Selain reaksi frustasi yang positif,ada pula reaksi
frustasi yang negatif, yang sanat idak mengntungkan bagi pribadi yang mengalami
frustasi dan merugikan ora lain juga. Juga mengakibakan gangguan kejiwaan.
Frustasi itu sendiri selalu mengandung dimensi ketegangan,
sedangkan usaha menyelesaikan atau mengatasi frustasi itu selalu berupa usaha
meredusir mengurangi ketegangan tersebut.
Bentuk- bentuk penyelesaian yang tidak riil, negatif
sifatnya, dan tidak menguntungkan, yaitu dengan cara tidak menguntungkan
dikenal dengan istilah defense mechanism. Disebut defense mechanism karena
individu mencoba mengelak dan membela diridari kelemahan dan kekerdilan diri
sendiri dan mencoba mempertahankan harga diri, yaitu dengan mengemukakan
berbagai alasan.
Bentuk pertahanan diri yang negatif antara lain:
1.
Agresi
Agresi adalah kemarahanyang meluap-luap, dan orang
melakukan serangan secara kasar, dengan jalan yang tidak wajar.
Karena selalu gagal dalam usahanya reaksinya
sangat primitif, berupa kemarahan dan luapan emosi kemarahan yang meledak-
ledak. Kadang- kadang disertai dengan tindakan sadis dan usaha membunuh orang.
2.
Regresi
Regresi ialah rilaku surut kembali pada
pola reaksi atau tingkat perkembangan yang primitif, yang tidak adekuat, dan
pola tingkah laku yang kekanak- kanakan, infantil, dan tidak sesuai dengan
tingkah laku usianya.
Hal ini disebabkan karena individuyang
bersangkutan mengalami frustasi berat yang tidak tertanggungkan. Pola reaksinya
antara lain berupa menjerit- jerit mengguing- guling, menangis meraung- raung
dsb.eaksi tersebut disebabkan rasa kebimbangan, rasa dongkol, rasa tidak mampu,
lalu ia ingin dihibur dan ditolong, agar ia bisa keluar dari kesulitannya.
3.
Fiksasi
Fiksasi adalah pelekatan atau pembatasan
pada satu pola tingkah laku responsif yang tetap, sehingga tingkah laku menjadi
stereotipis kaku.
Fiksasi adalah satu mode tngkah laku
tegar yang ingin mempertahankan ketidakgunaan atau ketidaktahuan.
Jika seseorang selalu menghadapi jalan
buntu dan kegagalan dalam usahanya, lambat laun dia bisa mengembangkan
kebiasaan-kebiasaan yang khas, yang stereotipis.
4.
Kompleks
terdesak
Pendesakan ialah usaha- usaha
menghilangkan dan menekan isis- isi kejiwaan yang tidak menyenangkan dan
kebutuhan manusiawi ke dalam ketidaksadaran atau ke bawah sadar.
5.
Rasionalisasi
dan justifikasi diri
Rasionalisasi ialah cara menolong diri
sendiri secara tidak wajar atauteknik pembenaran diri dengan membuat sesuatu
yang tidak rasional serta tidak menyanamgkan menjadi hal yang rasional dan
menyenangkan bgi diri sendiri.
Jika seseorang mengalami frustasi maka
biasanya dia akan mencari asal penyebab dari orang lain, atau mencarinya pada
keadaan diluar dirinya. Dia menganggap dirinya paling benar.
6.
Proyeksi
Proyeksi adalah usaha mensifatkan,
melemparkan atau memproyeksika sifat, pikiran dan harapan yang negtif, juga
kelemahan dan sikap diri sendiri yang keliru, kepada orang lain. Melemparkan
kesalahan sendiri kepada orang lain.
7.
Teknik
anggur asam ( soul crape tecnique)
Teknik anggur asam merupakan suatu usaha
memberi atribut jelek, tidak berharga atau negatif pada objek yang tidak dapat
dicapainya, sungguh pun objek tadi sangat diinginkannya.
8.
Teknik
jeruk manis (sweet orange tecnique )
Teknik jeruk manis ialah usaha
memberikan atribut yang bagus unggul, dan berlebih- lebihan pada satu
kegagalan, kelemahan da kekurangan sendiri.
9.
Identifikasi
Ideentifikasi adalah proses
mempersamakandiri sendiri dengan seseorang yang dianggap sukses dalam hidupnya.
Orang yang frustasi biasanya tidak meelihat kekurangan dalam hidupnya. Dia
selalu berusaha ( dalam imaginasinya) menyamakan diri dengan orang yang sukses.
10. Narsisme
Narsisme adalah cinta diri yang ekstrim,
paham yang menganggap diri sendiri sangat superior dan amat penting.
11. Autisme
Autisme adalah gejalamenutupdiri secara
total, dan tidak mau berhubungan dengan dunia luar. Keasyikan ekstrim dengan
dunia dan fantasinya sendiri.
No comments:
Post a Comment