Pages

Thursday, September 7, 2017

meningkatkan manajemen waktu siswa menggunakan teknik problem solving



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manajemen waktu yang baik adalah dengan membuat data aktivitas atau pekerjaan dan menentukan skala prioritas dari setiap pekerjaan tersebut. Dengan adanya data tersebut para siswa diharapan untuk dapat mengatur waktunnya dengan baik agar siswa mampu menjalankan kegiatan intra dan ekstranya secara beriringan dan tidak saling bertabrakan yang dapat mengakibatkan terbengkalanya salah satu dari kegiatan tersebut.
 Pemahaman siswa tentang manajemen waktu akan membentuk pribadi yang disiplin. Siswa harus terlatih dalam mengatur dan mengalokasikan waktu setiap hari. Pengaturan waktu yang baik membuat siswa mampu memisahkan kegiatan belajar dan kegiatan pribadi.
Dengan banyaknya kegiatan ekstrakurikuler di sekolah seringkali siswa tidak dapat mengatur waktunya sehingga kegiatan ekstrakurikuler mengganggu jadwal belajar dan ”Family Time” siswa di rumah. Akibatnya banyak siswa yang mengalami penurunan prestasi akademik dikarenakan mereka terlalu asik dengan kegiatan diluarnya tanpa memanajemen waktunya.
Keterbatasan pemahaman siswa terhadap permasalahan kebiasaan belajar menyebabkan siswa seringkali mengerjakan tugas secara terburu-buru menjelang batas akhir pengumpulan tugas, ingin menyelesaikan tugas dengan cepat sehingga mengakibatkan tugas tidak dapat terselesaikan secara baik dan tuntas, dan siswa berkecenderungan untuk mengerjakan tugas secara asal-asalan hanya untuk menggugurkan kewajiban mengumpulkan tugas. Siswa juga menuturkan bahwa untuk menyelesaikan tugas sekolah kerap mengerjakan tugas/pekerjaan rumah secara terburu-buru di sekolah pada saat akhir batas waktu pengumpulan. Selain itu, para siswa menceritakan bahwa mereka memiliki pemahaman terbatas mengenai pemanfaatan waktu secara baik sehingga tidak memiliki kebiasaan belajar yang teratur. Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan maka secara mengerucut dapat disimpulkan bahwa terdapat permasalahan pada siswa dalam kebiasaan belajar yang disebabkan oleh rendahnya pemahaman siswa akan manajemen waktu, khususnya waktu belajar.
Oleh karena itu dengan maraknya masalah yang sering terjadi pada siswa yang diakibatkan oleh kesalahan dalam memanajemen waktunya, maka guru BK seharusnya mengambil tidakan yang diperlukan guna untuk menyelesaikan masalah tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. apa yang dimaksud dengan manajemen waktu?
2. Apa manfaat dari manajemen waktu?
3. Apa saja layanan bimbingan pribadi yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam memanajemen waktu ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk memahami yang dimaksud dengan manajemen waktu
2. Untuk memhami manfaat dari manajemen waktu
3. Untuk memahami layanan layanan bimbingan pribadi yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam manajemen waktu
D. Manfaat Penulisan
1. Manfaat bagi penulis
-Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Bimbingan Konseling Pribadi dan Sosial.
-Agar penulis lebih paham dan lebih mendalami lagi tentang manajemen waktu yang akan diberikan kepada siswa
2. Manfaat Bagi Pembaca
-Agar pembaca dapat memahami tentang bagaimana cara memanajemen waktu dengan baik.






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Manajemen Waktu
Menurut Mujiyono, dkk (2009: 5) manajemen waktu adalah perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu. Sejalan dengan hal tersebut Purwanto (2008: 6) berpendapat bahwa manajemen waktu adalah proses harian yang digunakan untuk membagi waktu, membuat jadwal, daftar hal-hal yang harus dilakukan, pendelegasian tugas, dan sistem lain yang membantu untuk menggunakan waktu secara efektif.
Manajemen waktu memiliki beberapa aspek yang perlu diketahui oleh setiap siswa. Tiger (1999: 381) mengemukakan aspek-aspek dalam manajemen waktu yaitu: a) penetapan tujuan dan prioritas; b) mekanisme manajemen waktu; c) kontrol terhadap waktu. Penetapan tujuan dan prioritas tersebut ditetapkan berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab yang dipikul siswa pada saat itu. Misalnya, dalam suatu minggu di sekolah akan dilakukan ujian, sementara siswa juga mempunyai jadwal rutin les musik, dan mengumpulkan tugas mandiri. Berkaitan dengan tiga kegiatan tersebut siswa harus memilih mana yang lebih penting untuk didahulukan antara mempersiapkan ujian, mengumpulkan tugas mandiri atau les musik. Siswa menetapkan tujuan dari masing-masing kegiatan tersebut. Mengerjakan tugas mandiri dan ujian bagian utama dari tugas perkembangan siswa, dimana tugas mandiri ikut berperan memberikan bobot penilaian yang diberikan guru di luar nilai ujian, sedangkan les musik merupakan kegiatan pengembangan hobi. Oleh karena itu, siswa harus menetapkan tujuan dari ketiga kegiatan tersebut.
Rohadi (2008: 88) menjelaskan beberapa faktor yang menentukan tercapainya proses manajemen waktu siswa antara lain: a) faktor dalam diri yang melakukan kesalahan; b) faktor pandangan hidup (life way); c) faktor lingkungan sekolah. Pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi memanajemen waktu, dapat dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan memanajemen waktu di lingkungan sekolah yang dilaksanakan dalam suatu kegiatan belajar dengan layanan bimbingan kelompok
Manajemen Waktu pada dasarnya adalah kemampuan kita dalam merencanakan, mengorganisasikan dan mengaturkan waktu yang akan dihabiskan untuk melakukan kegiatan tertentu secara efektif  demi untuk mencapai Tujuan kita.
B.     Manfaat Manajemen Waktu Bagi Siswa.
Ada manfaat yang dapat diperoleh dari memanajemen waktu :
a.         Menghilangkan kebiasaan suka menunda.
Bagi andayang mempunyai sifat pemalas, manajemen waktu yang baik adalah obat yang paling ampuh untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dengan manajeen waktu yang baik akan mengajarkan kepada anda bagaimana cara pengaturan waktu yang baik dan efisien. Sehingga dapat dengan mudah menghilangkan kebiasaan suka menunda tersebut.
b.        Membuat diri anda lebih disiplin.
Manajemen waktu yang baik akan emberikan mamfaat kepada anda anda untuk mampu mengatur waktu lebih baik serta dapat  dijadikan sebuah alunan dalam aktivitas anda. Hal ini tentunya akan membuat anda menjadi lebih disiplin menjalani hidup dan menjadi pribadi yang teratur.
c.         Mempermudah segala urusan.
Salah satu mamfaat manajemen waktu yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia yaitu mempermudah setiap urusan. Manajemen waktu yang baik yentunya akan mempersingkat tenaga anda dalam suatu hal sehingga menjadi lebih efisien dalam mengatasi semua permasalahan.
d.        Menghindari tabrakan antar aktifitas.
Dengan manajemen waktu yang baik dapat membuat aktifitas menjadi lebih teratur sehingga dapat menghindari tabrakan antar aktivitas.

C.    Meningkatkan manajemen waktu siswa menggunakan teknik problem solving
Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan yang diberikan dalam suasana kelompok untuk memberikan informasi berdasarkan kepentingan kelompok. Menurut Sukardi (2008: 64) bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari sumber tertentu (terutama daripembimbing/konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupannya sehari-hari sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat serta untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Menurut Romlah (2006: 3) pengertian bimbingan kelompok adalah proses pemberian bantuan yang diberikan pada individu dalam situasi kelompok. Bimbingan kelompok ditunjukkan untuk mencegah timbulnya masalah pada siswa dan mengembangkan potensi siswa. Berdasarkan pendapat ahli dan dikaitkan dengan mnajemen waktu, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah siswa secara bersama-sama memperoleh berbagai pemahaman mengenai manajemen waktu sehingga mampu mengambil keputusan untuk mengatasi kesulitan manajemen waktu dengan strategi yang tepat dan efisien untuk meningkatkan hasil belajar.
Layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving dilakukan dengan cara melakukan diskusi untuk membuat penilaian dan merumuskan keputusan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Pada penelitian ini, permasalahan yang dimaksudkan terkait dengan manajemen waktu sehingga siswa membuat penilaian terhadap kesulitan memanajemen waktu berdasarkan penyebabnya (baik faktor dari dalam diri maupun dari lingkungan) dan secara bersama-sama siswa merumuskan keputusan-keputusan untuk menyelesaikan masalah dengan memperbaiki pandangan hidup dan memotivasi siswa untuk memanajemen waktu.
Penekanan teknik problem solving terletak pada masalah dan pemecahan masalah. Romlah (2006: 93) mengemukakan teknik problem solving (problem solving tecniques) adalah suatu proses yang kreatif dimana individu-individu menilai perubahan-perubahan yang ada pada dirinya dan lingkungannya dan membuat pilihan-pilihan baru, keputusan-keputusan atau penyesuaian yang selaras dengan tujuan-tujuan dan nilai hidupnya. Problem solving merupakan suatu pemahaman yang meliputi kemampuan untuk mencari informasi, menganalisa dan mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif sehingga dapat mengambil suatu tindakan keputusan untuk mencapai sasaran. elebihan dari teknik problem solving:
a) Teknik ini membuat pendidikan di sekolah menjadi relevan dengan kehidupan.
b) Dapat membiasakan pada siswa untuk menghadapi permasalahan di dalam kehidupan.
c) Mengembangkan proses berfikir siswa secara kreatif dan menyeluruh;
d) melatih siswa untuk mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan .
e) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
Melihat kelebihan-kelebihan yang ada pada teknik problem solving, maka teknik ini dipandang cocok dan tepat digunakan dalam meningkatkan pemahaman manajemen waktu siswa. Teknik problem solving juga juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berfikir secara kritis dan mandiri agar mampu menyelesaikan permasalahan dalam manajemen waktu.
Pemecahan masalah mengutamakan siswa untuk berfikir kritis dalam mengidentifikasi masalah, merumuskan sebab-sebab terjadinya masalah, mencari alternatif pemecahan masalah, serta mengadakan penilaian terhadap hasil yang akan dicapai. Guru bimbingan dan konseling hanya bertugas mengarahkan siswa sehingga siswa dituntut aktif dan berfikir ilmiah dan kritis. Keaktifan siswa akan mempermudah dan mempercepat dalam memahami manajemen waktu karena siswa berfikir sendiri melalui kasus yang diselesaikan yaitu masalah tentang manajemen waktu. Dengan demikian, teknik problem solving dianggap cocok sebagai cara untuk meningkatkan pemahaman manajemen waktu siswa karena siswa dibebaskan untuk mengeluarkan pendapat sesuai dengan pemahaman yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi terutama masalah dalam manajemen waktu.











BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil diskusi kelompok kami, kesimpulan yang dapat kami ambil yaitu:
1.      Manajemen Waktu pada dasarnya adalah kemampuan kita dalam merencanakan, mengorganisasikan dan mengaturkan waktu yang akan dihabiskan untuk melakukan kegiatan tertentu secara efektif  demi untuk mencapai Tujuan kita.
2.      Manfaat yang dapat diperoleh dari memanajemen waktu: Menghilangkan Kebiasaan Suka Menunda, Membuat Diri Menjadi Lebih Disiplin, Mempermudah Semua Urusan, Menghindari Tabrakan Antar Aktifitas
3.      Layanan yang digunakan dalam membantu siswa mengelola waktunya yaitu dengan menggunakan pendekatan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving (pemecahan masalah).

B.     Saran
Dengan adanya makalah ini, penulis berharap kepada pembaca untuk dapat lebih memahami tentang bagaimana seorang siswa dapat mengelola waktunya.





DAFTAR PUSTAKA

Mujiono, dkk. 2009. Modul Pengembangan Diri melalui Layanan Bimbingan dan Konseling SMK. Yogyakrta: Paramitha Publishing.
Purwanto, Sigit. 2008. Pocket Mentor Manajemen Waktu. Jakarta: Esensi Erlangga Group.
Rohadi. 2008. Pengaruh Manajemen Waktu dan Motivasi Mengajar terhadap Kompetensi Profesional Guru di Sekolah Menengah Atas Kota Pekalongan. Tesis. Semarang: Program Studi Manajemen Pendidikan Pogram Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.
Romlah, Tatiek. 2006. Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. Malang: Universitas Negeri Malang.
Sukardi, Dewa Ketut. 2008. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta
Tiger, Therese Hoff. 1999. Time Management: Test of Proses Model. Jurnal of appliet psychologi, 79(3): 381-391.



1 comment:

  1. boleh minta jurnal Tiger, Therese Hoff. 1999. Time Management: Test of Proses Model. Jurnal of appliet psychologi, 79(3): 381-391

    ReplyDelete