Pages

Saturday, September 16, 2017

Pemberdayaan Perempuan Dalam Pembangunan Pada Masyarakat Desa




1.      Rasional
Peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan sangat diperlukan karena kualitas kehidupan perempuan masih jauh lebih rendah daripada laki-laki. Seperti masih tingginya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta masih adanya kesenjangan pencapaian hasil pembangunan antara perempuan dan laki-laki, yang tercermin dari masih terbatasnya akses sebagian besar perempuan ke layanan pendidikan yang lebih tinggi, dan keterlibatan dalam kegiatan publik yang lebih luas. Terutama pada desa- desa yang masih menganut nilai yang cenderung tradisional yang menganggap bahwa wanita karir itu tabu dan cendrung menganggap bahwa pekerjaan kaum wanita itu hanya pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mencuci, menjaga anak dan membersihkan rumah, sementara untuk urusan mencari nafkah itu mutlak urusan suami. Hal ini merupakan suatu bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan karena tidak diberikannya akses, control, kesempatan partisipasi dan tidak memperoleh mamfaat yang maksimal dari hasil pembangunan yang dilakukan di tengah masyarakat. Hal ini ,menyebabkan terampasnya hak- hak perempuan karena tidak diberikannya akses untuk mengaktualisasikan dirinya dan memamfaatkan potensi yang mereka miliki secara maksimal. Padahal banyak diantara mereka yang memiliki potensi pada bidang tertentu jauh lebih baik dari pada laki- laki.  
Peningkatan peran perempuan dalam pembangunan sangat penting dalam meningkatkan kesejahtraan keluarga. Dengan aktifnya perempuan dalam pembanguan maka mereka dapat bekerja sama dengan laki- laki untuk meningkatkan pembangunan dalam lingkungan masyarakat. Dengan diberikannya akses bagi perempuan dalam pembangunan membuat mereka dapat mengemukakan pendapatnya dan membuat mereka tidak terdiskriminasi dalam memperoleh mamfaat dari pembangunan itu sendiri.
2.      Tujuan
a.       Memberikan akses kepada perempuan untuk bisa menyalurkan bakat dan potensinya dalam berbagai bidang pembangunan terutama di desa.
b.      Meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan baik itu dalam pengambilan keputusan, perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan sehingga mamfaat dari pembangunan dapat dirasakan oleh semua pihak secaraa adil
c.       Mendorong perempuan untuk lebih produktif sehingga dapat membantu perekonomian keluarga dan tidak hanya mengandalkan suami dalam pemenuhan kebutuhan tapi perempuan bisa secara mandiri memenuhi kebutuhannya.
d.      Meningkatkan produktifitas penduduk karena laki- laki dan perempuan dapat bekerja sama satu sama lain
3.      Langkah- langkah:
a.       Pemberian sosialisasi kepada masyarakat desa tentang kesetaraan gender.
Hal yang pertama yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat,baik perempuan maupun laki- laki tentang pentingnya peran perempuan dalam pembangunan.  Sosialisasi gender ini penting bagi masyarakat desa untuk menyadarkan mereka bahwa nilai yang mereka anut kurang tepat sehingga harus ditinggalkan. Dalam pemberian layanan informasi tentang gender dapat dilakukan dengan teknik modeling, yaitu mengambil beberapa contoh perempuan yang telah sukses berkarir dalam bidang pembangunan, politik maupun ekonomi.
b.      Memberikan pendidikan keterampilan kepada perempuan desa.
Untuk dapat terlibat dalam pembangunan maka perempuan desa ini memerlukan suatu keterampilan. Oleh karena itu perempuan desa ini harus diberikan akses dan difasilitasi untuk mendapatkan keterampilan tersebut. Ini bisa dilakukan dengan membuka pelatihan- pelatihan kepada perempuan desa seperti menjahit, tata boga, atau pelatihan di bidang teknologi seperti IT. Dengan menguasi suatu keterampilan maka perempuan ini dapat meningkatkan produktivitas ekonomi keluarganya dan tidak bergantung lagi kepada laki-  laki atau suami mereka.
c.       Memberikan kesempatan kepada perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
Partisipasi perempuan sangat diperlukan dalam pembangunan karena yang tahu kebutuhan perempuan,sumber daya yang dimiliki dan masalah- masalah pada perempuan adalah perempuan itu sendiri. Partisipasi perempuan memiliki kontribsi yang sangat besar terhadap suksesnya pelaksanaan pembangunan. Ada beberapa bentuk partisipasi yang dapat dilaksanakan perempuan dalam pembangunan seperti:
1)      Partisipasi dalam pembuatan keputusan. Perempuan harus diberikan akses untuk ikut dalam musyawarah rencana pembangunan desa, agar mereka dapat menyuarakan hak dan keinginan mereka.
2)      Partisipasi dalam pelaksanaan. Perempuan juga harus aktif dalam pelaksanaan pembangunan, bukan berarti perempuan harus menjadi buruh atau pekerjaan kasar lainnya. Perempuan bisa berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan kapasitas yang dimilikinya
3)      Partisipasi dalam menerima mamfaat. Suatu pembangunan harus melihat apakah mamfaat dari pembangunan tersebut dapat dirasakan semua pihak baik perempuan maupun laki- laki. Pembangunan harus memperhatikan kebutuhan- kebutuhan antara laki- laki dan perempuan.

No comments:

Post a Comment