Pages

Thursday, November 9, 2017

perkembangan kognitif



A.     Prinsip dasar perkembangan manusia
Berikut adalah sejumlah prinsip umum yang tampaknya berlaku untuk berlaku untuk setiap ranah perkembangan:
1.      Urutan perkembangan sedikit banyak dapat diramalkan. Perkembangan manusia seringkali dicirikan oleh tonggak perkembangan prilaku- prilaku baru yang semakin kompleks seiring meningkatnya tahap perkembangan yang muncul dalam urutan yang dapat diramalkan.
2.      Anak berkembang dalam kecepatan yang berbeda. Banyak penelitian deskriktif yang memberiakan imformasi mengenai rata- rata usia anak- anak mencapai berbagai tonggak perkembangan, namun beberapa anak mencapainya lebih dini  dan beberapa anak mencapainya lebih lambat.
3.      Perkembangan itu terkadang terjadi dengan cepat. Terkadang juga lambat. Perkembangan tidak terjadi dalam kecepatan yang konstan. Suatu pertumuhan yag relatif cepat kadang diselingi oleh pertumbuhan yang relatif lambat.
4.      Faktor hereditas ( keturunan) dalam batas- batas tertentu,memengarui perkembangan. Hampir semua aspek perkembangan seseorang anak dipengaruhi secara langsung ataupun tidak langsung oleh susunan genesis anak yang bersangkutan.
5.      Faktor lingkungan juga memberikan kontribusi yang penting terhadap prkebangan sepanjang waktu. Kondisi- kondisi lingkungan bahkan dapat mempengaruhi karasteristik yang sebahagian besar dikendalikan oleh faktor hereditas.
6.      Hereditas dan keluarga saling berinteraksi membentuk prilaku individu.
B.     Peran otak dalm pembelajaran dan perkembangan
Otak manusia adalah sebuah organ yang sangat rumit, yang setidaknya seratus miyar sel syaraf. Sel syaraf ini disebut neuron berukuran sangat kecil dan berhubungan satu sama lain.
Berikut adalah empat poin penting pembeljaran dan perkembangan kognitif:
1.      Sebagian besar pembeljaran kemungkinan melibatkan perubahan- perubahan di neuron dan sinapsis.
2.      Perubahan perubahan perkembangan yang terjadi di otak memungkinkan terjadinya proses berpikir yang semakin kompleks dan efisien.
3.      Banyak bagian otak yang bekerja secara harmonis untuk memudahkan terjadinya proses berpikir dan berprilaku yang rumit.
4.      Otak tetap mampu beradaptasi seumur hidup manusia.
C.     Teori Piaget tentang perkembangan kognitif
1.      Asumsi dasar teori Piaget
a.       Anak- anak adalah pembelajar yang aktif dan termotivasi. Piaget meyakini bahwa anak- anak secara alami memiliki ketrtarikan terhadap dunia dan secara aktif mencari informasi yang dapat membantu mereka memahami dunia.
b.      Anak- anak mengontruksikan pengetahuan mereka berdasarkan pengalaman. Anak- anak tidak hanya mengumpulkan hal- hal yang mereka pelajari menjadi suatu koleksi fakta- fakta yang terisolasi. Mereka menggabungkan pengalaman menjadi suatu pandangan terinstegrasi mengeanai cara kerja dunia di seitar mereka.
c.       Anak- anak belajar melalui 2 proses yang saling melengkapi yaitu asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah proses merespon suatu peristiwa baru secara konsisten dengan rancangan yang telah dimiliki. Akomodasi adalah proses respon suatu peristiwa baru dengan memodifikasi suatu rancangan yang telah ada atau  dengan membentuk suatu rancangan baru.
d.      Interaksi anak dengan lingkungan fisik dan sosial adalah faktor yang sangat penting bagi perkembangan kognitif.
e.       Proses ekulibrasi mendorong kemajuan ke arah kemampan berpkir yang lebih kompleks.
f.       Sebagai salah satu akibat dari perubahan kematangan otak, anak- anak berpikir dengan cara- cara yang secara kualitatif berbeda dengan usia berbeda.
2.      Tahap tahap perkembngan kognitif piaget
a.       Tahap sensorimotor ( kelahiran sampai usia 2 tahun), pada tahap ini bayi membangun pemahaman tentang dunia dengan mengordinasikan pengalaman  sensori ( seperti melihat dan mendengar) dengan tindakan motorik mereka ( menjangkau, menyentuh )
b.      Tahap praoperational ( 2-7 tahun ) pada tahap ini keterampilan berbahasa seorang anak akan berkembang secara pesat dan penguasaan kosa kata yang meningkat memungkinkan mereka mengekperesikan dan memikirkan berbagai objek dan peristiwa.
c.       Tahap operasinal kongkret ( 7-11 tahun ), pemikiran operasional kongkret libatkan penggunaan konsep operasi. Pemikiran yang logis menggantikan pemikiran yang intuitif, tidak hanya pada situasi yang kongkret. Terdapat keterampilan mengklasifikasikan, tetapi persoalan yang abstrak tetap tidak terselesaikan.
d.      Tahap operasional formal ( 12 tahun – dewasa ), pada tahap ini kemampuan matematika para siswa cenderung membaik pada saat pemikiran operasional formal mulai berkembang. Soal- soal abstrakseperti soal kalimat matematika, menjadi lebih mudah dipecahkan. Selain itu siswa juga seharusnya mampu memahami konsep- konsep seperti bilangan negatif, pi, dan ketidakterhinggan.
D.     Teori Vigotsky tentang perkembangan kognitif
1.      Asumsi dasar teori vigotsky
a.       Melalui peracakapan informal dan sekolah formal, oang- orang dewasa menyampaikan kepada, anak bagaimana kebudayaaan mereka menafsirkan dunia.
b.      Setiap kebudayaan menanamkan perangkat- perangkat fisik dan kognitif yang menjadikan kehidupan sehari- hari semakin produktif dan efisien.
c.       Pikiran dan bahasa menjadi semakin nterdefenden dalam tahun- tahun pertama kehidupan.
d.      Proses- proses mental yan kompleks bermula sebagai aktivitas- aktivitas sosial seiring perkembangan, anak- anak secara berangsur- ansur menginternalisasikan proses- proses yang mereka gunakan dalam konteks- konteks sosial dan mulai meggunakannya secara independen.
e.       Anak dapat mengejakan tugas- tugas yang menantang bila dibimbing oleh seorang yang lebih kompoten dan lebih maju daripada mereka.
f.       Tugas- tugas yang menantang akan mendorong pertumbuhan kognitif yang maksimum.
g.       Permainan memungkinkan anak berkembang secara kognitif.

No comments:

Post a Comment