Pages

Wednesday, October 25, 2017

Reaksi Frustasi yang Negatif : Kaitan Mekanisme Melarikan Diri dengan Gangguan Kejiwaan




Selain reaksi frustasi yang positif,ada pula reaksi frustasi yang negatif, yang sanat idak mengntungkan bagi pribadi yang mengalami frustasi dan merugikan ora lain juga. Juga mengakibakan gangguan kejiwaan.
Frustasi itu sendiri selalu mengandung dimensi ketegangan, sedangkan usaha menyelesaikan atau mengatasi frustasi itu selalu berupa usaha meredusir mengurangi ketegangan tersebut.
Bentuk- bentuk penyelesaian yang tidak riil, negatif sifatnya, dan tidak menguntungkan, yaitu dengan cara tidak menguntungkan dikenal dengan istilah defense mechanism. Disebut defense mechanism karena individu mencoba mengelak dan membela diridari kelemahan dan kekerdilan diri sendiri dan mencoba mempertahankan harga diri, yaitu dengan mengemukakan berbagai alasan.
Bentuk pertahanan diri yang negatif antara lain:
1.      Agresi
Agresi adalah  kemarahanyang meluap-luap, dan orang melakukan serangan secara kasar, dengan jalan yang tidak wajar.
Karena selalu gagal dalam usahanya reaksinya sangat primitif, berupa kemarahan dan luapan emosi kemarahan yang meledak- ledak. Kadang- kadang disertai dengan tindakan sadis dan usaha membunuh orang.
2.      Regresi
Regresi ialah rilaku surut kembali pada pola reaksi atau tingkat perkembangan yang primitif, yang tidak adekuat, dan pola tingkah laku yang kekanak- kanakan, infantil, dan tidak sesuai dengan tingkah laku usianya.
Hal ini disebabkan karena individuyang bersangkutan mengalami frustasi berat yang tidak tertanggungkan. Pola reaksinya antara lain berupa menjerit- jerit mengguing- guling, menangis meraung- raung dsb.eaksi tersebut disebabkan rasa kebimbangan, rasa dongkol, rasa tidak mampu, lalu ia ingin dihibur dan ditolong, agar ia bisa keluar dari kesulitannya.
3.      Fiksasi
Fiksasi adalah pelekatan atau pembatasan pada satu pola tingkah laku responsif yang tetap, sehingga tingkah laku menjadi stereotipis kaku.
Fiksasi adalah satu mode tngkah laku tegar yang ingin mempertahankan ketidakgunaan atau ketidaktahuan.
Jika seseorang selalu menghadapi jalan buntu dan kegagalan dalam usahanya, lambat laun dia bisa mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang khas, yang stereotipis.
4.      Kompleks terdesak
Pendesakan ialah usaha- usaha menghilangkan dan menekan isis- isi kejiwaan yang tidak menyenangkan dan kebutuhan manusiawi ke dalam ketidaksadaran atau ke bawah sadar.

5.      Rasionalisasi dan justifikasi diri
Rasionalisasi ialah cara menolong diri sendiri secara tidak wajar atauteknik pembenaran diri dengan membuat sesuatu yang tidak rasional serta tidak menyanamgkan menjadi hal yang rasional dan menyenangkan bgi diri sendiri.
Jika seseorang mengalami frustasi maka biasanya dia akan mencari asal penyebab dari orang lain, atau mencarinya pada keadaan diluar dirinya. Dia menganggap dirinya paling benar.
6.      Proyeksi
Proyeksi adalah usaha mensifatkan, melemparkan atau memproyeksika sifat, pikiran dan harapan yang negtif, juga kelemahan dan sikap diri sendiri yang keliru, kepada orang lain. Melemparkan kesalahan sendiri kepada orang lain.
7.      Teknik anggur asam ( soul crape tecnique)
Teknik anggur asam merupakan suatu usaha memberi atribut jelek, tidak berharga atau negatif pada objek yang tidak dapat dicapainya, sungguh pun objek tadi sangat diinginkannya.
8.      Teknik jeruk manis (sweet orange tecnique )
Teknik jeruk manis ialah usaha memberikan atribut yang bagus unggul, dan berlebih- lebihan pada satu kegagalan, kelemahan da kekurangan sendiri.
9.      Identifikasi
Ideentifikasi adalah proses mempersamakandiri sendiri dengan seseorang yang dianggap sukses dalam hidupnya. Orang yang frustasi biasanya tidak meelihat kekurangan dalam hidupnya. Dia selalu berusaha ( dalam imaginasinya) menyamakan diri dengan orang yang sukses.
10.  Narsisme
Narsisme adalah cinta diri yang ekstrim, paham yang menganggap diri sendiri sangat superior dan amat penting.
11.  Autisme
Autisme adalah gejalamenutupdiri secara total, dan tidak mau berhubungan dengan dunia luar. Keasyikan ekstrim dengan dunia dan fantasinya sendiri.

No comments:

Post a Comment