BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manajemen
waktu yang baik adalah dengan membuat data aktivitas atau pekerjaan dan
menentukan skala prioritas dari setiap pekerjaan tersebut. Dengan adanya data
tersebut para siswa diharapan untuk dapat mengatur waktunnya dengan baik agar
siswa mampu menjalankan kegiatan intra dan ekstranya secara beriringan dan
tidak saling bertabrakan yang dapat mengakibatkan terbengkalanya salah satu
dari kegiatan tersebut.
Pemahaman siswa tentang manajemen waktu akan
membentuk pribadi yang disiplin. Siswa harus terlatih dalam mengatur dan
mengalokasikan waktu setiap hari. Pengaturan waktu yang baik membuat siswa
mampu memisahkan kegiatan belajar dan kegiatan pribadi.
Dengan
banyaknya kegiatan ekstrakurikuler di sekolah seringkali siswa tidak dapat
mengatur waktunya sehingga kegiatan ekstrakurikuler mengganggu jadwal belajar
dan ”Family Time” siswa di rumah. Akibatnya
banyak siswa yang mengalami penurunan prestasi akademik dikarenakan mereka
terlalu asik dengan kegiatan diluarnya tanpa memanajemen waktunya.
Keterbatasan
pemahaman siswa terhadap permasalahan kebiasaan belajar menyebabkan siswa seringkali
mengerjakan tugas secara terburu-buru menjelang batas akhir pengumpulan tugas,
ingin menyelesaikan tugas dengan cepat sehingga mengakibatkan tugas tidak dapat
terselesaikan secara baik dan tuntas, dan siswa berkecenderungan untuk mengerjakan
tugas secara asal-asalan hanya untuk menggugurkan kewajiban mengumpulkan tugas.
Siswa juga menuturkan bahwa untuk menyelesaikan tugas sekolah kerap mengerjakan
tugas/pekerjaan rumah secara terburu-buru di sekolah pada saat akhir batas
waktu pengumpulan. Selain itu, para siswa menceritakan bahwa mereka memiliki
pemahaman terbatas mengenai pemanfaatan waktu secara baik sehingga tidak
memiliki kebiasaan belajar yang teratur. Berdasarkan permasalahan yang telah
dipaparkan maka secara mengerucut dapat disimpulkan bahwa terdapat permasalahan
pada siswa dalam kebiasaan belajar yang disebabkan oleh rendahnya pemahaman
siswa akan manajemen waktu, khususnya waktu belajar.
Oleh
karena itu dengan maraknya masalah yang sering terjadi pada siswa yang
diakibatkan oleh kesalahan dalam memanajemen waktunya, maka guru BK seharusnya
mengambil tidakan yang diperlukan guna untuk menyelesaikan masalah tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. apa yang
dimaksud dengan manajemen waktu?
2. Apa manfaat
dari manajemen waktu?
3. Apa saja layanan
bimbingan pribadi yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam memanajemen
waktu ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk
memahami yang dimaksud dengan manajemen waktu
2. Untuk memhami
manfaat dari manajemen waktu
3. Untuk memahami
layanan layanan bimbingan pribadi yang dapat digunakan untuk membantu siswa
dalam manajemen waktu
D. Manfaat Penulisan
1. Manfaat bagi
penulis
-Untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah Bimbingan
Konseling Pribadi dan Sosial.
-Agar
penulis lebih paham dan lebih mendalami lagi tentang manajemen waktu yang akan
diberikan kepada siswa
2.
Manfaat Bagi Pembaca
-Agar
pembaca dapat memahami tentang bagaimana cara memanajemen waktu dengan baik.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Manajemen Waktu
Menurut
Mujiyono, dkk (2009: 5) manajemen waktu adalah perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu. Sejalan dengan hal tersebut
Purwanto (2008: 6) berpendapat bahwa manajemen waktu adalah proses harian yang
digunakan untuk membagi waktu, membuat jadwal, daftar hal-hal yang harus
dilakukan, pendelegasian tugas, dan sistem lain yang membantu untuk menggunakan
waktu secara efektif.
Manajemen
waktu memiliki beberapa aspek yang perlu diketahui oleh setiap siswa. Tiger
(1999: 381) mengemukakan aspek-aspek dalam manajemen waktu yaitu: a) penetapan
tujuan dan prioritas; b) mekanisme manajemen waktu; c) kontrol terhadap waktu.
Penetapan tujuan dan prioritas tersebut ditetapkan berkaitan dengan tugas dan
tanggung jawab yang dipikul siswa pada saat itu. Misalnya, dalam suatu minggu
di sekolah akan dilakukan ujian, sementara siswa juga mempunyai jadwal rutin
les musik, dan mengumpulkan tugas mandiri. Berkaitan dengan tiga kegiatan
tersebut siswa harus memilih mana yang lebih penting untuk didahulukan antara
mempersiapkan ujian, mengumpulkan tugas mandiri atau les musik. Siswa
menetapkan tujuan dari masing-masing kegiatan tersebut. Mengerjakan tugas
mandiri dan ujian bagian utama dari tugas perkembangan siswa, dimana tugas
mandiri ikut berperan memberikan bobot penilaian yang diberikan guru di luar
nilai ujian, sedangkan les musik merupakan kegiatan pengembangan hobi. Oleh
karena itu, siswa harus menetapkan tujuan dari ketiga kegiatan tersebut.
Rohadi
(2008: 88) menjelaskan beberapa faktor yang menentukan tercapainya proses
manajemen waktu siswa antara lain: a) faktor dalam diri yang melakukan
kesalahan; b) faktor pandangan hidup (life way); c) faktor lingkungan
sekolah. Pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi memanajemen waktu,
dapat dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan memanajemen waktu di
lingkungan sekolah yang dilaksanakan dalam suatu kegiatan belajar dengan
layanan bimbingan kelompok
Manajemen Waktu pada dasarnya adalah
kemampuan kita dalam merencanakan, mengorganisasikan dan mengaturkan waktu yang
akan dihabiskan untuk melakukan kegiatan tertentu secara efektif demi
untuk mencapai Tujuan kita.
B.
Manfaat Manajemen Waktu Bagi Siswa.
Ada manfaat yang dapat diperoleh dari memanajemen
waktu :
a.
Menghilangkan
kebiasaan suka menunda.
Bagi
andayang mempunyai sifat pemalas, manajemen waktu yang baik adalah obat yang
paling ampuh untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dengan manajeen waktu yang
baik akan mengajarkan kepada anda bagaimana cara pengaturan waktu yang baik dan
efisien. Sehingga dapat dengan mudah menghilangkan kebiasaan suka menunda
tersebut.
b.
Membuat diri
anda lebih disiplin.
Manajemen
waktu yang baik akan emberikan mamfaat kepada anda anda untuk mampu mengatur
waktu lebih baik serta dapat dijadikan
sebuah alunan dalam aktivitas anda. Hal ini tentunya akan membuat anda menjadi
lebih disiplin menjalani hidup dan menjadi pribadi yang teratur.
c.
Mempermudah
segala urusan.
Salah
satu mamfaat manajemen waktu yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia yaitu
mempermudah setiap urusan. Manajemen waktu yang baik yentunya akan
mempersingkat tenaga anda dalam suatu hal sehingga menjadi lebih efisien dalam
mengatasi semua permasalahan.
d.
Menghindari
tabrakan antar aktifitas.
Dengan
manajemen waktu yang baik dapat membuat aktifitas menjadi lebih teratur
sehingga dapat menghindari tabrakan antar aktivitas.
C. Meningkatkan manajemen waktu siswa menggunakan teknik problem solving
Layanan bimbingan kelompok merupakan
layanan yang diberikan dalam suasana kelompok untuk memberikan informasi
berdasarkan kepentingan
kelompok. Menurut Sukardi (2008: 64) bimbingan kelompok adalah layanan
bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah peserta
didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari sumber tertentu
(terutama daripembimbing/konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupannya
sehari-hari sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat serta untuk
pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Menurut Romlah (2006: 3) pengertian
bimbingan kelompok adalah proses pemberian bantuan yang diberikan pada individu
dalam situasi kelompok. Bimbingan kelompok ditunjukkan untuk mencegah timbulnya
masalah pada siswa dan mengembangkan potensi siswa. Berdasarkan pendapat ahli
dan dikaitkan dengan mnajemen waktu, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan
kelompok adalah layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah siswa secara
bersama-sama memperoleh berbagai pemahaman mengenai manajemen waktu sehingga
mampu mengambil keputusan untuk mengatasi kesulitan manajemen waktu dengan
strategi yang tepat dan efisien untuk meningkatkan hasil belajar.
Layanan bimbingan kelompok dengan teknik
problem solving dilakukan dengan cara melakukan diskusi untuk membuat
penilaian dan merumuskan keputusan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Pada
penelitian ini, permasalahan yang dimaksudkan terkait dengan manajemen waktu
sehingga siswa membuat penilaian terhadap kesulitan memanajemen waktu
berdasarkan penyebabnya (baik faktor dari dalam diri maupun dari lingkungan)
dan secara bersama-sama siswa merumuskan keputusan-keputusan untuk
menyelesaikan masalah dengan memperbaiki pandangan hidup dan memotivasi siswa
untuk memanajemen waktu.
Penekanan teknik problem solving terletak
pada masalah dan pemecahan masalah. Romlah (2006: 93) mengemukakan teknik problem
solving (problem solving tecniques) adalah suatu proses yang kreatif
dimana individu-individu menilai perubahan-perubahan yang ada pada dirinya dan
lingkungannya dan membuat pilihan-pilihan baru, keputusan-keputusan atau
penyesuaian yang selaras dengan tujuan-tujuan dan nilai hidupnya. Problem
solving merupakan suatu pemahaman yang meliputi kemampuan untuk mencari
informasi, menganalisa dan mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk
menghasilkan alternatif sehingga dapat mengambil suatu tindakan keputusan untuk
mencapai sasaran. elebihan
dari teknik problem solving:
a)
Teknik ini membuat pendidikan di sekolah menjadi relevan dengan kehidupan.
b) Dapat membiasakan pada
siswa untuk menghadapi permasalahan di dalam kehidupan.
c)
Mengembangkan proses
berfikir siswa secara kreatif dan menyeluruh;
d)
melatih siswa untuk mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan .
e)
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang
mereka miliki dalam dunia nyata.
Melihat kelebihan-kelebihan yang ada
pada teknik problem solving, maka teknik ini dipandang cocok dan tepat
digunakan dalam meningkatkan pemahaman manajemen waktu siswa. Teknik problem
solving juga juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berfikir secara
kritis dan mandiri agar mampu menyelesaikan permasalahan dalam manajemen waktu.
Pemecahan masalah mengutamakan siswa
untuk berfikir kritis dalam mengidentifikasi masalah, merumuskan sebab-sebab
terjadinya masalah,
mencari alternatif pemecahan masalah, serta mengadakan penilaian terhadap hasil
yang akan dicapai. Guru bimbingan dan konseling hanya bertugas mengarahkan
siswa sehingga siswa dituntut aktif dan berfikir ilmiah dan kritis. Keaktifan
siswa akan mempermudah dan mempercepat dalam memahami manajemen waktu karena
siswa berfikir sendiri melalui kasus yang diselesaikan yaitu masalah tentang
manajemen waktu. Dengan demikian, teknik problem solving dianggap cocok
sebagai cara untuk meningkatkan pemahaman manajemen waktu siswa karena siswa
dibebaskan untuk mengeluarkan pendapat sesuai dengan pemahaman yang dimiliki
dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi terutama masalah dalam manajemen
waktu.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil diskusi kelompok kami, kesimpulan
yang dapat kami ambil yaitu:
1. Manajemen Waktu pada dasarnya adalah
kemampuan kita dalam merencanakan, mengorganisasikan dan mengaturkan waktu yang
akan dihabiskan untuk melakukan kegiatan tertentu secara efektif demi
untuk mencapai Tujuan kita.
2. Manfaat yang dapat diperoleh dari memanajemen waktu: Menghilangkan
Kebiasaan Suka Menunda, Membuat
Diri Menjadi Lebih Disiplin, Mempermudah
Semua Urusan, Menghindari
Tabrakan Antar Aktifitas
3. Layanan yang
digunakan dalam membantu siswa mengelola waktunya yaitu dengan menggunakan
pendekatan bimbingan kelompok dengan teknik problem
solving (pemecahan masalah).
B.
Saran
Dengan adanya makalah ini, penulis berharap kepada
pembaca untuk dapat lebih memahami tentang bagaimana seorang siswa dapat
mengelola waktunya.
DAFTAR
PUSTAKA
Mujiono, dkk. 2009. Modul
Pengembangan Diri melalui Layanan Bimbingan dan Konseling SMK. Yogyakrta:
Paramitha Publishing.
Purwanto,
Sigit. 2008. Pocket Mentor Manajemen Waktu. Jakarta: Esensi Erlangga
Group.
Rohadi. 2008. Pengaruh Manajemen
Waktu dan Motivasi Mengajar terhadap Kompetensi Profesional Guru di Sekolah
Menengah Atas Kota Pekalongan. Tesis. Semarang: Program Studi Manajemen
Pendidikan Pogram Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.
Romlah, Tatiek. 2006. Teori dan
Praktek Bimbingan Kelompok. Malang: Universitas Negeri Malang.
Sukardi, Dewa Ketut. 2008. Pengantar
Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka
Cipta
Tiger, Therese Hoff. 1999. Time
Management: Test of Proses Model. Jurnal of appliet psychologi, 79(3): 381-391.
boleh minta jurnal Tiger, Therese Hoff. 1999. Time Management: Test of Proses Model. Jurnal of appliet psychologi, 79(3): 381-391
ReplyDelete