Pages

Saturday, November 25, 2017

Perbedaan individual dan kebutuhan memperoleh pendidikan khusus



A.    Menempatkan perbedaan individu pada persfektif yang sebenarnya
Perbedaan individu biasanya merupakan hasil interaksi antara pengaruh keturunan dan pengaruh lingkungan secara bersamaan, yang akhirnya menghasilkan manusia yang unik. Keturunan memberikan cetak biru yang mengarahkan perkembangan fisik dan neurologis, menentukan berbagai kadar hormon, dan sebagainya, dan cetak biru ini mengarahkan anak pada kemampuan dan prilaku tertentu yang unik dan berbeda.
B.     Intelegensi
Sebagian ahli mendefinisikan istilah intelegensi secara beragam, antara lain sebagai berikut:
a)      Bersifat adiktif, artinya dapat digunakan secara fleksibel unuk merespon berbagai situasi dan masalah yang dihadapi.
b)      Berkaitan dengan kemampuan belajar, orang yang intelegen di bidang tertentu dapat mempelajari informasi dan prilaku baru dalam bidang tersebut lebih cepat dan lebih mudah dibanding orang yang kurang intelegent.
c)      Istilah intelegensi juga merujuk pada penggunaan pengetahuan yang sebenarnya telah dimiliki untuk mengaalisis dan memahami situasi baru secara efektif.
d)     Istilah intelegensi melibatkan interaksi dan koordinasi yang kompleks dari berbagai proses mental.
e)      Istilah intelegensi terkait dengan budaya tertentu. Prilaku yang dianggap intelegent dalam suatu budaya tertentu tidak dianggap intelegent di budaya lain.
1.      Persfektif teoritis tentang intelegensi
Konsep g menurut spearman. Pada tahun 1990 spearman berpendapat bahwa intelegensi terdiri dari (a) kemampuan bernalaryang sifatnya ilmiah dan tunggal, (b) sejumlah   kemampuan khusus yang digunakan untuk menyelesaikan tugas spesifik.
Fluid and cristalized intelegences menurut cattel, Raymond Cattel (1963-1987) menemukan bukti untuk dua komponen yang berbeda dari intelegensi umum. Pertama, anak- anak berbeda dalam hal fluid intelegence yaitu kemampuan emperoleh pengetahuan secara cepat dan beradaptasi dengan situasi baru secara efektif. Kedua, anak-anak berbeda dalam hal crystallized intelegence, yaitu pengetahuan dan keterampilan yang terakumulasi dari berbagai pengalaman, sekolah, dan budaya.
Intelegence majemuk menurut gandner, yang meyatakan bahwa oarang memiliki kemampuan yang berbeda- beda, atau yang disebut intelegence majemuk, yang relatif independen antara satu sama lain.
Tratchid theori menurut Sternberg, menyatakan bahwa orang dapat lebih atau kurang dalam 3 bidang yang berbeda. Pertama intelegence analitis yaitu kemampuan memahami, membedakan, menganalisis dan mengevaluasi jenis informasi dan persoalan. Intelegensi kreatif,melibatkan imajinasi, penemuan, gagasan dalam konteks situasi baru. Intelegensi praktis, yaitu melibatkan kemampuan penerapan pengetahuan dan keterampilan secara efektif untuk mengelola dan merespon berbagai persoalan hidup.
2.      Mengukur intelegensi
Tes intelegensi adalah suatu gambaran umum mengenai fungsi kognitif saat ini, serigkali digunakan untuk memprediksikan prestasi akademik dalam jangka pendek. Skor IQ adalah skor dalam tes intelegensi yang dihitung dengan menggunakan rumus yang melibatkan pembagian.
Namun demikian ada 3 hal yang perlu di[erhatikan mengenai hubungan tes integensi dan prestasi sekolah.
·         Intelegensi tidak niscaya memengaruhi prestasi melainkan sekedar hanya berkorelasi.
·         Hubungan antara tes intelegensi dan prestasi sekolah tidaklah sempurna terdapat banyak pengecualian.
·         Skor IQ bisa berubah.
3.      Cerdas menyikapi tes intelegensi dan IQ
Cara terbaik memelihara perkembangan intelektual siswa dan bagaiman kita dapatmemberikan tafsitran mengenai performa mereka dalam tes intelegensi. Berikut beberapa rekomendasi:
·         Sediakan lingkungan yang dapat mendukung perkembangan intelegensi dan prilaku intelegen
·         Anggaplah tes intelegensi sebagai suatu bentuk pengukuran yang berguna namun tidak sempurna.
·         Gunakan pengkuran yang lebih terfokus ketika anda ingin menilai kemampuan ispesifik.
·         Carilah prilaku- prilaku yang lebih memperlibatkan talenta yang luar biasa dalam konteks budaya siswa.
·         Ingatlah bahwa terdapat banyak faktor yang juga mempengaruhi prestasi siswa di kelas.
C.     Gaya kognitif dan disposisi
Gaya kognitif yaitu cara khas yang digunakan seorang pelajar untuk memikirkan suatu tugas dan memproses informasi baru, biasanya berlangsung secara otomatis. Disposisi yaitu kecendrungan dan keinginan umum untuk mendekati dan memikirkan suatu tugas dan informasi baru dalam cara teratur, seringkali mencerminkan pengambilan keputusan oleh suatu pelajar.
D.    Mendidik siswa berkebutuhan khusus disekolah umum
Pada tahun 1975 kongres U.S mengesahkan publik law yang sekarang dikenal Individuals With Disabilities Education Act ( IDEA). IDEA menjamin beberapa hak bagi siswa yang mengalami hambatan yaitu:
·         Bebas memperoleh pendidikan yang sesuai.
·         Menjalani evaluasi yang fair dan tidak diskrimnatif
·         Memperoleh pendidikan daam suasan yang tidak mengekang.
·         Memperhatikan kekhususan setiap individu program pendidikan.
·         Menghargai hak asasi individu
E.     Siswa yang megalami hambatan kognitif atau akademik yang spesifik
1.      Kesulitan belajar
Kesulitan belajar merupakan kategori yang paling banyak dialami oleh siswa, kriterianya natara lain:
· Siswa mengalami hambatan yang signifikan dalam satu atau lebih proses kognitif tertentu.
· Hambatan kognitif tidak dapat ddistribusikan ke hambatan yang lain
·  Hambatan kognitif dapat menggagu prestasi akademik.
2.      Attetion- deficit hiperativity disorder( ADHD)
Karasteristinya yaitu:
·      Tidak perhatian, siswa yang mengalami kesulitan memusatkan dan memusatkan perhatian.
·      Hiperactive, yaitu memiliki energi yang besar sekali, mudah gelisah, lalu lalang dan sulit bekerja dengan tenang.
·      Implusif yaitu mengalami kesulitan mencegah prilaku yang tidak sesuai.
3.      Gangguan bicara dan komunikasi
Karasteristiknya yaitu :
·         Enggan untuk berbicara
·         Malu saat berbicara
·         Mengalami kesulitan membaca dan menulis.
F.      Siswayang mengalami masalh moral dan prilaku
1.      Gangguan emosi dan prilaku
Siswa yang mengalami gangguan emosi dan prilaku termasuk dalam kategori siswa berkebutuhan khusus dan karenanya berhak memperolah layanan pendidikan khusus. Karastteritik umumnya antara lain :
·         Rasa harga diri yang rendah
·         Keterampilan sosial yang burukkesulitan mencapai dan membina relasi interpersonal secara memuaskan.
·         Sering tidak masuk sekolah.
·         Memperlihatkan penurunan prestasi akademik seiring bertambahnya usia.
·         Kurang menyadari betapa parahnya masalah yang merea hadapi.
2.      Gangguan spektrum autisme
Mayoritas gangguan spektrum autisme mungkin disebabkan leh abnormaltas di otak. Karasteristik umumnya natara lain :
·         Kesadaran yang luar biasa akan detil detil pada suatu objek atau tampilan visual.
·         Keterampilan berpikir visual spasial yang kuat.
·         Wawasan yang lemah terhadap pikiran dan perasaannya sediri.
·         Kurang atau tidak berminat sama sekali mencari penghiburan dari orang lain.
·         Sikap badan dan gerakan yang tidak normal.
·         Kebutuha yang kuat akan lngkungan yang dapat diprediksi.
G.    Siswa yang mengalami keterlambatan umum dalam dalam fungsi kognitif dan sosial.
Keterbelakangan mental
Siswa yang mengalami keterbelakangan mental memperlihatkan keterlambatan yang signifikan di sebagian besar aspek perkembangan kognitif dan sosialnya. Karasteristik umumnya antara lain:
·        Hasrat yang tulus menjadi bagian dari sekolah dan merasa cocok berada di sekolah.
·        Kurangnya pengetahuan umum mengenai dunia.
·        Keterampilan berbahasa dan membaca yang buruk.
·        Kurang atau bahkan sama sekali tidak memiliki strategi belajar
·        Kesulitan melengkapi detil- detil yang tidak lengkap atau ambigu.
·        Kesulitan memahami gagasan abstrak.
·        Kesulitan menggeneralisasi sesuatu yang dipelajari dari suatu situasi ke situasi yang lain.
·        keterampilan motorik yang rendah.
·        Prilaku bermain dan keterampilan interpersonal yang yang tidak matang.
H.    Siswa yang mengalami masalah fisik dan sensori
1.      Gangguan fisik dan kesehatan
Gangguan fisikdan kesehatan adalah kondisi fisik atau medis yang menggangu performa di sekolah sehingga dibutuhkan cara mengajar, bahan ajar, perlengkapan atau fasilitas tertentu.karasteristik umumnya yaitu:
·         Kemampuan belajar yang normal
·         Stamina rendah dan mudah lelah
·         Peluang yang lebih kecil untuk mengalami da berinteraksi dengan dunia luar yang berhubungan dengan pembelajaran.
·         Rasa harga diri yang rendah, rasa tidak aman atau terlalu bergantungpada orang lain.
2.      Gangguan visual
Siswa yang mengalami gangguan visual mengalami malfungsi di mata atau saraf optik yang menghambat mereka yang melihat secara normalmeskipun mengenakan kacamata. Akibatnya kondisi sekolah mereka terganggu. Karasteristik umumnya antara lain :
·         Indera lainnya berfungsi normal
·         Secara umum memiliki kemampuan belajar yang sama dengan siswa normal.
·         Perbendaharaan kata dan pengetahuan umum lebih terbatas.
·         Menurunnya kapasitas untuk meniru orang lain.
·         Tidak mampu memahami bahasa tubuh orang lain dan tanda- tanda nonverbal.
·         Merasa bingung dan cemas.
3.      Gangguan pendengaran.
Siswa yang mengalami gangguan pendengaran mengalami malfungsi pada telinga dan saraf yang terkait yang menggagu persepsi terhadap suara dalam rentang frekuensi bicara orang normal. Karasteristik umumnya antara lain :
·         Keterlambatan dalam perkembangan bahasa
·         Mahir dalam bahasa sandi dan pengejaan dengan jari.
·         Memiliki kemampuan membaca gerak bibir.
·         Bahasa lisan tidak berkembang sebaik teman- teman sekelas.
·         Keterampilan membaca kurang berkembang
·         Pengetahua umum lebih terbatas
·         Mengalami isolasi sosial, keterampilan sosial yang terbatas.
4.      Hambatan yang parah atau majemuk.
Siswa yang mengalami hambatan parah dan majemuk mengalami dua atau lebih hambatan. Karasteristik umumnya natara lain :
·         Tingkat fungsi intelektualnya bervariasi.
·         Kesadaran yang terbatas akan stimuli yang berada di sekitarnya.
·         Keterampilan berkomunikasi yang terbatas.
·         Prilaku adktif terbatas
·         Kerusakan sensoris yang ringan atau berat.
·         Keterlambangan yang signifikan dalam perkembangan motorik.
·         Kebutuhan medis yang besar.
I.       Siswa yang mengalami perkembangan kogitif yang tinggi
Keterbakatan
Keterbakatan didefinisikan sebagai kemampuan atau bakat yang sangat tinggi di satu atau lebih bidang ( misalnya matematika, seni atau musik) sedemikian rupa sehingga siswa membutuhkan layanan pendidikan khusus agar dapat meningkatkan potensinyaitu sepenuhnya. Karasteristinya natara lain :
·        Perberbendaharaan kata yang kaya, kemampuan berbahasa yang tinggi, kterala memabaca diata rata- rata.
·        Pengetahuan umum yang kaya akan dunia.
·        Kemampuan belajar lebih cepat
·        Proses kognitif dan strategi blejar yang lebih canggih dan efisien.
·        Fleksibilitas yang lebih besar dalam hal gagasandan pendekatan terhadap tugas.
·        Standar peforma yang tinggi
·        Konsep diri yang positif,
·        Perkembangan sosial dan penyesuaian emosi di atas rata- rata.
J.       Mempertimbangkan keberagaman ketika mengidentivikasi danmenangani kebutuhan kebutuhan khusus.
Sebagian besar siswa yang diidentifikasi mengalami hambatan khusus berasal dari kelompok minoritas etnis dan keluarga berpenghasila rendah. Kita juga harus ingat bahwa banyak anak dari kaum minoritas mungkin tidak diidentivikasi sebagai siswa yang berbakatketika mreka diukur dengan tes intelegensi tradisional dan pengukuran yang terstandarisasi.

No comments:

Post a Comment