menceritakan kisah dan berdebat secara
efektif.
Pengaruh lingkungan dan hereditas
Tak
diragukan lagi bahwa lingkungan memainkan peranan pentin dalam perkembangan
linguistik. Anak dapat mempelajari bahasa sebuah bahasa hanya bila orang- orang
disekitarnya menggunakan bahasa terseut secara rutin dalam percakapan sehari-
hari.
Selain lingkungan,
hereditas dalam batasan- batasan tertentu juga terlibat dalam perkembangan
linguistik. Manusia memiliki kemampuan menguasai bahasa yang jauh lebih
kompleks dibanding spesies manapun di planet ini.
Bukti yang mendukung memungkinkan peran hereditas dalam perkembangan
linguistik bahasa adalah adanya periode-
periode sensitif yaitu suatu priode di masa anak mendapat mamfaat terbesar dari
perkenalan bahasa pertama mereka. Sebaga contoh, anak menguasai berbagai tenses
kata kerja yang lebih mudah dan mempelajari cara melafalkan kata- kata selama
lima hingga sepuluh tahun pertama kehidupan.
Tren
dalam perkembangan linguistik
Mayoritas anak- anak secara konsisten terbenam dalam
lingkungan yang kaya bahasa. Dalam kasus semacam itu, anak mulai mengucapkan
kata- kata yang dapat dikenali sekitar usia 1 tahun. Selanjutnya, anak mulai
menggabungkan kata- kata tersebut pada sekitar 2 tahun. Selama priode taman
kanak- kanak mereka mulai mampu menyusun kalimat yang panjang dan kompleks.
Saat mereka memasuki usia sekolah (5-6 tahun) mereka menggunakan bahasa yang
telah menyerupai bahasa orang dewasa. Kemampuan bahasa berkembang dan menjadi
matang pada maa kanak- kanak dan remaja.
B. Keberagaman
dalam perkembangan kognitif dan linguistik
Sekalipun
urutan perkembangan kognitif dan linguistik dapat diprediksikan, waktu
pemunculan tersebut tidaklah sama bagi tiap- tiap anak. Artinya kemungkinan
besar kita akan menjumpai keberagaman yang cukup besar dalam segala keompok
usia. Sebagai contoh berdasarkan teori piaget, kita akan melihat tanda- tanda
pemikiran praoperasional sekaligus pemikiranoperasional kongkret pada anak-
anak SD, dan bukti pemikiran operasional kongkret sekaligus operasional formal
pada siswa SMP dan SMA.
Berdasarkan
persfektif teori Vygotsky, zona perkembangan proksimal tiap anak berbeda- beda.
Suatu tugas yang dapat dikerjakan dengan mudah oleh siswa bisa jadi sangat
sulit bagi siswa lain. Kita bisa juga menemukan keberagaman dalam kemampuan
berbahasa siswa misalnya perbedaan jumlah kosakata.
Dalam
tulisan awalnya, Piaget menyatakan bahwa tahap- tahap perkemangan bersifat
universal, artiny dialami anak di seluruh dunia. Meski demikian, penelitian
membuktikan bahwa arah perkembangan kognitif berbeda di tiap- tiap budaya.
Kebudayaan-
kebudayaan yang berbeda juga mewariskan perangkat- perangkat kognitif yang
berbeda. Sebagai contoh, anak- anak cenderung menguasai keterampilan membaca
peta jika peta menjadi peta menjadi bagian penting dalam kehidupan komunitas
atau keluarga mereka. Di sisi lain, anak- anak cenderung lebih peka terhadap
waktu jika aktivitas- aktivitas kultural mereka diatur secara ketat oleh jam
dan kalender.
Perbedaan-
perbedaan kultural juga memiliki pengaruh terhadap keragaman perkembangan
bahasa, bahkan pada anak- anak yang dibesarkan dalam linkup bahasa nasional
yang sama. Beberapa anak berbicara menggunakan dialek yaitu suatu bentuk bahasa
yang berbeda dari karakter bahasa yang baku, yang digunakan secara terbatas di
kelompok etnik atau lingkungan geografi tertentu. Anak- anak muda juga
cenderung mempelajari mempelajari beragam aturan sosial mengenai interaksi dan
dialog dari keluarga dan kelompok etniknya.
Terkadang,
suatu kebudayaan atau kelompok etnik secara spesifik melestarikan aspek- aspek
tertentu perkembangan bahasa. Sebagai contoh, banyak warga komunitas
Afrika-Amerika yang tinggal di pemukiman- pemukimankumuh menggunakanbahasa
kiasan dalam percakapan dan bahasa sehari- hari.
No comments:
Post a Comment