A.
Melihat
pembelajaran dari persfektif yang berbeda
Dalam
pembahasan kali ini kita mendefinisikan pembelajaran sebagai perubahan jangka
panjang dalam representase atau asosiasi mental sebagai hasil pengalaman. Dalam
definisi diatas ada tiga bagian yaitu: pertama, pembelajaran adalah proses
jangka panjang, yaitu lebih dari sekedar penggunaan imformasi singkat dan
sambil lalu(misalnya menghafal nomor telepon sekedar untuk menghubungi nomor
tersebut), namun tidak tersimpan selamanya. Kedua, pembelajaran melibatkan
melibatkan representase dan keterampilan baru diperoleh. Ketiga, pembelajaran
adalah proses perubahan yang dihasilkan dari pengalaman.
Selama
bertahun- tahun, para peneliti telah menggunakan pendekatan yang berbeda dalam
studi pembelajaran manusia. Awalnya para psikolog meminta orang melihat ke
dalam kepala mereka dan menggambarkan apa yang mereka lakukan secara mental,
pada tahun 1990-an mulai memfokuskan pada dua hal yang bisa diamati dan diukur
secara objektif, peristiwa lingkungan
atau stimuli, dan prilaku manusia atau respon, dan mengidentifikasi sebab dari
keduanya. Karena penekanannya terhadap prilaku maka pendekatan ini disebut
pendekatan behaviorisme. Pada tahun 1960-an ahli pembelajaran mulai menyadari
bahwa mereka tidak dapat sepenuhnya memahami pembelajaran kecuali jika selain
mempelajari prilaku, mereka juga mempelajari pikiran. Persfektif ini disebut
psikologi kognitif. Pendekatan yang ketiga yaitu teori kognitif sosial, yaitu
mengintegrasikan elemen- elemen psikologi kognitif dan behaviorisme.
Teorikognitif sosial antara lain membahas bagaimana seorang belajar dengan
saling mengamati dan bisa menjelaskan.
B.
Asumsi
dasar psikologi kognitif
1.
Proses
kognitif memengaruhi apa yang dipelajari. Proses kognitif adalah hal- hal
spesifik yang dilakukan para pembelajar secara mental ketika mereka berusaha
menafsikandan mengingat apa yang mereka lihat, dengar, dan pelajari.
2.
Orang
akan selektif dengan apa yang mereka proses dan pelajari. Orang secara konstan
di bombardir dengan informasi. Pertimbangkan berapa banyak stimul yang anda
terima sekarang ini, dan anda telah mengabaikan sebagian besar stimuli tersebut
hingga saat ini.
3.
Makna
dikontraksi oleh pembelajar, bukan diambil langsung dari lingkungan. Proses
kontruksi adalah proses inti banyak teori kognitif tentang belajar. Pembelajar
mengambil sejumlah potongan informasi yang terpisah dan mengguankannya untuk
menciptakan pemahaman atau tafsiran atas dunia sekelilingnya.
4.
Pengetahuan
dan keyakinan yang telah dimiliki memainkan peran utama dalam makna- makna yang
dikontruksi orang. Salah satu sebab mengapa siswa yang berbeda dalam kelas yang
sama mempelajari hal yang berbeda adalah karena mereka memiliki kumpulan
pengetahuan dan keyakinan yang berbeda yang mereka gunakan ketika menafsirkan
informasi dan peristiwa- peristiwa baru.
5.
Perubahan
pematangan dalam otak memungkinkan proses kognitif yang semakin canggih seiring
bertambahnya usia. Otak anak berkembang seiring waktu. Perubahan tersebut
hampir pasti merupakan penyebab utama anak- anak menjadi mampu melakukan
proses- proses kgnitif yang semakin efektif, rentang perhatian yang lebih lama,
meningkatkan kemampuan untuk mengorganisasikan dan mengintegrasikan informasi
dsb.
6.
Orang
terlibat aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. Pembelajar adalah- dan pada
kenyataannya, harus menjadi, partisipan aktif dalam proses pembelajaran mereka
sendiri.
C.
Istilah
istilah kunci dalam psikologi kognitif
Beberapa
istilah seperti memori, penyimpanan, pengkodean, dan pemanggilan, akan muncul
pada pembahasan psikologi kognitif. Istilah memori merujuk kepada kemampuan
pembelajar untuk secara mental menyimpan hal- hal yang telah mereka pelajari
sebelumnya.
Istilah
penyimpanan merujuk kepada proses menempatkan apa yang dipelajari ke dalam
memori sejak awal. Pembelajar jarang menyimpan informasi persis seperti yang
mereka terima, mereka melakukan pengkodean yaitu memodifikasi informasi dengan
suatu cara. Contoh ketika mendengarkan cerita. Anda mungkin membayangkan tokoh
dala cerita tersebut, sekaligus mengkode dalam bentuk input verbal sebagai gambar visual.
Pada
satu titik setelah anda menyimpan informasi dalam memori, anda mungkin
mendapati bahwa anda perlu menggunakannya. Proses mengingat informasi yang
telah disimpan sebelumnya- yaitu menemukannya dalam memori- disebut
pemanggilan.
D.
Sebuah
model memori manusia
1.
Karasteristik
sensory register
Sensory register adalah komponen memori
yang menyimpan informasi yang diterima, yaitu imput, lebih kurang dalam betuk
asli, belum dikode. Sensory magister memiliki kapasitas besar dan dapat
menyimpan sangat banyak informasi dalam satu waktu.
2.
Memindahkan
informasi ke memori kerja : peran atensi
Informasi sensori tidak dapat bertahan
lama, namun kita dapat mempertahankannya dengan mengkodenya dengan cera yang
minimal. Langkah pertama dalam proses ini adalah atensi (perhatian): apa saja
yang diperhatikan orang secara mental untuk dipindahkan ke memori kerja.
3.
Karasteristik
memori kerja ( jangka pendek)
Memori kerja adalah komponen memori
dimana kita tetap memusatkan perhatian pada informasi untuk waktu singkat
selagi kita berusaha memahaminya. Memori kerja merupakan tempat sebagian besar
proses kognitif aktif secara aktual berlangsung.
4.
Memindahkan
informasi ke memori jangka panjang: mengaitkan informasi baru dengan
pengetahuan awal.arah panah antara memori kerja dan memori jangka panjang
menunjuk dua arah. Proses menyimpan informasi pada memori jangka panjang yaitu
biasanya melibatkan pengambilan informasi lama yang sudah disimpan disana-
karenanya secara kontemporer memikirkannya dalam memori kerja.
5.
Karasteristik
memori jangka panjang
Karasteristik memori jangka panjang
adalah tempat dimana pembelajar menyimpa pengetahuan dan keyakinan umum mereka
tentang dunia, hal- hal yang mereka tela pelajari di sekolah, dan ingatan
mereka tentang apa yang mereka tentang peristiwa peribadi mereka.
6.
Kritik
terhadap tiga komponen
Model tiga komponen yang telah
dijelaskan terlalu menyederhanakan dan mungkin mengkotak- kotakkan
karasteristik memori manusia. Penelitian menghasilkan hasil beagam tentang
apakah memori kerja dan memori jngka panjang merupakan entitas terpisah atau
bukan. Beberapa psikolog menyatakan bahwa memori kerja dan jangka panjang hanya
mencerminkan kodisi aktivasi yang berbeda dari satu memori tunggal. Menurut
pandangan ini, semua informasi yang disimpan dalam memori berada dalam kondisi
aktif dan tidak aktif. Walaupun demikian model tiga komponen, meski tidak
sempurna, dapat membantu kita mengingat aspek- aspek belajar dan memori yang
kita mesti pertimbangkan ketika kita mengajar.