BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Minat merupakan factor dalam diri
individu yang menunjukkan pada typical performance. Dalam konteks
pekerjaan,tampilan ini mengacu pada senang dan tidak senangnya individu pada
suatu bidang pekerjaan.Seseorang akan menjadi berhasil apabila pada dirinya
memiliki kemampuan dan disertai minat yang tinggi terhadap pekerjaan yang
diembannya. Pengukuran minat telah dimulai sejak munculnya konseling karier.
Pada tahun 1908, Frank Parsons, bapak bimbingan karier, menyatakan bahwa
individu membutuhkan pemahaman yang jelas tentang kemampuan, bakat, minat,
ambisi-ambisi, kelebihan, kekurangan dan “penyebab” kekurangan itu.
Di samping menekankan berbagai
karakteristik yang dimiliki klien, tampaknya minat merupakan salah satu karakteristik
yang paling menarik perhatian konselor karier. Hal ini terbukti dengan
dikembang-kannya pengukuran minat oleh E.K. Strong Jr. pada tahun 1927, yang
dinamai The Strong Vocational Interest Blank (SVIB), yang kemudian direvisi
pada tahun 1985. Inventori minat lain yang dikembangkan pada awal perkembangan
konseling karier adalah Kuder Preference Record, yang pertama kali dikembangkan
pada tahun 1934, dan kemudian direvisi pada tahun 1985. Pada saat ini telah
berkembang lebih dari 200 inventori minat jabatan, yang memiliki reliabilitas
dan validitas yang baik. Inventori minat jabatan dirancang untuk mengukur dan
menganalisis minat jabatan individu.Alat ini merupakan pengukuran performasi
jabatan dan bukan tes kemampuan atau keterampilan jabatan..
Pada tahun 1977/1978, T.Raka Joni
dkk mengadaptasi tes minat jabatan leeThorpe.Tes yang diadaptasikan meliputi 6
bidang yaitu (1) pribadi-sosial,(2) natural,(3) mekanik,(4) bisnis.(5) seni.(6)
sains. Di samping itu perangkat yang sama di maksudkan untuk mengungkap
tipe-tipe minat yang berkaitan dengan verbal, manipulative, dan
komputasional.Di samping itu,juga mengungkap tingkat minat yang terdiri atas
tugas rutin,tugas yang mempersyarat keterampilan,dan tugas yang mempersyarat
pengetahuan, keterampilan, dan pertimbangan keahlian.
B.
Rumusan
masalah
1.
Apakah yang dimaksud tes minat lee
thorpe?
2.
Apa saja bidang- bidang minat yang
terdapat dalam tes minat lee thorpe?
3.
Apa saja tipe- tipe minat dalam tes
minat lee thorpe?
4.
Apa saja bagian- bagian dari tes
minat lee thorpe?
5.
Bagaimana pelaksanaan tes minat lee
thorpe?
6.
Bagaimana cara penilaian dan
interpretasi hasil tes minat lee thorpe?
C.
Tujuan
penulisan
1.
Untuk mengetahui deskripsi tentang
tes minatlee thorpe.
2.
Untuk mengetahui bidang- bidang
minat yang terdapat dalam tes minat lee thorpe.
3.
Untuk mengetahui tipe- tipe minat
dalam tes minat lee thorpe.
4.
Untuk mengetahui bagian- bagian dari
tes minat lee thorpe.
5.
Untuk mengetahui cara pelaksanaan
tes minat lee thorpe.
6.
Untuk mengetahui cara penilaian dan
interpreasi hasil tes minat lee thorpe.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Deskripsi Tes Minat Lee-Thorpe
Minat merupakan faktor
dalam diri anak yang menujuk pada Typical perforamance ( Cronbach, 1984 ).
Dalam konteks pekerjaan, tampilan ini mengacu pada suat bidang pekerjaan.
Seringkali faktor ini tidak dapat dipisahkan dari kemampuan (maxsimum
performance). Anak dapat berhasil apabila pada dirinya memiliki kemampuan dan
disertai minat yang tinggi terhadap pekerjaan yang diembangnya.
Dengan mudah kita dapat
menanyakan kepada anak bidang minat apakah yang ada di dalam dirinya. Apabila
ini ditanyakan langsung, kemungkinan akan diperoleh jawaban namun dimungkinkan
jawaban ini tidak realistis atau hanya berdasarkan pada kepantasan sosial.
Untuk itu para ahli psikologi mencoba untuk mengembangkan seperangkat alat
berupa tes atau inventori yang diharapkan akan dapat memberikan gambaran yang
sebenarnya mengenai minat, khususnya minat terhadap pekerjaan. Di antara mereka
dikenal dengan nama Lee dan Thorpe (1956) yang mengembangkan seperangkat
inventori minat jabatan.
Inventori minat jabatan
dirancang untuk mengukur dan menganalisis minat jabatan anak. Alat ini
merupakan pengukuran performansi jabatan dan bukan tes kemampuan atau
keterampilan kabatan. Tujuan utama dari inventori ini adalah untuk membantu
menemukan minat jabatan dasar pada anak. Informasi ini dapat dipergunakan untuk
membantu anak yang bersangkutan menjadi pekerja atau orang yang berminat,
memiliki penyesuaian diri yang baik dan efektif. T. Raka Joni dkk (1977)
mengadaptasi tes minat jabatan Lee-Thorpe. Tes yang diadaptasi meliputi 6
bidang minat yaitu, pribadi sosial (personal-social), natural (natural),
mekanik (mechanical), bisnis (business), seni (art), dan sains (sciences). Di
samping itu perangkat yang sama dimaksudkan untuk mengungkap tipe-tipe minat
yang berkaitan dengan verbal, manipulatif dan komputasional dan tingkat minat
yang terdiri atas (a) tugas rutin (tingkat rutin), (b) tugas yang
mempersyaratkan pengetahuan, ketrampilan, dan pertimbangkan keahlian (tingkat
profesional).
Tes minat jabatan ini
berisi 240 item berpasangan. Informasi yang akan diperoleh melalui tes ini
berupa ekpresi minat anak terhadap aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan
jabatan atau pekerjaan. Administrasi tes ini tidak menuntut latihan teknik
pengukuran yang tinggi bagi tester. Namun demikian tester harus menguasai benar
akan tes minat jabatan ini dan petunjuk khusus pengadministrasiannya.
Batas waktu mengerjakan
bergantung pada masing-masing testi, tidak ada batas waktu yang ketat. Yang
penting bahwa semua testi dipersilahkan dan didorong untuk menjawab semua item.
Waktu yang digunakan berkisar 40 menit.
B. Bidang-Bidang Minat dalam Tes Minat Lee-Thorpe
1.
Bidang
minat : pribadi sosial ( personal social)
Bidang
ini mencakup pekerjaan-pekerjaan yang menuntut hubungan pribadi dan bidang
pelayanan. Hasil pengukuran yang tinggi dibidang ini menggambarkan keinginan
yang tinggi dari orang tersebut untuk membantu orang lain. Bidang pelayanan
pribadi, pelayanan sosial, pengajaran, kepengacaraan, pelayanan kesehatan, penyuluhan
dan kepenasehatan merupakan sebagian bidang kerja yang mementingkan peran
hubungan pribadi.
2.
Bidang
minat : natural (natural)
Bidang
ini mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan di alam terbuka dan memberi
banyak kesempatan untuk bergaul dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan. Skor yang
tinggi di bidang natural diharapkan berminat di bidang pertanian dan dalam
pelestarian sumber-sumber alam. Pekerjaan yang tercakup disini seperti
pertanian dan peternakan, pemeliharaan hewan, perkebunan dan tempat wisata
alam, perikanan, penyediaan makanan hewan, dan pekerjaan di pantai.
3.
Bidang
minat: mekanik ( mechanical)
Minat
mekank meliputi bidang kegiatan yang mempersyaratkan pemahaman mekanika dan
permesinan. Pekerjaan seperti penyediaan dna perbaikan alat mesin, operator
mesin, kerja kontruksi, perancang,operator pengeboran merupakan sebagian dari
pekerjaan yang membutuhkan minat dibidang permesinan dan mekanika.
4.
Bidang
minat : bisnis (business)
Bidang
ini ditandai dengan kegiatan-kegiatan perniagaan dalam arti luas. Tekanan
terletak pada kontak bisnis yang berbeda dengan kontak pribadi dan sosial pada
umumnya. Kontak dilandasi dengan perhitungan keuntungan memainkan peranan
penting disini. Skor yang tinggi di bidang penjualan, manajemen, perdagangan,
aktivitas distribusi, kerja kantor dan kesekretariatan, perbankan menggambarkan
minat di bidang bisnis.
5.
Bidang
minat: Seni (art)
Minat
dalam musik, novel, dan seni lainnya ditampakkan dalam skor tinggi di bidang
ini. Keinginaan untuk meningkatkan kualitas estetika melalui kehidupannya
sehari-hari seperti mengatur bunga dan kursi, tata ruang dan halaman
digambarkan dari minat di bidang ini.
6.
Bidang
minat: sains (the sciences)
Keinginan
untuk memahami dan memanipulasi lingkungan fisik dimana kita hidup merupakan
dasar minat di bidang ini. Pekerjaan yang tercakup di dalamnya meliputi kerja
laboratorium, produksi minyak , kimia terapan, penelitian kimia, penelitian
biologi, dan rekayasa ilmiah.
C. Tipe-Tipe dalam Tes Minat Lee-Thorpe
1.
Tipe
minat: verbal
Tipe
minat verbal ditandai dengan penekanan pada penggunaan kata-kata dari suatu
dunia kerja. Kata-kata yang dimaksud bisa jadi tertuls maupun lisan yang
dipakai untuk mengemukakan ide-idenya secara berhasil. Kata-kata dapat
digunakan untuk membantu orang lain. Untuk mendeskripsikan keindahan, untuk
merayu orang lain agar menerima idenya.
2.
Tipe
minat: manipulatif
Tipe
manipulatif apabila pekerjaan mempersyaraktkan penggunaan obyek. Individu
menjadi puas bekerja dengan benda atau obyek-obyek. Aktivitasnya meliputi
perbuatan kreatif maupun tugas rutin di bawah pengarahan supervisor.
3.
Tipe
minat: komputasional
Tipe
ini merupakan gabungan pengguanaan kata dan benda yang berisi item-item yang
berhubungan dengan simbol atau konsep angka.
D. Bagian-Bagian Tes Minat Lee-Thorpe
Tes minat jabatan adaptasi dari Lee dan Thorpe
teridi atas dua bagian. Bagian I berisi 120 pasangan pekerjaan (=240 pekerjaan)
dan bagian II terdiri atas 30 nomor (=90 pekerjaan). Terdapat 40 item untuk
setiap bidang minat yang terdiri 10 pilih menggambarkan tingkat minat rutin, 20
tingkat menengah, dan 10 tingkat profesional. Sabaran pilihan pekerjaan menjadi
12 kelompok 12 kelompok (A,B,C,D,E,F,G,H,I,J,K,L). Bidang minat digambarkan
dengan menjumlah skor sebagai berikut :
A +
C = skor bidang minat pribadi-sosial
B +
D = skor bidang minat natural
E +
G = skor bidang minat mekanik
F +
H= skor bidang minat bisnis
I +
K = skor bidang minat seni
J +
L = skor bidang minat sains
Tipe minat digambarkan melalui
menghitung jawaban-jawaban yang berkode +, 0, dan = atau-, kode-kode itu
menggambarkan:
+ = skor tipe minat
verbal
0 = skor minat
manipulatif, dan
= /- = skor tipe minat
komputatif.
Tingkat minat diperoleh melalui
menghitung hasil pekerjaan bagian II. Tes bagian II dikelompokkan menjadi 6
(A,B,C,D,E,F). Lembar jawaban tes minat jabatan Lee- Thorpe.
E. Langkah-langkah Pelaksanaan Tes Minat Lee-Thorpe
1.
Pesiapan:
a.
Mempersiapkan
buku tes dan lembar jawaban
b.
Mempersiapkan
pensil atau ball point dan penghapus
2.
Pelaksanaan:
a.
Mengatur
tempat duduk testi
b.
Menjelaksan
tujuan dan manfaat diadakannya tes minat Lee- Thorpe
c.
Membagi
lembar jawaban dan testi disuruh mengisi identitas sesuaiyang tercantum dalam
lembar jawaban
d.
Membagikan
buku tes dengan terlebih dahulu mengatakan jangan membuka buku tes ini
sebelum diperintahkan
e.
Menjelaskan
petunjuk cara mengerjakan seperti yang terdapat dalam buku tes.
Petunjuk
cara mengerjakan:
Tes
ini terdiri dari dua bagian, yaitu bagian I dan bagian II. Soal-soal bagian I
berupa uraian-uraian singkat tentang bermacam-macam pekerjaan. Setiap nomor
terdiri atas dua buah uraiian pekerjaan. Tugas anda ialah memilih salah satu
pekerjaan dari setiap nomor, yaitu uraian pekerjaan yang paling anda senangi.
Meskipun pekerjaan-pekerjaan
tersebut merupakan cara mencari nafkah, akan tetapi anda jangan mempertimbangkan
berapa gajinya, syarat-syarat sekolahnya, atau bagaimana pendapat orang tentang
pekerjaan atau uraian pekerjaan tersebut. Jadi anda harus memilih salah satu
dari kedua-duanya sebetulnya tidak anda senangi atau kedua-duanya anda sukai.
Perlu anda ketahui bahwa disini tidak ada pilihan yang salah atau betul
Sekarang perhatikan terlebih dahulu
lembar jawaban bagian I. dari atas kebawah terdapat huruf-huruf A sampai L.
sedangkan dari kiri ke kanan terdapat angka-angka. Cara mengerjakan tes ini
adalah sebagai berikut:
Contoh
:
A1.
Mengurus anak dan membantu pendidikannya di panti asuhan
F1.
Berjual-beli mobil bekas, sepeda motor, pesawat televisi atau barang-barang
lainnya.
Dari kedua uraian pekerjaan diatas,
pilihlah salah satu yang Anda senangi. Misalnya anda lebih senangi mengurus
anak dan membantu pendidikannya di panti asuhan maka berilah tanda silang
kodenya A1.
Untuk menuliskan jawaban itu d
lembar jawaban, ikuti langkah-langkah berikut:
1.
Lihat
embar jawaban bagian II
2.
Cari
lajur A, yaitu sesuai dengan kode pekerjaan yang Anda pilih
3.
Cari
angka 1 ( juga sesuai dengan nomor kode pekerjaan yang anda pilih ) yang
terdapat pada deretan angka-angka di sebelah kanan huruf A itu.
4.
Beri
tanda silang angka 1 itu sebagai berikut:
A 1 4 +10 17 …
B =4 15 021 34 …
C 2 _7 11 …
D 8 18 31 …
E 5 7 …
F 1 5 …
…..
…..
L ….
Kerjakanlah
setiap nomor pada halaman berikut menurut langkah-langkah seperti pada contoh.
Dalam buku tes ini ada 120 nomor bagian
I dan 30 nomor bagian II. Anda tidak perlumemperhatikan dan pemikiran arti
tanda +,0,= pada buku tes maupun lembar jawaban.
F. Penilaian
dan Interpretasi Hasil Tes Minat
Lee-Thorpe
Petunjuk penskoran berikut berlaku untuk
penskoran secara manual, tidak dengan menggunakan fasilitas komputer. Lembar jawaban yang telah diisi
dapat diitung dengan mudah dan cepat. Lima tahap berikut ini dapat diikuti:
1.
Skor-skor
bidang minat diperoleh melalui menggabungkan jumlah dua kolom sbb:
A +
C = skor bidang minat pribadi-sosial
B +
D = skor bidang minat natural
E +
G = skor bidang minat mekanik
F +
H= skor bidang minat bisnis
I +
K = skor bidang minat seni
J +
L = skor bidang minat sains
Metode skoring efisien
mulai dari kolom paling atas dan hitung ke samping, catat skor tunggal pada
tempat yang disediakan pada bagian bawah lembar jawaban. Lanjutkan ke
kolom-kolom berikutnya sampai dengan L.
2. Skor mentah unttuk tingkat minat
diperoleh melalui menghitung jawaban bagian II dengan kombinasi kolom sebagai
berikut:
A + D
diberi skor 1 untuk tingkat 1= tugas rutin
B + E diberi skor 1 untuk tingkat 2 = tugas
keterampilan
C + F diberi skor 1 untuk tingkat 3 = tugas
profesional
3.
Tipe
minat diskor melalui menghitung item-item terpilih yang dimiliki simbol-simbol
tertentu (+,0, = atau -).
4.
Transfer
skor mentah menjadi skor matang diperlukan untuk menentukan tingkat minat. Skor
matang diperoleh melalui menstransfer skor tingkat 3 dikalikan 3 dan hasilnya
dijumlahkan
5.
Mengkorversikan
skor mentah kedalam persentil
Skor mentah pada setiap anak pada masing-masing
bidang minat yang telah diperoleh sesuai dengan prosedur penilian, kemudian
dikonversikan dengan skor persentil pada tabel norma tes minat.
6.
Membuat
profil
Profil tes minat dibuat berdasarkan nilai persentil
yang diperoleh anak pada masing-masing bidang minat yang dimiliki setiap anak.
Untuk menggambarkan profil minat jabatan buatlah garis tebal (hiitamkan) garis
vertikal sesuai dengan besarnya persentil yang dicapai anak.
7.
Kesimpulan
Kesimpulan dibuat berdasarkan profil hasil tes minat
jabatan yang telah dibuat untuk masing-masing minat dengan kekuatan sbb:
-
Persentil
75 – 100 = sangat berminat
-
Persentil
50- 74 = berminat
-
Persentil
1- 49 = kurang berminat.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Lee
dan thorpe (1956) mengembangkan instrumen inventori jabatan yang dirancang
untuk mengukur dan menganalisis minat jabatan anak.
2.
Terdapat
6 bidang minat dalam tes minat lee thorpe yaitu bidang pribadi- sosial, bidang
natural, bidang mekanik, bidang bisnis, bidang seni, dan bidang sains.
3.
Dalam
tes minat lee thorpe terdapat 3 jeis tipe minat yaitu
·
Tipe
verbal, menekakan penggunaan kata- kata dalam suatu dunia kerja.
·
Tipe
manipulatif, apabila pekerjaan mensyaratkan penggunaan tangan.
·
Tipe
komputasinal,merupakan gabungan penggunaan kata dan benda yang berisi item yag
berhubungan dengan simbol atau konsep angka
4.
Tes
lee thorpe terdiri atas dua bagian, bagian pertama terdiri dari 120 pasangan
pekerjaan( 240 pekerjaan) dan bagian kedua terdiri dari 30 nomor soal (90
pekerjaan). Terdapat 40 item untuk setiap bidang minat yang terdiri atas 10
tingkat minat pekerjaan, 20 tingkat menengah, dan 10 tingkat profesional.
5.
Kesimpulan
dalam menetapkan profil hasil tes minat dan jabatan anak ditetapkan berdasarkan
norma presentil untuk setiap bidang minat dengan ketentuan:
·
Presentil
75-100 - sangat berminat
·
Presentil
50-74 - berminat
·
Presentil
1-49 -tidak berminat
DAFTAR
PUSTAKA
Daruma, A. R. 2003. Penggunaan Tes Psikologis. Makassar: Fakultas Ilmu Pendidikan UNM
thanks, sangat membantu
ReplyDelete