Apabila
klien menolak untuk mengungkapkan perasaannya maka konseli harus membuka
percakapan (opening). Ajakan berbicara terbuka oleh konselor akan memberi
kesempatan kepada konseli untuk mengungkapkan perasaannya secara bebas. Ajakan
berbicara oleh konselor akan lebih efektif apabila disertai dengan sikap, cara
duduk, gesture tubuh yang baik.
Tujuan
latihan membuka percakapan yaitu untuk menguasai dua teknik dasar konseling
yaitu:
1. Mengajukan pertanyaan- pertanyaan yang memungkinkan
jawaban- jawaban konseli/ klien
2. Menggunakan rangsangan minimal untuk mendorong
konseli berbicara.
Ada
beberapa contoh pertanyaan yang dapat dilakukan pada tahap opening ini yaitu;
1. Pertanyaan untuk Mendorong untuk memulai berbicara
a)
Apa yang anda
akan kemukakan sekarang?
b)
Bagaimana
keadaan anda sesudah pertemuan ini?
2. Pertanyaan untuk mengungkapkan diri
a)
Dapatkah anda
mengungkapkan lebih banyak tentang hal itu pada saya?
b)
Bagaiman
perasaan anda ketika hal itu terjadi?
Prosedur
latihan:
1. Bentuk kelompok kecil beranggotakan 3-5 orang
2. Sebagai persiapan untuk menjadi klien, pilihlah
salah satu pokok masalah yang akan dilatihkan. Pilihlah salah satu laternatif
maslah berikut ;
a)
Seorang siswa
yang putus asa karena tinggal kelas.
b)
Seorang siswa
yang bingung melanjutkan studi atau lanjut kerja setelah lulus sekolah.
3. Setelah memilih salah satu alternative masalah
diatas,, bayangkanlah bahwa masalah yang
anda pilih adalah masalah yang anda hadapi saat ini.
4. Sebagai persiapan untuk menjadi konselor setiap
anggota kelompok membuat membuat pertanyaan kunci yang akan digunakan untuk
membuka percakapan dengan klien.
No comments:
Post a Comment