Pages

Sunday, October 15, 2017

Kesehatan mental, kebutuhan, dan aspek- aspek Khusus dan dinamik manusia



1.      Kebutuhan dan dinamik manusia
Setiap tingkah laku manusia merupakan dari beberapa kebutuhan dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan kata lain setiap tingkah laku manusia itu terarah pada satu objek atau suatu tujuan pemuasan kebutuhan, yang memberikan arah pada gerak aktivitasnya.
Kebutuhan manusia daat dibagi 3 yaitu:
a.       Kebutuhan- kebutuhan biologis atau vital
Contoh kebutuhan biologis yaitu makanan, minuman, udara, pakaian, tempat tinggal, dsb. Jika kebutuhan pokok atau vital dari manusia tersebut tidak terpenuhi, maka hal tersebut menyebabkan ancaman bagi eksistensi manusia itu sendiri. Bila kebutuhan itu sering dihambat, kejadian ini dapat menimbulkan kegoncangan dan gangguan jiwa, dari taraf ringan sampai berat.
b.      Kebutuhan human atau sosio-budayadan psikologis
Sbagai mahluk sosial, manusia tidak bisa secara psikis terisolasi. Ia memerlukan pengarahan diri keluar, yaitu kepada individu lain. Ia membutuhkan kontak informasi. Ia ingin dicintai dan mencintai.ingin dihitung dan diharga oang lain. Ia ingin berdialog dan mengadakan pertemuan dengan orang lain.
Jika kebutuhan insani ini tidak terpenuhi, maka muncul ketegangan/stres. Dan orang mengalami frustasi, bahkan dia bisa terganggu mentalnya. Sebaliknya, semua kebutuhan insani tersebut terpenuhi maka keteganganakan menurun atau menghilang.
c.       Kebutuhan metafisis dan religius
Karena manusia adalah mahluk yang selalu ingin memberi arti pada hidupnya, tampa arti tersebut manusia tidak dapat hidup dalam taraf insani. Dan bentuk tertinggi dalam pemberian arti ini ialah kedudukan Aku-nya dalam hubungan dengan sang pencipta.
2.      Otonomi fungsional
Otonomi fungsional ialah pengalaman kejutan yang sangat mencekam jiwa, punya arti dinamisyang sangat besar, dan menjadi kekuatan otonom, yang pada akhirnya secara fungsional menjadi terlepas dari pengalaman- pengalaman hidup sebelumnya.
Pada peristiwa otonomi fungsinal terjadi satu trauma. Trauma atau kejadian traumatis adalah luka jiwa yang dialami seseorang, disebabkan oleh satu pengalaman yang sangat menyedihkan atau melukai jiwanya. Sehingga karena pengalaman- pengalaman tersebut hidupnya sejak saat kejadian itu berubah secara radikal, yaitu mendapatkan suatu insight baru, serta mengalami proses penaikan atau makin menurunnya niveau kehidupan. Pengalaman traumatis tadi dapat bersifat jasmaniah, umpamanya dalam bentuk kecelakaan berat, cedera fisik, atau cact secara mental.
Dapat pula berupa pengalaman psikologis antara lain berupa peristiwa yang sangat mengerikan, sehingga menibulakan kepiluan hati, keputus asaan, shok, dll.
Contoh kejadian trauamatik: seorang pemanjat kelapa yang jatuh ari sebatang pohon kelapa yang masih bernasib untung, ia tidak mengalami cedera yang serius, tetapi ia mengalami trauma yaitu ketakutan untuk memanjat pohon kelapa. Maka terapi penyembuhannya adalah sebagai berikut:
Segera setelah sembuh, dia harus diransang untuk memanjat pohon kelapa lagi. Dengan jalan demikian akan bisa teratasi traumanya dengan cepat. Jadi dinamik dari pengalaman pahit tadi tidak dibiarkan melekat dan menjadi satu kekuatan yang otonom sehingga bisa mencekam jiwa seseorang. Pada umumnya cara yang cepat dan radikal akan menghasilkan hasil yang baik. Jika kits membiarkan trauma tadi berlangsung lama maka peristiwa tersebu akan melekat.
3.      Pertubuhan bentuk pemuasan kebutuhan
Sejak lahir, bayi belajar memuaskan kebutuhannya yang organis dan sosial dengan cara tertentu yang tetap. Cara pemenuhan kebutuhan ini ditentukan oleh lingkungan.
Cara pemenuhan kebutuhan ini ditampilkan dalam bentuk kebiasaan dan perbuatanyang otomatis, yang diberi pola oleh kebudayaan seseorang. Lambat laun akan timbul bentuk tingkah laku kebiasaan baru untuk memenuhi kebutuhan itu, jika pola baru tersebut ternyata lebih efisien daripada pola yang lama, maka kebiasaan yang lama akan ditinggalkan.
a\jadi yang khas yang terjadi pada diri manusia adalah tumbuhnya kebutuhan baru dalam proses integrasi yang baru. Dengan demikian manusia mempunyai kecendrungan untuk terus menerus mengoreksi diri sendiri dan memperbaiki prestasinya.
4.      Frustasi dan reaksi frustasi
Frustasi adalah suatu keadaan, dimana satu kebutuhan tidak bisa terpenuhi, dan tujuan tidak bisa tercapai, sehingga orang kecewa dan mengalami suatu halangan dalam usahanya mencapai suatu tujuan.
Frustasi dapat memanggil satu reaksi frustasi tertentu, bisa positif dan bisa negatif. Beberapa reaksi frustasi yang membangun atau positif adalah sebagai berikut:
a.       Mobilisasi atau penambahan kegiatan
Jika seseorang dala usahanya mencapai satu tujuan mengalami satu rintangan besar, maka sebagai reaksinya bisa terjadi satu pengumpulan energi untuk menjebol hambatan yang menghalangi.bukan hanya energinya yang diperbesar, tapi segala sarana, segala kapasitas dan potensi, baik yang sudah dipakai maupun yang masih merupakan tenaga cadangan.
b.      Besinnung
Besinnung adalah berpikir secara mendalam dengan wawasan yang tajam dan jernih, serta menggunakan akal budi dan kebijaksanaan, hingga tersusun reorganisasi dari aktivitasnya.
c.       Resignation
Resignation adalah tawakal dan asrah pada ilahi. Pasrah berarti menerima situasi kesulitan yang dihadapi dlam sikap yang rasional dan ilmiah. Sikap ilmiah itu antara lain mencakup mampu melakukan koreksi terhadap kelemahan sendiri, tidak picik pandangan, bersikap terbuka, sanggup menerima kritik dan saran, berani mengakui kesalahan, menaati hukum dll.
d.      Membuat dinamis riil suatu kebutuhan
Kebutuhan- kebutuhan tertentu dapat mengalami atrofi( mengecil) atau bahkan lenyap dengan sedirinya karena sudah tidak sesuai dengan kecendrungan pribadi saat itu. Maka itu kitaharus membuat kebutuhan kita dinamis riil.
e.       Kompensasi atau subtitusitujuan- tujuan
Kompensasi adalah usaha mengantikan atau usaha mengimbangi sesuatu yang dianggap minder atau lemah.
Kegagalan seseorang dalam suatu bidang yang  banyak menimbulkan kecemasan, ketegangandan derita batin kemudian dialihkan pada usaha pencapaian sukses di bidang lain.
f.       Sublimasi
Sublimasi adalah usaha untuk mensubtitusi atau mengganti kecendrungan yang egoistis, nafsu seks, dorongan biologis primitif dan aspirasi sosial yang tidak sehat, menjadi tingkah laku yang lebih tinggi atau luhur, yang dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

No comments:

Post a Comment