1.
Kebutuhan
dan dinamik manusia
Setiap tingkah laku manusia merupakan
dari beberapa kebutuhan dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan
kata lain setiap tingkah laku manusia itu terarah pada satu objek atau suatu
tujuan pemuasan kebutuhan, yang memberikan arah pada gerak aktivitasnya.
Kebutuhan manusia daat dibagi 3 yaitu:
a.
Kebutuhan-
kebutuhan biologis atau vital
Contoh
kebutuhan biologis yaitu makanan, minuman, udara, pakaian, tempat tinggal, dsb.
Jika kebutuhan pokok atau vital dari manusia tersebut tidak terpenuhi, maka hal
tersebut menyebabkan ancaman bagi eksistensi manusia itu sendiri. Bila
kebutuhan itu sering dihambat, kejadian ini dapat menimbulkan kegoncangan dan
gangguan jiwa, dari taraf ringan sampai berat.
b.
Kebutuhan
human atau sosio-budayadan psikologis
Sbagai
mahluk sosial, manusia tidak bisa secara psikis terisolasi. Ia memerlukan
pengarahan diri keluar, yaitu kepada individu lain. Ia membutuhkan kontak
informasi. Ia ingin dicintai dan mencintai.ingin dihitung dan diharga oang
lain. Ia ingin berdialog dan mengadakan pertemuan dengan orang lain.
Jika
kebutuhan insani ini tidak terpenuhi, maka muncul ketegangan/stres. Dan orang mengalami
frustasi, bahkan dia bisa terganggu mentalnya. Sebaliknya, semua kebutuhan
insani tersebut terpenuhi maka keteganganakan menurun atau menghilang.
c.
Kebutuhan
metafisis dan religius
Karena
manusia adalah mahluk yang selalu ingin memberi arti pada hidupnya, tampa arti
tersebut manusia tidak dapat hidup dalam taraf insani. Dan bentuk tertinggi
dalam pemberian arti ini ialah kedudukan Aku-nya dalam hubungan dengan sang
pencipta.
2.
Otonomi
fungsional
Otonomi fungsional ialah pengalaman
kejutan yang sangat mencekam jiwa, punya arti dinamisyang sangat besar, dan
menjadi kekuatan otonom, yang pada akhirnya secara fungsional menjadi terlepas
dari pengalaman- pengalaman hidup sebelumnya.
Pada peristiwa otonomi fungsinal terjadi
satu trauma. Trauma atau kejadian traumatis adalah luka jiwa yang dialami
seseorang, disebabkan oleh satu pengalaman yang sangat menyedihkan atau melukai
jiwanya. Sehingga karena pengalaman- pengalaman tersebut hidupnya sejak saat
kejadian itu berubah secara radikal, yaitu mendapatkan suatu insight baru,
serta mengalami proses penaikan atau makin menurunnya niveau kehidupan.
Pengalaman traumatis tadi dapat bersifat jasmaniah, umpamanya dalam bentuk
kecelakaan berat, cedera fisik, atau cact secara mental.
Dapat pula berupa pengalaman psikologis
antara lain berupa peristiwa yang sangat mengerikan, sehingga menibulakan
kepiluan hati, keputus asaan, shok, dll.
Contoh kejadian trauamatik: seorang
pemanjat kelapa yang jatuh ari sebatang pohon kelapa yang masih bernasib
untung, ia tidak mengalami cedera yang serius, tetapi ia mengalami trauma yaitu
ketakutan untuk memanjat pohon kelapa. Maka terapi penyembuhannya adalah
sebagai berikut:
Segera setelah sembuh, dia harus
diransang untuk memanjat pohon kelapa lagi. Dengan jalan demikian akan bisa
teratasi traumanya dengan cepat. Jadi dinamik dari pengalaman pahit tadi tidak
dibiarkan melekat dan menjadi satu kekuatan yang otonom sehingga bisa mencekam
jiwa seseorang. Pada umumnya cara yang cepat dan radikal akan menghasilkan
hasil yang baik. Jika kits membiarkan trauma tadi berlangsung lama maka
peristiwa tersebu akan melekat.
3.
Pertubuhan
bentuk pemuasan kebutuhan
Sejak lahir, bayi belajar memuaskan
kebutuhannya yang organis dan sosial dengan cara tertentu yang tetap. Cara
pemenuhan kebutuhan ini ditentukan oleh lingkungan.
Cara pemenuhan kebutuhan ini ditampilkan
dalam bentuk kebiasaan dan perbuatanyang otomatis, yang diberi pola oleh
kebudayaan seseorang. Lambat laun akan timbul bentuk tingkah laku kebiasaan
baru untuk memenuhi kebutuhan itu, jika pola baru tersebut ternyata lebih
efisien daripada pola yang lama, maka kebiasaan yang lama akan ditinggalkan.
a\jadi yang khas yang terjadi pada diri
manusia adalah tumbuhnya kebutuhan baru dalam proses integrasi yang baru.
Dengan demikian manusia mempunyai kecendrungan untuk terus menerus mengoreksi
diri sendiri dan memperbaiki prestasinya.
4.
Frustasi
dan reaksi frustasi
Frustasi adalah suatu keadaan, dimana
satu kebutuhan tidak bisa terpenuhi, dan tujuan tidak bisa tercapai, sehingga
orang kecewa dan mengalami suatu halangan dalam usahanya mencapai suatu tujuan.
Frustasi dapat memanggil satu reaksi
frustasi tertentu, bisa positif dan bisa negatif. Beberapa reaksi frustasi yang
membangun atau positif adalah sebagai berikut:
a.
Mobilisasi
atau penambahan kegiatan
Jika
seseorang dala usahanya mencapai satu tujuan mengalami satu rintangan besar,
maka sebagai reaksinya bisa terjadi satu pengumpulan energi untuk menjebol
hambatan yang menghalangi.bukan hanya energinya yang diperbesar, tapi segala
sarana, segala kapasitas dan potensi, baik yang sudah dipakai maupun yang masih
merupakan tenaga cadangan.
b.
Besinnung
Besinnung
adalah berpikir secara mendalam dengan wawasan yang tajam dan jernih, serta
menggunakan akal budi dan kebijaksanaan, hingga tersusun reorganisasi dari
aktivitasnya.
c.
Resignation
Resignation
adalah tawakal dan asrah pada ilahi. Pasrah berarti menerima situasi kesulitan
yang dihadapi dlam sikap yang rasional dan ilmiah. Sikap ilmiah itu antara lain
mencakup mampu melakukan koreksi terhadap kelemahan sendiri, tidak picik
pandangan, bersikap terbuka, sanggup menerima kritik dan saran, berani mengakui
kesalahan, menaati hukum dll.
d.
Membuat
dinamis riil suatu kebutuhan
Kebutuhan-
kebutuhan tertentu dapat mengalami atrofi( mengecil) atau bahkan lenyap dengan
sedirinya karena sudah tidak sesuai dengan kecendrungan pribadi saat itu. Maka
itu kitaharus membuat kebutuhan kita dinamis riil.
e.
Kompensasi
atau subtitusitujuan- tujuan
Kompensasi
adalah usaha mengantikan atau usaha mengimbangi sesuatu yang dianggap minder
atau lemah.
Kegagalan
seseorang dalam suatu bidang yang banyak
menimbulkan kecemasan, ketegangandan derita batin kemudian dialihkan pada usaha
pencapaian sukses di bidang lain.
f.
Sublimasi
Sublimasi
adalah usaha untuk mensubtitusi atau mengganti kecendrungan yang egoistis,
nafsu seks, dorongan biologis primitif dan aspirasi sosial yang tidak sehat,
menjadi tingkah laku yang lebih tinggi atau luhur, yang dapat diterima dengan
baik oleh masyarakat.
No comments:
Post a Comment