A.
Penyimpanan
memori jangka panjang
Beberapa
aspek memori berbentuk jangka panjang. Tentu manusia mengingat banyak hal untuk
waktu yang sangat lama, dan dalam antrian ini, setidak- tidaknya, hal- hal
tersebut berada dalam memori jangka panjang.
Tampaknya
memori yang disimpan dalam memori jangka panjang dapat dikode dalam beberapa
bentuk. Beberapa diantaranya dapat dikode dalam bentuk verbal, mungkin dalam
bentuk kata- kata aktual contohnya nama, alamat, dan lagu anak- anak. Informasi
lain dikode secara pembayangan, ketika informasi muncul secara konseptual,
contohnya jika dalam pikiran, anda dapat melihat wajah kerabat.
Semua
hal tersebut merupakan contoh pengetahuan deklaratif, yaitu pengetahuan yang
berkaitan dengan karasteristik sesuatu yang berkaitan dengan saat ini, dulu dan
nantinya. Pengtahuan deklaratif berkaitan dengan dunia umum dan ingatan tentang
pengalaman hidup yang spesifik.
Pengetahuan
prosedural adalah mereka belajar melakukan banyak hal. Contohnya bagaimana
mengendarai sepeda, membungkus kado ulang tahun.
1. Bagaimana pengetahuan deklaratif
dipelajari
a.
Pengulangan,
secara
verbal pengulangan sesuatu secara terus- menerus membantu kita mempertahankan
informasi dalam memori kerja sampai waktu yang tidak terbatas. Para ahl percaya
bahwa pengulangan merupakan suatu cara penyimpanan informasi baru ke dalam
memori kerja.
b.
Pembelajaran
bermakna
proses
pembelajaran bermakana mencakup mengenali suatu berkaitan antara informasi baru
dan suatu yang telah disimpan dalam memori jangka panjang. Pembelajaran
bermakna lebih efektif dibanding pembelajaran hafalan. Pembelajaran terutama
efektif bila pembelajar mengaitkan ide- ide baru tidak hanya dengan apa yang
mereka sudah ketahui tentang dunia tapi juga apayang mereka yakini tentang diri
mereka sendiri seperti pengalaman pribadi dan deksripsi pribadi.
Mengapa
beberapa siswa mempelajari beberapa hal secara bermakna sementara yang lain bertahan
dalam upaya mengingat hafalan. Setidaknya ada tiga kondisi yang dapat
memfasilitasi pembelajaran bermakna.
1)
Pembelajar
memiliki pola pembelajaran bermakna. Ketika siswa mengerjakan tugas
pembelajaran dan yakin bahwa mereka dapat memahami informasi itu dalam tugas
itu yaitu ketika mereka memiliki pola pembelajaran bermakna.
2)
Pembelajar
memiliki pengetahuan awal untuk dikaitkan dengan informasi baru. Pembelajaran
bermakna hanya dapat terjadi jika memori jangka panjang berisi basis
pengetahuan yang relevan, yakni informasi yang dapat dikaitkan dengan ide- ide
baru.
3)
Pembelajar
memahami bahwa informasi yang telah dipelajari sebelumnya memiliki kaitan
dengan informasi baru. Bahkan kalaupun memilki pengetahuan awal yang relefan,
siswa tidak otomatis memanggilnya ketika mempelajari sesuatu yang baru, dengan
demikian mereka menerapkan pembelajaran hafalan.
c.
Organisasi
Faktanya kita lebih mudah mempelajari
dan mengingat sekumpula informasi baru ketika kita menyatukannya secara logis.
Organisi semacam itu melibatkan pembentukan hubungan di antara berbagai
potongan informasi baru dan membentuk struktur kohesif yang menyeluruh.
d.
Elaborasi
Orang
kadang menggunakan pengetahuan awalnya untuk memperluas suatu ide baru, dan
karenanya menyimpan lebih banyak informasi ketimbang secara aktual disampaikan.
Proses menggunakan apa yang telah diketahui ini diperluas informasi baru
disebut elaborasi.
e.
Pembayangan
visual
Banyak
studi yang menyatakan bahwa pembayangan visual membentuk gambar mental suatu
objek atau ide menjadi metode yang sangat efektif untuk menyimpan informasi.
2. Bagaimana pembelajaran prosedural
dipelajari
Beberapa prosedur dipelajari orang
misalnya membuat kue, mengendarai motor utamanya terdiri dari prilaku yang
jelas secara fisik. Prosedur kompleks biasanya tidak dipelajari dalam satu kali
melainkan secara perlahan dalam kurun waktu tertentu, dan kerap diperlukan
banyak latihan. Namun banyak prosedur kompleks, juga dapat dipelajari sebagai
sebagai pembelajaran deklaratif dengan kata lain, sebagi bentuk informasi
tentang bagaiamana melakukan suatu prosedur alih- alih sebagai kemampuan aktual
untuk melakukannya. Namun jika kita terus melakukan aktivitas tersebut
pengetahuan deklaratif tersebut berubah menjadi pengetauan prosedur.
Peran pengetahuan awal dan memori kerja
dalam penyimpanan memori jangka panjang
Secara umum basis pengetahuan yang
relevan membantu siswa mengkode dan menyimpan materi peljaran di kelas secara
efektif. Pengetahuan awal siswa berkontribusi terhadap pembelajaran mereka dala
beberapa tahap:
·
Membantu
mereka menentukan apa yang paling penting untuk dipelajari dan mengarahkan
atensi mereka secara tepat.
·
Membantu
mereka memahami sesuatu yaitu melakukan pembelajaran bermakna
·
Memberikan
kerangka kerja untuk mengorganisasikan pengetahuan baru
·
Membantu
mereka mengelaborasi informasi.
Pengetahuan anak berkembang pesat setiap
tahunnya, peningkatan basis pengetahuan ini merupakan alasan orang dewasa dan
anak- anak lebih tua biasanya mempelajari hal baru lebih mudah ketimbang anak
yang lebih muda. Mereka memiliki lebih banyak pengetahuan untuk membantu mereka
memahami dan mengelaborasi ide- ide dan
peristiwa yang baru.
Penggunaan nemonik bila tidak ada
pengetahuan awal yang relevan
Bila siswa sering mengalami kesulitan
menemukan keterkaitan antara materi baru dan pengetahuan awal mereka, atau bila
sekumpulan pengetahuan meiliki struktur organisasi tampa logika yang jelas di baliknya. Trik memori khusus yang
dikenal dengan nemonik dapat membantu siswa mempelajari materi pelajaran secara
lebih efektif. Tiga nemonik yang umum digunakan yaitu meditasi verbal, metode
kata kunci, dan pelekatan unsur bermakna.
B.
Pemanggilan
memori jangka panjang
1.
Faktor
yang memengaruhi pemanggilan
a.
Keterkaitan
ganda dengan pengetahuan yang sudah ada. Kita lebih munkin memanggil infrmasi
bila kita memiliki banyak kemungkinan jalur ke informasi itu, dengan kata lain
bila kita mengasosiasikan informasi dengan banyak hal lain dalam basis
pengetahuan yang kita miliki
b.
Latihan
yang sering. Dengan pengulangan , tanpa berpikir mengulangi informasi secara
terus- menerus selama beberapa detik atau menit adalah cara yang relatif tidak
efektif untuk memasukkan informasi ke memori jangka panjang. Yang dimaksud
dengan latihan yang sering adalah pengulangan dalam jangka panjang, mengkaji
dan menggunakan keterampilan dalam interval tertentu selama beberapa pekan,
bulan atau tahun.
c.
Petunjuk
pemanggilan yang relevan. Jika anda mengikuti pembelajarandi amerika utara ,
mngkin anda belajar tentang nama- nama danau besar pada satu atau lain waktu.
Namun mungkin pada awalnya anda kesulitan mengingt kelimanya, meskipun semuanya
masih tersimpan tersimpan dalam memori jangka panjang anda. Anda dapat
menggunakan nemonik HOMES yang disampaikan sbelumnya memberikan petunjuk
pemanggilan yaitu petunjuk untuk mencari letaknya dalam suatu memori jangka panjang
.
2.
Mengapa
pelajar kadang- kadang lupa
Salah satu kemungkinan penjelasan tentang lupa adalah
kegagalan untuk menyimpan , informasi tidak pernah mencapai memori jangka
panjang, mungkin kita tidak memberikan perhatian pada sepotong informasi atau
setelah memperhatikannya kita tidak lanjut untuk memprosesnya. Para psikolog
telah menjelaskan beberapa enjelasan mengapa seseorang bisa lupa antara lain:
a.
Kegagalan
untuk memaggil kembali, salah satu alasan kita lupa adalah ketidak mampuan
untuk mengingat, kita tidak dapat menemukan informasi yang disimpan dalam
memori jangka panjang
b.
Kesalahan
rekontruksi, kadang kita mengigat suatu informasi dari memori jangka panjang
namuntidak mengingat seluruhnya, dalam kondisi seperti ini kita kemungkinan
mengisi dengan pengetahuan umum. Namun meskipun yang diisika masuk akal,
kesenjangan tersebut tidak terisi dengan benar.
c.
Interferensi,
kadang orang mengingat hal- hal yang telah mereka pelajari namun idak tahu apa
yang menyertainya.
3.
Memberi
waktu siswa untuk merespon, dampak penambahan waktu tunggu
Mungkin perlu waktu bagi siswa untuk
mengaitkan materi baru dengan pengetahuan awal mereka dan dalam beberapa waktu
kemudian, memanggil seluruh informasi yang telah mereka pelajari. Ketika
memberi pertanyaan kepada siswa guru kera[p memberi waktu tunggu hanya stu
detik untuk memperoeh jawaban. Jika tidak menjawab dengan kurun waktu yang pendek tersebutguru cenderung berbcara
lagi. Jika kita mempertimbangkan prinsip dasar psikologi kognitif misalnya
pentingnya mengaikan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya dan kesulitan
yang kerap terkait dengan memnggil kembali informasi dari memori jangka
panjang, kita menyadari bahwa waktu satu detik memang waktu yang terlalu
singkat untuk menyatukan pikiran mereka dan emberikan respon yang tepat. Ketika
guru memberikan jeda sekurang- kurangnya tiga detik setelah memberikan
pertanyaan , perubahan drastis dapat terjadi pada prilaku siswa. Lebih banyak
siswa perempuan dan minoritas berpartisipasi dalam kelas, dan siswa mulai
saling mrespon pendapat dalam kelas. Selain itu siswa mungkin lebih memperkuat
penalaran dengan bukti atau logika dan mungkin berspekulasi ketika tidak tahu
jawabannya.
C.
Keberagaman
dalam proses- proses kognitif
Setelah
kita mengeksplorasi prinsip dasar psikologi kognitif, kita mempertimbangkan
banyak faktor- atensi, kapasitas memori kerja, proses penyimpan dan sebagainya.
Secara alami anak- anak remaja berbeda pada faktor tersebut. Contohnya secara
rata- rata, anak perempuan lebih kuat daripada anak laki- laki dalam mempertahankan
atensi mereka pada kegiatan- kegiatan kelas. Secara rata- rata juga, anak yang
berasal dari keluarga berpnghasilan rendah memiliki kemampuan membaca dan
matematika yang lebih terbatas ketika bersekolah, namun memiliki pengetahuan
besar terhadap \topik topik lain yang kita dapat kembangkan lebih dalam. Siswa
dari latar belakang wilayah berbeda bisa memiliki beragam pengalaman dengan
berbagai jenis tugas pembelajaran yang berbeda. Meski demikian pebedaan
kelompok bukanlah penyebab semua keragaman pada siswa. Perbedaan individual
yang signifikan juga terjadi pada kelompok.
No comments:
Post a Comment