A. Menempatkan perbedaan individu pada
persfektif yang sebenarnya
Perbedaan
individu biasanya merupakan hasil interaksi antara pengaruh keturunan dan
pengaruh lingkungan secara bersamaan, yang akhirnya menghasilkan manusia yang
unik. Keturunan memberikan cetak biru yang mengarahkan perkembangan fisik dan
neurologis, menentukan berbagai kadar hormon, dan sebagainya, dan cetak biru
ini mengarahkan anak pada kemampuan dan prilaku tertentu yang unik dan berbeda.
B. Intelegensi
Sebagian
ahli mendefinisikan istilah intelegensi secara beragam, antara lain sebagai
berikut:
a)
Bersifat
adiktif, artinya dapat digunakan secara fleksibel unuk merespon berbagai
situasi dan masalah yang dihadapi.
b)
Berkaitan
dengan kemampuan belajar, orang yang intelegen di bidang tertentu dapat
mempelajari informasi dan prilaku baru dalam bidang tersebut lebih cepat dan
lebih mudah dibanding orang yang kurang intelegent.
c)
Istilah
intelegensi juga merujuk pada penggunaan pengetahuan yang sebenarnya telah
dimiliki untuk mengaalisis dan memahami situasi baru secara efektif.
d)
Istilah
intelegensi melibatkan interaksi dan koordinasi yang kompleks dari berbagai
proses mental.
e)
Istilah
intelegensi terkait dengan budaya tertentu. Prilaku yang dianggap intelegent
dalam suatu budaya tertentu tidak dianggap intelegent di budaya lain.
1.
Persfektif
teoritis tentang intelegensi
Konsep g menurut spearman. Pada tahun
1990 spearman berpendapat bahwa intelegensi terdiri dari (a) kemampuan
bernalaryang sifatnya ilmiah dan tunggal, (b) sejumlah kemampuan
khusus yang digunakan untuk menyelesaikan tugas spesifik.
Fluid and cristalized intelegences
menurut cattel, Raymond Cattel (1963-1987) menemukan bukti untuk dua komponen
yang berbeda dari intelegensi umum. Pertama, anak- anak berbeda dalam hal fluid
intelegence yaitu kemampuan emperoleh pengetahuan secara cepat dan beradaptasi
dengan situasi baru secara efektif. Kedua, anak-anak berbeda dalam hal
crystallized intelegence, yaitu pengetahuan dan keterampilan yang terakumulasi
dari berbagai pengalaman, sekolah, dan budaya.
Intelegence majemuk menurut gandner,
yang meyatakan bahwa oarang memiliki kemampuan yang berbeda- beda, atau yang
disebut intelegence majemuk, yang relatif independen antara satu sama lain.
Tratchid theori menurut Sternberg,
menyatakan bahwa orang dapat lebih atau kurang dalam 3 bidang yang berbeda.
Pertama intelegence analitis yaitu kemampuan memahami, membedakan, menganalisis
dan mengevaluasi jenis informasi dan persoalan. Intelegensi kreatif,melibatkan
imajinasi, penemuan, gagasan dalam konteks situasi baru. Intelegensi praktis,
yaitu melibatkan kemampuan penerapan pengetahuan dan keterampilan secara
efektif untuk mengelola dan merespon berbagai persoalan hidup.
2.
Mengukur
intelegensi
Tes intelegensi adalah suatu gambaran
umum mengenai fungsi kognitif saat ini, serigkali digunakan untuk
memprediksikan prestasi akademik dalam jangka pendek. Skor IQ adalah skor dalam
tes intelegensi yang dihitung dengan menggunakan rumus yang melibatkan
pembagian.
Namun demikian ada 3 hal yang perlu
di[erhatikan mengenai hubungan tes integensi dan prestasi sekolah.
·
Intelegensi
tidak niscaya memengaruhi prestasi melainkan sekedar hanya berkorelasi.
·
Hubungan
antara tes intelegensi dan prestasi sekolah tidaklah sempurna terdapat banyak
pengecualian.
·
Skor
IQ bisa berubah.
3.
Cerdas
menyikapi tes intelegensi dan IQ
Cara terbaik memelihara perkembangan
intelektual siswa dan bagaiman kita dapatmemberikan tafsitran mengenai performa
mereka dalam tes intelegensi. Berikut beberapa rekomendasi:
·
Sediakan
lingkungan yang dapat mendukung perkembangan intelegensi dan prilaku intelegen
·
Anggaplah
tes intelegensi sebagai suatu bentuk pengukuran yang berguna namun tidak
sempurna.
·
Gunakan
pengkuran yang lebih terfokus ketika anda ingin menilai kemampuan ispesifik.
·
Carilah
prilaku- prilaku yang lebih memperlibatkan talenta yang luar biasa dalam
konteks budaya siswa.
·
Ingatlah
bahwa terdapat banyak faktor yang juga mempengaruhi prestasi siswa di kelas.
C.
Gaya
kognitif dan disposisi
Gaya kognitif yaitu cara khas yang
digunakan seorang pelajar untuk memikirkan suatu tugas dan memproses informasi
baru, biasanya berlangsung secara otomatis. Disposisi yaitu kecendrungan dan
keinginan umum untuk mendekati dan memikirkan suatu tugas dan informasi baru
dalam cara teratur, seringkali mencerminkan pengambilan keputusan oleh suatu
pelajar.
D.
Mendidik
siswa berkebutuhan khusus disekolah umum
Pada tahun 1975 kongres U.S mengesahkan
publik law yang sekarang dikenal Individuals With Disabilities Education Act (
IDEA). IDEA menjamin beberapa hak bagi siswa yang mengalami hambatan yaitu:
·
Bebas
memperoleh pendidikan yang sesuai.
·
Menjalani
evaluasi yang fair dan tidak diskrimnatif
·
Memperoleh
pendidikan daam suasan yang tidak mengekang.
·
Memperhatikan
kekhususan setiap individu program pendidikan.
·
Menghargai
hak asasi individu
E.
Siswa
yang megalami hambatan kognitif atau akademik yang spesifik
1.
Kesulitan
belajar
Kesulitan
belajar merupakan kategori yang paling banyak dialami oleh siswa, kriterianya
natara lain:
· Siswa mengalami hambatan yang signifikan
dalam satu atau lebih proses kognitif tertentu.
· Hambatan kognitif tidak dapat
ddistribusikan ke hambatan yang lain
· Hambatan kognitif dapat menggagu prestasi
akademik.
2.
Attetion-
deficit hiperativity disorder( ADHD)
Karasteristinya
yaitu:
· Tidak perhatian, siswa yang mengalami
kesulitan memusatkan dan memusatkan perhatian.
· Hiperactive, yaitu memiliki energi yang
besar sekali, mudah gelisah, lalu lalang dan sulit bekerja dengan tenang.
· Implusif yaitu mengalami kesulitan
mencegah prilaku yang tidak sesuai.
3.
Gangguan
bicara dan komunikasi
Karasteristiknya
yaitu :
·
Enggan
untuk berbicara
·
Malu
saat berbicara
·
Mengalami
kesulitan membaca dan menulis.
F.
Siswayang
mengalami masalh moral dan prilaku
1. Gangguan emosi dan prilaku
Siswa
yang mengalami gangguan emosi dan prilaku termasuk dalam kategori siswa
berkebutuhan khusus dan karenanya berhak memperolah layanan pendidikan khusus. Karastteritik
umumnya antara lain :
·
Rasa
harga diri yang rendah
·
Keterampilan
sosial yang burukkesulitan mencapai dan membina relasi interpersonal secara
memuaskan.
·
Sering
tidak masuk sekolah.
·
Memperlihatkan
penurunan prestasi akademik seiring bertambahnya usia.
·
Kurang
menyadari betapa parahnya masalah yang merea hadapi.
2. Gangguan spektrum autisme
Mayoritas
gangguan spektrum autisme mungkin disebabkan leh abnormaltas di otak.
Karasteristik umumnya natara lain :
·
Kesadaran
yang luar biasa akan detil detil pada suatu objek atau tampilan visual.
·
Keterampilan
berpikir visual spasial yang kuat.
·
Wawasan
yang lemah terhadap pikiran dan perasaannya sediri.
·
Kurang
atau tidak berminat sama sekali mencari penghiburan dari orang lain.
·
Sikap
badan dan gerakan yang tidak normal.
·
Kebutuha
yang kuat akan lngkungan yang dapat diprediksi.
G.
Siswa
yang mengalami keterlambatan umum dalam dalam fungsi kognitif dan sosial.
Keterbelakangan mental
Siswa yang mengalami keterbelakangan
mental memperlihatkan keterlambatan yang signifikan di sebagian besar aspek
perkembangan kognitif dan sosialnya. Karasteristik umumnya antara lain:
·
Hasrat
yang tulus menjadi bagian dari sekolah dan merasa cocok berada di sekolah.
·
Kurangnya
pengetahuan umum mengenai dunia.
·
Keterampilan
berbahasa dan membaca yang buruk.
·
Kurang
atau bahkan sama sekali tidak memiliki strategi belajar
·
Kesulitan
melengkapi detil- detil yang tidak lengkap atau ambigu.
·
Kesulitan
memahami gagasan abstrak.
·
Kesulitan
menggeneralisasi sesuatu yang dipelajari dari suatu situasi ke situasi yang
lain.
·
keterampilan
motorik yang rendah.
·
Prilaku
bermain dan keterampilan interpersonal yang yang tidak matang.
H.
Siswa
yang mengalami masalah fisik dan sensori
1. Gangguan fisik dan kesehatan
Gangguan
fisikdan kesehatan adalah kondisi fisik atau medis yang menggangu performa di
sekolah sehingga dibutuhkan cara mengajar, bahan ajar, perlengkapan atau
fasilitas tertentu.karasteristik umumnya yaitu:
·
Kemampuan
belajar yang normal
·
Stamina
rendah dan mudah lelah
·
Peluang
yang lebih kecil untuk mengalami da berinteraksi dengan dunia luar yang
berhubungan dengan pembelajaran.
·
Rasa
harga diri yang rendah, rasa tidak aman atau terlalu bergantungpada orang lain.
2. Gangguan visual
Siswa
yang mengalami gangguan visual mengalami malfungsi di mata atau saraf optik
yang menghambat mereka yang melihat secara normalmeskipun mengenakan kacamata.
Akibatnya kondisi sekolah mereka terganggu. Karasteristik umumnya antara lain :
·
Indera
lainnya berfungsi normal
·
Secara
umum memiliki kemampuan belajar yang sama dengan siswa normal.
·
Perbendaharaan
kata dan pengetahuan umum lebih terbatas.
·
Menurunnya
kapasitas untuk meniru orang lain.
·
Tidak
mampu memahami bahasa tubuh orang lain dan tanda- tanda nonverbal.
·
Merasa
bingung dan cemas.
3. Gangguan pendengaran.
Siswa
yang mengalami gangguan pendengaran mengalami malfungsi pada telinga dan saraf
yang terkait yang menggagu persepsi terhadap suara dalam rentang frekuensi
bicara orang normal. Karasteristik umumnya antara lain :
·
Keterlambatan
dalam perkembangan bahasa
·
Mahir
dalam bahasa sandi dan pengejaan dengan jari.
·
Memiliki
kemampuan membaca gerak bibir.
·
Bahasa
lisan tidak berkembang sebaik teman- teman sekelas.
·
Keterampilan
membaca kurang berkembang
·
Pengetahua
umum lebih terbatas
·
Mengalami
isolasi sosial, keterampilan sosial yang terbatas.
4. Hambatan yang parah atau majemuk.
Siswa
yang mengalami hambatan parah dan majemuk mengalami dua atau lebih hambatan.
Karasteristik umumnya natara lain :
·
Tingkat
fungsi intelektualnya bervariasi.
·
Kesadaran
yang terbatas akan stimuli yang berada di sekitarnya.
·
Keterampilan
berkomunikasi yang terbatas.
·
Prilaku
adktif terbatas
·
Kerusakan
sensoris yang ringan atau berat.
·
Keterlambangan
yang signifikan dalam perkembangan motorik.
·
Kebutuhan
medis yang besar.
I.
Siswa
yang mengalami perkembangan kogitif yang tinggi
Keterbakatan
Keterbakatan didefinisikan sebagai
kemampuan atau bakat yang sangat tinggi di satu atau lebih bidang ( misalnya
matematika, seni atau musik) sedemikian rupa sehingga siswa membutuhkan layanan
pendidikan khusus agar dapat meningkatkan potensinyaitu sepenuhnya.
Karasteristinya natara lain :
·
Perberbendaharaan
kata yang kaya, kemampuan berbahasa yang tinggi, kterala memabaca diata rata-
rata.
·
Pengetahuan
umum yang kaya akan dunia.
·
Kemampuan
belajar lebih cepat
·
Proses
kognitif dan strategi blejar yang lebih canggih dan efisien.
·
Fleksibilitas
yang lebih besar dalam hal gagasandan pendekatan terhadap tugas.
·
Standar
peforma yang tinggi
·
Konsep
diri yang positif,
·
Perkembangan
sosial dan penyesuaian emosi di atas rata- rata.
J.
Mempertimbangkan
keberagaman ketika mengidentivikasi danmenangani kebutuhan kebutuhan khusus.
Sebagian besar siswa yang diidentifikasi
mengalami hambatan khusus berasal dari kelompok minoritas etnis dan keluarga
berpenghasila rendah. Kita juga harus ingat bahwa banyak anak dari kaum
minoritas mungkin tidak diidentivikasi sebagai siswa yang berbakatketika mreka
diukur dengan tes intelegensi tradisional dan pengukuran yang terstandarisasi.
No comments:
Post a Comment