Pages

Wednesday, December 6, 2017

Pembelajaran dan proses- proses kognitif (2)



A.    Penyimpanan memori jangka panjang
Beberapa aspek memori berbentuk jangka panjang. Tentu manusia mengingat banyak hal untuk waktu yang sangat lama, dan dalam antrian ini, setidak- tidaknya, hal- hal tersebut berada dalam memori jangka panjang.
Tampaknya memori yang disimpan dalam memori jangka panjang dapat dikode dalam beberapa bentuk. Beberapa diantaranya dapat dikode dalam bentuk verbal, mungkin dalam bentuk kata- kata aktual contohnya nama, alamat, dan lagu anak- anak. Informasi lain dikode secara pembayangan, ketika informasi muncul secara konseptual, contohnya jika dalam pikiran, anda dapat melihat wajah kerabat.
Semua hal tersebut merupakan contoh pengetahuan deklaratif, yaitu pengetahuan yang berkaitan dengan karasteristik sesuatu yang berkaitan dengan saat ini, dulu dan nantinya. Pengtahuan deklaratif berkaitan dengan dunia umum dan ingatan tentang pengalaman hidup yang spesifik.
Pengetahuan prosedural adalah mereka belajar melakukan banyak hal. Contohnya bagaimana mengendarai sepeda, membungkus kado ulang tahun.
1.      Bagaimana pengetahuan deklaratif dipelajari
a.       Pengulangan,
secara verbal pengulangan sesuatu secara terus- menerus membantu kita mempertahankan informasi dalam memori kerja sampai waktu yang tidak terbatas. Para ahl percaya bahwa pengulangan merupakan suatu cara penyimpanan informasi baru ke dalam memori kerja.
b.      Pembelajaran bermakna
proses pembelajaran bermakana mencakup mengenali suatu berkaitan antara informasi baru dan suatu yang telah disimpan dalam memori jangka panjang. Pembelajaran bermakna lebih efektif dibanding pembelajaran hafalan. Pembelajaran terutama efektif bila pembelajar mengaitkan ide- ide baru tidak hanya dengan apa yang mereka sudah ketahui tentang dunia tapi juga apayang mereka yakini tentang diri mereka sendiri seperti pengalaman pribadi dan deksripsi pribadi.
Mengapa beberapa siswa mempelajari beberapa hal secara bermakna sementara yang lain bertahan dalam upaya mengingat hafalan. Setidaknya ada tiga kondisi yang dapat memfasilitasi pembelajaran bermakna.
1)      Pembelajar memiliki pola pembelajaran bermakna. Ketika siswa mengerjakan tugas pembelajaran dan yakin bahwa mereka dapat memahami informasi itu dalam tugas itu yaitu ketika mereka memiliki pola pembelajaran bermakna.
2)      Pembelajar memiliki pengetahuan awal untuk dikaitkan dengan informasi baru. Pembelajaran bermakna hanya dapat terjadi jika memori jangka panjang berisi basis pengetahuan yang relevan, yakni informasi yang dapat dikaitkan dengan ide- ide baru.
3)      Pembelajar memahami bahwa informasi yang telah dipelajari sebelumnya memiliki kaitan dengan informasi baru. Bahkan kalaupun memilki pengetahuan awal yang relefan, siswa tidak otomatis memanggilnya ketika mempelajari sesuatu yang baru, dengan demikian mereka menerapkan pembelajaran hafalan.
c.       Organisasi
Faktanya kita lebih mudah mempelajari dan mengingat sekumpula informasi baru ketika kita menyatukannya secara logis. Organisi semacam itu melibatkan pembentukan hubungan di antara berbagai potongan informasi baru dan membentuk struktur kohesif yang menyeluruh.
d.      Elaborasi
Orang kadang menggunakan pengetahuan awalnya untuk memperluas suatu ide baru, dan karenanya menyimpan lebih banyak informasi ketimbang secara aktual disampaikan. Proses menggunakan apa yang telah diketahui ini diperluas informasi baru disebut elaborasi.
e.       Pembayangan visual
Banyak studi yang menyatakan bahwa pembayangan visual membentuk gambar mental suatu objek atau ide menjadi metode yang sangat efektif untuk menyimpan informasi.
2.      Bagaimana pembelajaran prosedural dipelajari
Beberapa prosedur dipelajari orang misalnya membuat kue, mengendarai motor utamanya terdiri dari prilaku yang jelas secara fisik. Prosedur kompleks biasanya tidak dipelajari dalam satu kali melainkan secara perlahan dalam kurun waktu tertentu, dan kerap diperlukan banyak latihan. Namun banyak prosedur kompleks, juga dapat dipelajari sebagai sebagai pembelajaran deklaratif dengan kata lain, sebagi bentuk informasi tentang bagaiamana melakukan suatu prosedur alih- alih sebagai kemampuan aktual untuk melakukannya. Namun jika kita terus melakukan aktivitas tersebut pengetahuan deklaratif tersebut berubah menjadi pengetauan prosedur.
Peran pengetahuan awal dan memori kerja dalam penyimpanan memori jangka panjang
Secara umum basis pengetahuan yang relevan membantu siswa mengkode dan menyimpan materi peljaran di kelas secara efektif. Pengetahuan awal siswa berkontribusi terhadap pembelajaran mereka dala beberapa tahap:
·         Membantu mereka menentukan apa yang paling penting untuk dipelajari dan mengarahkan atensi mereka secara tepat.
·         Membantu mereka memahami sesuatu yaitu melakukan pembelajaran bermakna
·         Memberikan kerangka kerja untuk mengorganisasikan pengetahuan baru
·         Membantu mereka mengelaborasi informasi.
Pengetahuan anak berkembang pesat setiap tahunnya, peningkatan basis pengetahuan ini merupakan alasan orang dewasa dan anak- anak lebih tua biasanya mempelajari hal baru lebih mudah ketimbang anak yang lebih muda. Mereka memiliki lebih banyak pengetahuan untuk membantu mereka memahami dan mengelaborasi ide- ide  dan peristiwa yang baru.
Penggunaan nemonik bila tidak ada pengetahuan awal yang relevan
Bila siswa sering mengalami kesulitan menemukan keterkaitan antara materi baru dan pengetahuan awal mereka, atau bila sekumpulan pengetahuan meiliki struktur organisasi tampa logika yang  jelas di baliknya. Trik memori khusus yang dikenal dengan nemonik dapat membantu siswa mempelajari materi pelajaran secara lebih efektif. Tiga nemonik yang umum digunakan yaitu meditasi verbal, metode kata kunci, dan pelekatan unsur bermakna.
B.     Pemanggilan memori jangka panjang
1.      Faktor yang memengaruhi pemanggilan
a.       Keterkaitan ganda dengan pengetahuan yang sudah ada. Kita lebih munkin memanggil infrmasi bila kita memiliki banyak kemungkinan jalur ke informasi itu, dengan kata lain bila kita mengasosiasikan informasi dengan banyak hal lain dalam basis pengetahuan yang kita miliki
b.      Latihan yang sering. Dengan pengulangan , tanpa berpikir mengulangi informasi secara terus- menerus selama beberapa detik atau menit adalah cara yang relatif tidak efektif untuk memasukkan informasi ke memori jangka panjang. Yang dimaksud dengan latihan yang sering adalah pengulangan dalam jangka panjang, mengkaji dan menggunakan keterampilan dalam interval tertentu selama beberapa pekan, bulan atau tahun.
c.       Petunjuk pemanggilan yang relevan. Jika anda mengikuti pembelajarandi amerika utara , mngkin anda belajar tentang nama- nama danau besar pada satu atau lain waktu. Namun mungkin pada awalnya anda kesulitan mengingt kelimanya, meskipun semuanya masih tersimpan tersimpan dalam memori jangka panjang anda. Anda dapat menggunakan nemonik HOMES yang disampaikan sbelumnya memberikan petunjuk pemanggilan yaitu petunjuk untuk mencari letaknya dalam suatu memori jangka panjang .
2.      Mengapa pelajar kadang- kadang lupa
Salah satu  kemungkinan penjelasan tentang lupa adalah kegagalan untuk menyimpan , informasi tidak pernah mencapai memori jangka panjang, mungkin kita tidak memberikan perhatian pada sepotong informasi atau setelah memperhatikannya kita tidak lanjut untuk memprosesnya. Para psikolog telah menjelaskan beberapa enjelasan mengapa seseorang bisa lupa antara lain:
a.       Kegagalan untuk memaggil kembali, salah satu alasan kita lupa adalah ketidak mampuan untuk mengingat, kita tidak dapat menemukan informasi yang disimpan dalam memori jangka panjang
b.      Kesalahan rekontruksi, kadang kita mengigat suatu informasi dari memori jangka panjang namuntidak mengingat seluruhnya, dalam kondisi seperti ini kita kemungkinan mengisi dengan pengetahuan umum. Namun meskipun yang diisika masuk akal, kesenjangan tersebut tidak terisi dengan benar.
c.       Interferensi, kadang orang mengingat hal- hal yang telah mereka pelajari namun idak tahu apa yang menyertainya.
3.      Memberi waktu siswa untuk merespon, dampak penambahan waktu tunggu
Mungkin perlu waktu bagi siswa untuk mengaitkan materi baru dengan pengetahuan awal mereka dan dalam beberapa waktu kemudian, memanggil seluruh informasi yang telah mereka pelajari. Ketika memberi pertanyaan kepada siswa guru kera[p memberi waktu tunggu hanya stu detik untuk memperoeh jawaban. Jika tidak menjawab dengan kurun waktu  yang pendek tersebutguru cenderung berbcara lagi. Jika kita mempertimbangkan prinsip dasar psikologi kognitif misalnya pentingnya mengaikan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya dan kesulitan yang kerap terkait dengan memnggil kembali informasi dari memori jangka panjang, kita menyadari bahwa waktu satu detik memang waktu yang terlalu singkat untuk menyatukan pikiran mereka dan emberikan respon yang tepat. Ketika guru memberikan jeda sekurang- kurangnya tiga detik setelah memberikan pertanyaan , perubahan drastis dapat terjadi pada prilaku siswa. Lebih banyak siswa perempuan dan minoritas berpartisipasi dalam kelas, dan siswa mulai saling mrespon pendapat dalam kelas. Selain itu siswa mungkin lebih memperkuat penalaran dengan bukti atau logika dan mungkin berspekulasi ketika tidak tahu jawabannya.
C.     Keberagaman dalam proses- proses kognitif
Setelah kita mengeksplorasi prinsip dasar psikologi kognitif, kita mempertimbangkan banyak faktor- atensi, kapasitas memori kerja, proses penyimpan dan sebagainya. Secara alami anak- anak remaja berbeda pada faktor tersebut. Contohnya secara rata- rata, anak perempuan lebih kuat daripada anak laki- laki dalam mempertahankan atensi mereka pada kegiatan- kegiatan kelas. Secara rata- rata juga, anak yang berasal dari keluarga berpnghasilan rendah memiliki kemampuan membaca dan matematika yang lebih terbatas ketika bersekolah, namun memiliki pengetahuan besar terhadap \topik topik lain yang kita dapat kembangkan lebih dalam. Siswa dari latar belakang wilayah berbeda bisa memiliki beragam pengalaman dengan berbagai jenis tugas pembelajaran yang berbeda. Meski demikian pebedaan kelompok bukanlah penyebab semua keragaman pada siswa. Perbedaan individual yang signifikan juga terjadi pada kelompok.

No comments:

Post a Comment