BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Permasalahan tentang
renahnya motivasi belajar siswa di sekolah dasar merupakan suatu permasalahan
umum yang terjadi di Indonesia, termasuk di SD Pertiwi Makassar. Berdasarkan
hasil wawancara dan pengamatan yang penulis lakukan di kelas V b SD pertiwi
terdapat beberapa siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah. Masalah ini
seharusnya mendapatkan perhatian yang serius karena motivasi sangat besar
pengaruhnya dalam keberhasilan suatu proses belajar mengajar.
Keberhasilan suatu
proses belajar mengajar bukan hanya ditentukan oleh faktor intelektual, akan
tetapi juga ditentukan oleh factor- factor non- intelektual, salah satunya
motivasi. Kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa akan berhasil jika ada
keinginan atau dorongan yang ada dalam diri siswa yang secara umum dinamakan
motivasi. Motivasi belajar ini sangat penting bagi proses belajar anak karena
tampa adanya motivasi anak tidak akan belajar dengan baik dan bisanya
menyebabka prestasinya menurun.
Rendahnya motivasi
belajar dapat ditandai dengan malasnya dia mengerjaka tugas, mudah putus asa, dan tidak senang mengerjakan soal
yang diberikan oleh guru. Siswa yang mempunyai motivasi belajar yang rendah
juga sering menimbulkan masalah lainnya dalam kelas, seperti mengganggu
temannya yang sedang sibuk mengerjakan tugas serta membuat kegaduhan di dalam kelas. Agar suasana di
ruang kelasnya tetap kondusif dan nyaman untuk belajar, maka guru harus
mengupayakan semua siswanya di dalam kelas agar memliki motivasi dalam belajar.
Motivasi belajar juga
sangat menentukan prestasi yang dicapai oleh siswa di sekolah. Tanpa adanya
motivasi, mustahil bagi seorang anak memperolah prestasi yang membanggakan di
sekolahnya. Motivasi yang tinggi akan menunjukan prestasi belajar yang
membaggakan. Dengan kata lain usaha yang tekun dan terutama dilandasi motivasi
yang tinggi, maka seseorang yang belajar itu akan mendapatkan prestasi yang
baik. Insentitas motivasi siswa akan memengaruhi tingkat pencapaian prestasi
belajarnya.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa yang
dimaksud motivasi belajar?
2.
Apa saja yang
menyebabkan rendahnya motivasi belajar?
3.
Bagaimana cara
meningkatkan motivasi belajar denga menggunakan pendekatan behavioristic?
C.
Tujuan penulisan
1.
Untuk mengetahui
pengertian motivasi belajar.
2.
Untuk mengetahui
penyebab rendahnya motivasi belajar
3.
Untuk mengetahui
cara meningkatkan motivsi belajar dengan menggunakan pendekatan behavioristic.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Motivasi
belajar
Motivasi belajar yang rendah adalah tidak adanya
dorongan dalam diri siswa dalam melakukan kegiatan belajar dan tidak adanya
arahan perbuatan belajar serta proses yang memberi semangat sehingga tidak
dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan kurangnya motivasi belajar siswa
maka kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di dalam kelas tidak akan
berhasil atu tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan.
Menurut Sardiman, motivasi belajar adlah keseluruha
daya peggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar,
menjamin kelangsungan belajar dan memberikan arahan dalam kegiata belajar demi
tercapainya tujuan yang dikehendaki. Hal ini menunjuka bahwa siswa yang
memiliki motivasi belajar akan dapat meluangkan lebih banyak waktunya untuk
belajar dan lebih tekun daripada siswa yang kurang motivasi belajar atau bahkan
tidak memiliki mtivasi belajar sama sekali. Motivasi belajar berfungsi sebagai
pendorong usaha danpencapaian prestasi belajar anak.
Ciri- ciri siswa yang memiliki motivasi belajar yang
rendah diantaranya yaitu: malas mengerjakan tugas, kurang dorongan ntuk
belajar, kurang bersemangat mengikuti proses belajar mengajar di dalam kelas,
tidak senang mengerjakan soal- soal yang diberikan oleh guru, tidak
memperhatikan ketika guru memberika meteri pelajaran, dan sering melakukan
kegiatan lain ketika proses belajar mengajar berlangsung seperti mengganggu
temannya, tidur, dan berbuat kegaduhan dalam kelas. Apabila seorang anak
teridentifikasi memiliki ciri- ciri tersebut, makadapat dipastikan bahwa anak
tersebut termasuk anak yang memiliki motivasi belajar yang rendah.
Berdasarkan sumbernya, motivasi belajar dibagi
menjadi dua, yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi
instrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam individu siswa itu sendiri.
Bila telah memiliki motivasi instrinsik dari dalam dirinya, maka ia akan sadar
untuk melakukan suatu kegiatan, termasuk belajar. Seorang anak yang tidak
memiliki motivasi intrisik akan sulit sekali melakuka aktivitas belajar secara
terus- menerus. Seorang anak yang memiliki motivasi instrinsik selalu ingin
maju dalam belajar. Kegiatan belajar ini dilatarbelakangi oleh pemikiran
positif , bahwa semua mata pelajaran yang dipelajari sekarang akan dibutuhkan
dan sangat berguna pada masa yang akan dating. Anak yang memiliki motivasi
intrinsic cenderung aka menjadi anak yang erdidik, berpengetahuan, dan memiliki
keteramplan tertentu. Motivasi yang kedua yaitu motivasi ekstrinsik, yaitu
motivasi yang berasal dari luar individu anak tersebut, contohnya dari orang
tua, guru, masyarakat dan sebagainya. Motivasi ekstrinsik ini diperlukan
apabila anak menempatkan tjuan belajarnya di luar factor- factor belajar. Anak
belajar karena hendak mencapai tujuan yang terletak di luar hal yang
dipelajarinya, misalnya, ingin dibelikan mainan, atau apabila ia belajar akan
diberi hadiah berupa gula- gula. Motivasi ekstrinsik sering diguanakan ketika
anak sedang malas belajar dan kurang tertarik pada suatu mata pekajaran
tertentu.
B.
Penyebab
rendahnya motivasi belajar
Motivasi belajar siswa
dipengaruhi oleh beberapa factor baik itu dari luar maupun dari dalam. Factor-
factor tersbut antara lain: orang tua, guru, kondisi social ekonomi, jenis dan apek- aspek psikis. keempat factor
tesebut akan kami uarikan sebagai berikut.
1.
Orang tua
Menurut aliran
behavioristic, motivasi sangat ditentukan oleh lingkungan. Lingkungan pertama
dan utama yang memengaruhi anak adalah lingkugan keluarga. Lingkungan keluarga
yang menyenangkan mampu meningkakan motivasi anak. Orang tauyang selalu
menuntut anaknya untuk berprestasi tinggi tanpa memperhatikan kemampuan sang
anak aka mengakibatkan anak kehilangan kesukannyaterhadap belajar. Kurangnya
perhatian orang tua terhadap anaknya, seperti terlalu sibuk bekerja akan
menurunkan motivasi belajar anak karena merasa tidak diperhatikan.
2.
Guru
Kurangnya kompetensi yang dimiliki guru dala
mengajar dapat memengaruhi motivasi belajar siswa. Perlu diperhatika bahwa guru
harus mampu mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswanya. Jika kesulitan
belajar tidak diatasi oleh guru akan menyebabkan siswa tersebut ketinggalan
materi pelajaran. Hal iniaka mengakibatkan turunnya motivasi belajar siswa
untuk mempelajari materi selanjutnya.
3.
Kondisi
social ekonomi
Motivasi belajar siswa juga dipengaruhi oleh keadaan
social ekonomi siswa. Penelitian membuktikan bahwa siswa yang berasal dari
tingkat ekonomi menengah dan tinggi lebih termotivasi untuk berprestasi
disbanding yang berasal dari tingkat social ekonomi yang rendah.
4.
Aspek aspek
psikis
Tinggi rendahnya motivasi belajar dapat dipengaruhi
oleh aspek psikis yang ada pada diri anak, seperti intelegensi, bakat, minat,
dll. snsk ysng memiliki intelegensi yang tinggi cenderung memiliki motivasi
yang tinggi dalam belajar. Begitupun anak yang memiliki bakat dan minat pada
suatu bidang tertentu, anak itu cenderung akan temotivasi untuk belajar dalam
bidag tersebut.
C.
Cara
meningkatkan motivasi belajar dengan pendekatan behavioristic
Pendekatan behavior adalah salah satu pendekatan
yang dapat digunakan dalam menyelesaikan masalah tingkah laku yang ditimbulkan
oleh dorongan dari dalam dan dorongan untuk memenuhi kebuuhan hidup melalui
proses belajar agar orang bisa bertindak dan bertingkah laku lebih efektif dan
efisien.
Tujuan konseling behavior untuk menghilankan prilaku
yang tidak sesuai dan belajar berprilaku yang sesuai , yakni memusatkan pada
factor yang mempengaruhi prilaku dan memahhami apa yang bisa dilakukan terhadap
prilaku yang menjadi masalah.
Dalam aliran behavioristic ada beberapa factor yang
sangt penting diantaranya yaitu penguatan ( reinforcement
) dan hukuman ( punishment ).
Penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. Penguatan ini
terbagi menjadi dua yaitu penguatan positif dan penguatan negative. Penguatan
positif yaitu apabila penguatan ditambahkan maka akan memperkuat respon dengan
kata lain menghadirkan sesuatu yang disenangi anak dalam proses pembelajaran.
Pengutan negative adalah apabila penguatan dikurangi akan memperkuat respon,
dengan kata lain menghilangkan hal yang
tidak disukai anak dalam proses pembelajaran. Sementara itu hukuman adalah apa
saja yang dapat mengurangi timbulnya respon hukuman ini juaga terbagi mejadi
dua yaitu hukuman positif dan hukuman negative. Hukuman positif yaitu
menghadirkan sesuatu yang tidak disukai anak. Sementara hukuman negative adalah
menghilangkan sesuatu yang disenangi anak.
Dikaitkan dengan hal menigkatkan motivasi belajar,
pendekatan behavior ini sangat cocok diterapkan terutama pada siswa SD. Hal ini
disebabkan karena anak SD belum terlalu bisa untuk berpikir terlalu jauh kedepa
tentag tujuan belajar. Mereka biasanya belajar untuk mendapatkan hal diluar
tujuan belajar yang sesungguhnya, seperti menjadi juara kelas, atau akan
mendapat mainan jika mendapat nilai yang bagus.
Dengan menggunakan pendekatan behavior kita dapat
membiasakan anak untuk rajin belajar. Karena dengan adanya sifat yang rajin
belajar sejak kecil maka anak tersebut cenderung akan rajin sampai dewasa.
Dalam pendekatan behavior ada beberapa teknik yang
bisa digunakan dalam menigkatkan motivasi belajar anak seperti teknik prinsip
premack, kontrak prilaku, token ekonomi, dll. teknik tersebut akan diuraikan
sebagai berikut.
1.
Teknik prinsip
premack
Teknik prinsip premack didasarkan pada konsep
reinforcement positif dari teori operan kondisioning, yang menyatakan bahwa
prilaku dengan probabilitas tinggi dapat bertindak sebagai penguat perilaku
dengan probabilitas rendah ( Erford, B. T : 2016 ). Dengan kata lain individu
akan akan termotivasi untuk belajar jika itudiikuti dengan sesuatu yang
diinginka/ diseangi sang anak. Contohnya, seorang anak boleh pergi bermain
apabila dia telah selesai megerjakan PR nya. Untuk menerapkan teknik ini kita
terlebih dahulu harus mengakses informasi mengenai kegiatan dan hal yang
disukai oleh anak. Kegiatan yang disukai dapat dipilih untuk memperkuat prilaku
anak.
2.
Teknik token
ekonomi
Token ekonomi adalah sebuahteknik yang berasal dari
karya teoritisi prilaku operan, B. F. Skinner. Skinner memiliki pandangan bahwa konsekuensi
mempertahanka prilaku adalah konsekuensi yang meningkatkan keungkina terjadinya
sebuah prilaku. Token ekonomi adalah suatu bentuk reinforcement positif dimana
seorang anak akan menerima token apabila mengerjakan sesuatu yang diinginkan.
Setelah anak mengumpulkan token dalam jumlah
tertentu, erka dapat menukarkannya dengan sesuatu yang mereka sukai
sesuai kesepakatan yang dicapai dengan si anak.
Dalam menerapkan teknik token ekonomi kita harus
mengidentifikasi prilaku yang ingi
diubah. Misalnya, anak yang malas belajar, kita harus mengubahnya menjadi rajin
belajar. Langkah selanjutnya adalah
membuat aturan. Sangat peting utuk semua partisipan ( anak, orag tua, guru dll
) untuk mengetahui aturan memberikan token, dan banyaknya token yang diberikan
kepada prilaku tertentu. Langkah selanjutnya adalah menetapka ‘harga” dengan
memilih beberapa banyak token yang harus dimiliki anak sebelum menukarkannya
dengan reinforcer. Sebelum menerapkan sistemnya, terlebih dahulu kita harus
menentukan keakuratan harganya. Jika anak tidak mampu mengumpulkan cukup token
untuk melakukan pembelian, maka mereka akan kehilangan motivasi untuk belajar.
Sebaiknya kita menyusun suatu menu reward dengan nilai token yang sangat beragam.
3.
Teknik kontrak
prilaku.
Kontrak prlaku didasarkan pada operan kondisionong,
penguatan positif dan juga dapat digunakan sebagai variasi dari teknik prinsip
premack. Kontrak prilaku dalah kesepakatan antara dua orang individu ( konselor,
klien) dimana kedua orang sepakat terlibat dalam suatu rilaku target. Setiap
orang yang terlibat harus menegosiasikan syaratnya sehingga kontraknya dapat
diterima oleh semua orang. Prinsip ini bisa diterapka pada anak yang tidak
memiliki motivasi belajar, karena dengan adanya suatu kontrak prilaku, anak
tersebut harus belajar, kalau tidak mereka akan menerima kosekuensinya sesuai
dengan kesepakatan kontrak. Salah satu keunggulan teknik ontrak prilaku adalah
melatih anak untuk tetap konsisten, sehingga anak dapat bertanggung
jawab kepada orang tua ataupun gurunya sesuai kesepakatan.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Motivasi belajar
yang rendah adalah tidak adanya dorongan dalam diri siswa dalam melakukan
kegiatan belajar dan tidak adanya arahan perbuatan belajar serta proses yang
memberi semangat sehingga tidak dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan
kurangnya motivasi belajar siswa maka kegiatan belajar mengajar yang dilakukan
di dalam kelas tidak akan berhasil atu tidak akan mencapai tujuan yang
diharapkan.
2.
Motivasi belajar
siswa dipengaruhi oleh beberapa factor baik itu dari luar maupun dari dalam.
Factor- factor tersbut antara lain: orang tua, guru, kondisi social ekonomi,
jenis dan apek- aspek psikis
3.
Pendekatan
behavior adalah salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam menyelesaikan
masalah tingkah laku yang ditimbulkan oleh dorongan dari dalam dan dorongan
untuk memenuhi kebuuhan hidup melalui proses belajar agar orang bisa bertindak
dan bertingkah laku lebih efektif dan efisien.
4.
Dalam pendekatan
behavior ada beberapa teknik yang bisa digunakan dalam menigkatkan motivasi
belajar anak seperti teknik prinsip premack, kontrak prilaku, token ekonomi,
DAFTAR PUSTAKA
Erford B. T. 2016. 40 Teknik yang Harus Diketahui Setiao Konselor. Yogyakarta :
Pustaka Pelajar
Mukhoirah.
2014. Konseling Behavioral dalam Mengatasi Siswa dengan Motivasi Belajar
Rendah. Jurnal Kependidikan Islam Volume
4. Nomor 2. Tahun 2014.
Sardiman.
2006. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada.
Tohirin.
2012. Bimbingan dan Konseling di Sekolah
dan Madrasah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
No comments:
Post a Comment