BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Pada
zaman sekarang anak-anak remaja masih sukar untuk memandang masa depannya.
Permasalahan karier merupakan permasalahan masa depan siswa. Kegiatan masa
sekarang akan mewarnai masa depan seseorang. Agar siswa SMA dapat menyiapkan
masa depannya dengan baik, siswa harus dibekali dengan sejumlah informasi karir
yang akan dipilihnya. Informasi yang cukup dan tepat tentang seseorang
individu, merupakan aset bagi individu yang bersangkutan untuk memahami
faktor-faktor yang ada pada dirinya.
Layanan
informasi karir termasuk dalam layanan klasikal yang bertujuan untuk membekali
individu dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang
berguna untuk mengenal diri merencanakan dan mengembangkan pola kehidupan
sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat.Menurut anisah(2015:3)”layanan
informasi karir adalah bentuk layanan yang diberikan kepada peserta didik atau
individu yang bertujuan untuk memberi pengetahuan dan pemahaman tentang
berbagai hal yang berguna bagi diri sendiri dan lingkungansebagai bahan
pertimbangan dalam mengambil keputusan”. Lebih lanjut dikatakan informasi karir
tidak hanya sekedar merupakan objek faktual, tetapi sebagai kemampuan proses
psikologis untuk mentransformasikan informasi itu dikaitkan dengan pilihan dan
tujuan hidup masa depan. Jadi siswa memerlukan sebuah layanan bimbingan karier.
Pemahaman yang diperoleh dari layanan informasi karir, digunakan sebagai bahan
acuan dalam meningkatkan kegiatan dan prestasi belajar, mengembangkan
cita-cita, menyelenggarakan kehidupan sehari-hari dan mengambil keputusan.
Fungsi utama layanan informasi karir adalah fungsi pemahaman dan pencegahan
(Mugiarso, 2007: 56).
Bimbingan
dan konseling karir kadang-kadang dimaknai sama dengan konseling pekerjaan,
sehingga dalam pemberian layanan bimbingan konseling karir sering terbatas pada
aspek-aspek teknis yang berhubungan dengan seleksi dan penempatan karyawan.
Konseling karir sifatnya sangat konmpleks, dan kompleksitas konseling karir
tidak hanya berkaitan dengan seleksi dan penempatan, akan tetapi menyangkut
karakteristik dan pribadi individu beserta kondisi lingkungan yang senantiasa
keberadaannya beriringan dengan kehidupan manusia.
Seorang
siswa dalam kehidupannya akan dihadapkan dengan sejumlah alternatif, baik yang
berhubungan kehidupan pribadi, sosial, belajar maupun kariernya. Namun, ada
kalanya siswa mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan dalam menentukan
alternatif mana yang seyogyanya dipilih. Salah satunya adalah kesulitan dalam
pengambilan keputusan yang berkenaan dengan rencana-rencana karier yang akan
dipilihnya kelak. Mereka dihadapkan dengan sejumlah pilihan dan permasalahan
tentang rencana kariernya. Diantaranya, mereka mempertanyakan, dari sejumlah
jenis pekerjaan yang ada, pekerjaan apa yang paling cocok untuk saya kelak
setelah menamatkan pendidikan.
Oleh
karena itu, mata kuliah Praktik Bimbingan dan Konseling Karir ini perlu diikuti
oleh siswa, pembimbing atau petugas Bimbingan dan Konseling, sehingga tidak
hanya teori yang dipelajari namun dalam praktiknya calon pembimbing atau
petugas BK perlu mempelajarinya. Sehingga dengan adanya mata kuliah Bimbingan
dan Konseling Karier akan memberikan pemahaman dan tindakan/keputusan yang positif bagi kita semua untuk memandang
masa depan yang sukses.
B. Rumusan
Masalah
Dari uraian
latar belakang masalah maka penulisan karya tulis ilmiah ini dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut.
1.
Apa
saja hambatan yang dialami siswa dalam menentukan karir?
2.
Apa
faktor yang dipertimbangkan siswa dalam menentukan arah pilihan karir?
3.
Bagaimana
pentingnya pemberian layanan imformasi dalam perencanaan karir siswa?
4. Bagaimana
peranan pemberian layanan informasi dengan teknik field trip untuk
meningkatnya perencanaan karir siswa?
C. Tujuan
Penulisan
Berdasarkan
rumusan masalah maka tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut.
1.
Untuk
mengetahui hambatan yang dialami siswa dalam menentukan karir.
2.
Untuk
mengetahui apa saja faktor-faktor yang dipertimbangkan siswa dalam menentukan
arah pilihan karir.
3.
Untuk
mengetahui pentingnya pemberian layanan imformasi dalam perencanaan karir siswa
.
4.
Untuk
mengetahui peranan pemberian layanan informasi dengan teknik field trip untuk
meningkatnya perencanaan karir siswa.
D.
Manfaat Penulisan
Penulisan ini
diharapkan dapat memberikan manfaat diantaranya sebagai berikut.
1.
Bagi
Penulis. Kesempatan membuat karya tulis ilmiah ini dapat mempertajam daya
kritis dan nalar serta memperkuat kepekaan terhadap peristiwa-peristiwa yang
terjadi setiap hari di sekitar kita. Di samping itu untuk memenuhi kewajiban
tugas mata kuliah karya tulis ilmiah.
2.
Karya
tulis ini diharapkan memberikan kontribusi kepada guru bimbingan konseling
untuk menerapkan tekni field trip untuk meningkatkan perencanaan karir siswa.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. LAYANAN
IMFORMASI
1. Pengertian
layanan imformasi
Layanan
informasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang bermaksud memberikan
pemahaman kepada individu-individu yang berkepentingan tentang berbagai hal
yang diperlukan untuk menjalani suatu tugas, atau kegiatan atau untuk
menentukan arah suatu tujuan atau rencana yang dikehendaki ( Prayitno, 2004:
259). Menurut Sukardi (2008: 61) menyebutkan bahwa:
“Layanan
informasi adalah layanan bimbingan yang memungkinkan peserta didik dan
pihak-pihak yang dapat memberikan pengaruh yang besar kepada peserta didik
(terutama orang tua) dalam menerima dan memahami informasi (seperti informasi
pendidikan dan informasi jabatan) yang dapat dipergunakan sebagai bahan
pertimbangan dan pengambilan keputusan sehari-hari sebagai pelajar, anggota
keluarga, dan masyarakat.”
Layanan informasi karir yang merupakan bagian
dari proses bimbingan adalah sebagai upaya membantu individu dalam perencanaan,
pengembangan dan pemecahan masalah-masalah karir dan merupakan suatu layanan
pemenuhan kebutuhan perkembangan individu sebagai proses integral dari program
pendidikan (Yusuf, 2009: 11)
Dari
uraian diatas maka dapat dikatakan bahwa layanan informasi karir adalah bentuk
layanan yang diberikan kepada peserta didik atau individu yang bertujuan untuk
memberi pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna bagi diri
sendiri dan lingkungansebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.
2. Tujuan
layanan imformasi
Pemberian
bantuan dari seorang ahli dalam hal ini guru pembimbing kepada siswa baik
berupa informasi mengenai pemahaman diri, penyesuaian bakat, minat, kemampuan,
cita-cita pendidikan maupun pekerjaan yang dipilihnya dimasa depan.
Prayitno
(2004: 260) menyebutkan bahwa ada tiga alasan utama mengapa pemberian layanan
informasi perlu diselenggarakan, yaitu:
1)Membekali
individu dengan berbagai pengetahuan tentang lingkungan yang diperlukan untuk
memecahkan masalah yang dihadapi berkenaan dengan lingkungan sekitar,
pendidikan, jabatan, maupun sosial, budaya .
2)Memungkinkan
individu dapat menentukan arah hidupnya ”kemana dia ingin pergi”
3)Setiap
individu adalah unik. Keunikan itu akan membawakan pola-pola pengambilan
keputusan dan bertindak yang berbeda-beda disesuaikan dengan aspek-aspek
kepribadian masing-masing individu.
B.
TEKNIK FIELD TRIP
1. Pengertian
field trip
Field
trip yaitu metode yang menggunakan karyawisata, agar para
siswa bebas mengekspresikan isi hati secara leluasa. Teknik field trip adalah salah satu teknik
yang bertujuan untuk menambah wawasan siswa (Romlah, 2006: 28). Karyawisata(field
trip) adalah kegiatan yang diprogramkan oleh sekolah untuk mengunjungi
objek-objek yang ada kaitannya dengan bidang studi yang dipelajari siswa, dan
dilaksanakan untuk tujuan belajar secara khusus. Bentuk bimbingan karyawisata
merupakan cara yang menguntungkan misalnya dengan karyawisata siswa dapat
mengenal secara langsung atau dari dekat situasi atau objek-objek yang menarik
perhatiannya, dalam hubungannya dengan pelajarannya di sekolah. Dengan
karyawisata siswa mendapat kesempatan untuk memperoleh penyesuaian dalam
kehidupan kelompok, berorganisasi, kerja sama, dan tanggung jawab.
2. Kelebihan
teknik field trip
Menurut (Djamarah,2006:94) teknik
field trip memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan teknik-teknik yang
lainyaitu sebagai berikut:
- Field trip memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
- Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relavan dengan kenyataan dan kebutuhan masyarakat.
- Pengajaran serupa ini dapat lebih merangsang kreativitas siswa.
- Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual
C.
PERENCANAAN KARIR
1.
Pengertian perencanaan karir
Menentukan tujuan karir siswa harus mempunyai perencanaan karir yang
matang. Menurut Parsons (dalam Winkel & Hastuti, 2006) merumuskan
perencanaan karir sebagai proses yang harus dilalui sebelum melakukan pemilihan
karir Kegiatan tersebut pada umumnya berisi berbagai aktivitas akademik yang
sesuai dengan suatu karier. Proses ini mencakup tiga aspek utama yaitu
pengetahuan dan pemahaman akan diri sendiri, pengetahuan dan pemahaman akan
pekerjaan serta penggunaan penalaran yang benar antara diri sendiri dan dunia
kerja.
Dari
penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa Perencanaan karier (carrier pleaning)
adalah suatu proses untuk menyusun dan melaksanakannya dalam upaya meraih suatu
karier yang diinginkan. Kegiatan tersebut pada umumnya berisi berbagai
aktivitas akademik yang sesuai dengan suatu karier.
Dari
pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan karir adalah proses
berkelanjutan dimana individu melakukan penilaian diri dan penilaian dunia
kerja, merencanakan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk pencapaian
pilihan karir tersebut dan membuat penalaran yang rasional sebelum mengambil
keputusan mengenai karir yang diinginkan.
2.
Pentingnya perencanaan karir
Menurut Parsons (dalam Winkel
& Hastuti, 2006) merumuskan perencanaan karir sebagai proses yang harus
dilalui sebelum melakukan pemilihan karir. Ada tiga aspek yang harus dipenuhi
dalam membuat suatu perencanaan karir, yaitu: (1) pengetahuan dan pemahaman diri
sendiri, (2) pengetahuan dan pemahaman dunia kerja (3) penalaran yang realistis
akan hubungan pengetahuan dan pemahaman diri sendiri dengan pengetahuan dan
pemahaman dunia kerja. Siswa yang mempunyai perencanaan karir yang matang maka
dapat menentukan tujuan karirnya sebaliknya siswa yang perencanaan karirnya
belum matang maka tidak dapat menentukan tujuan karirnya. siswa
yang mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan karir dikarenakan
perencanaan karir yang kurang sehingga ketidakpuasan terhadap karir yang
dipilih dan mengakibatkan pengaguran (Gibson, 2010: 485).
BAB III
Penyusunan
karya tulis ilmiah yang berjudul “Pemberian Layanan Imformasi dengan Teknik
Field Trip sebagai Alternatif Perencanaan Karir Siswa” dilaksanakan pada
tanggal 30 Oktober sampai 13 November 2015 di perpustakaan UNM kampus Gunung
Sari.
Dalam
penulisan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif ialah
suatu metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yang digunakan dalam
penelitian deskriptif untuk menggambarkan fenomena yang ada. Penelitian
deskriptif merupakan penelitian yang memberi uraian mengenai gejala sosial yang
diteliti tanpa membuat hubungan dan perbandingan dengan sejumlah variabel yang
lain. Adapun jenis penelitian yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian kepustakaan atau library
research, yakni penelitian yang dilakukan melalui mengumpulkan data atau
karya tulis ilmiah yang bertujuan dengan obyek penelitian atau pengumpulan data
yang bersifat kepustakaan, atau telah dilaksanakan untuk memecahkan suatu
masalah yang pada dasarnya tertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap
bahan-bahan pustaka relevan.
BAB IV
PEMBAHASAN
A. Hambatan-
hambatan yang dialami siswa dalam menentukan karir
Menurut
Falentini(2013:314) hambatan-hambatan yang dominan ditemui siswa pada saat
menentukan pilihan karir adalah
1) teman-teman memberikan masukan yang berbeda
dengan pilihan karir,
2) memasuki jurusan ini karena dorongan oleh
teman-teman,
3) kurang begitu yakin dengan keadaan fisik
saat ini bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan,
4)
hasil belajar kurang menunjang untuk pilihan karir nanti,
5) banyaknya kebutuhan anggota keluarga
membuat pesimis untuk melanjutkan studi.
Banyaknya
masukan dan dorongan dari teman-teman terkadang membuat siswa ragu dengan
pilihannya sendiri karena mereka lebih mempertimbangkan masukan tersebut dari
pada pilihan mereka sendiri. Banyak juga siswa yang ragu dalam memilih arah
pilihan karir karena hasil belajar kurang memuaskan atau keadaan keluarga yang
kurang mendukung, dan oleh sebab itu banyak siswa yang tidak bisa menentukan
arah pilihan karir mereka.
Menurut
Enung Fatimah (2006:72) faktor ekonomi merupakan kondisi utama karena
menyangkut kemampuan seseorang dalam mendukung pencapaian pendidikan dan cita-
cita individu.
Selain
dari faktor ekonomi, teman sebaya adalah salah satu faktor yang bisa jadi
hambatan bagi siswa, karena dibandingkan dengan keluarga teman sebaya lebih
banyak mempengaruhi siswa dalam menentukan pilihan karir. Teman sebaya
memberikan masukan yang belum tentu cocok dengan keinginan siswa, namun karena
teman-teman banyak yang memberikan masukan tersebut siswapun lebih terpengaruh
oleh hal itu. Hasil belajar adalah hambatan lain yang mungkin lebih berpengaruh
untuk siswa dalam menentukan pilihan karirnya. Jika siswa memperoleh nilai atau
hasil belajar yang rendah tentu saja pilihan karir atau pekerjaan tidak akan
sesuai dengan keinginannya. Ruslan a.
Gani
(1996) mengatakan bahwa kecakapan nyata (prestasi belajar) memberikan masukan
yang berarti dan dapat mempengaruhi dalam membuat dan merencanakan karir masa
depan. Seperti yang diungkapkan oleh Dewa Ketut Sukardi (1985:41) bahwa
berhasil atau tidaknya belajar sangat ditentukan oleh lingkungan fisik, dengan
berhasilnya kegiatan belajar, akan mempengaruhi siswa dalam proses perencanaan
karirnya.
B. Faktor
yang dipertimbangkan siswa dalam menentukan arah pilihan karir
Menurut
Falentini(2013:313) faktor-faktor yang dominan dipertimbangkan siswa dalam
menentukan pilihan karir adalah:
1)
diberikan kebebasan untuk memilih pendidikan yang diinginkan setelah tamat
nanti,
2)
cita-cita sesuai dengan pilihan karir sekarang ini,
3)
berusaha untuk tetap melanjutkan pendidikan karena ada kesempatan atau peluang
untuk itu,
4)
memiliki kesempatan untuk bisa bekerja setelah menamatkan pendidikan SMA,
5)
mempunyai kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur PMDK.
Pada
umumnya siswa ingin memilih pendidikan lanjutan sesuai dengan minat hobi, serta
cita-citanya sendiri terkadang keluarga dan orang tua memaksakan kehendak untuk
menetapkan pendidikan lanjutan bagi anak mereka, namun banyak
siswa
yang tidak menyukai karena peluang mereka untuk memilih pendidikan tersebut
sangat besar jika orang tua hanya mendukung dan mengarahkan saja tidak
menetapkan, sehingga apa yang akan dipilihnya tersebut dapat dijalaninya dengan
sungguh-sungguh dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Seperti yang diungkapkan
oleh Kartini Kartono (1985) bahwa apabila seseorang suatu pekerjaan yang sesuai
dengan cita-citanya maka ia akan cenderung untuk memperoleh kepuasan yang akan
membawanya kearah keberhasilan. Hendaknya dalam memutuskan pilihan karir siswa
harus mempertimbangkan cita-cita sehingga apa yang diputuskan dapat dijalankan
dengan optimal.
C.
Pentingnya pemberian layanan imformasi dalam
perencanaan karir siswa
Permasalahan
karir merupakan permasalahan masa depan siswa. Kegiatan masa sekarang akan
mewarnai masa depan seseorang. Agar siswa SMA dapat menyiapkan masa depannya
dengan baik, siswa harus dibekali dengan sejumlah informasi karir yang akan
dipilihnya. Informasi yang cukup dan tepat tentang seseorang individu,
merupakan aset bagi individu yang bersangkutan untuk memahami faktor-faktor
yang ada pada dirinya, faktor kekuatan maupun faktor kelemahan-kelemahannya.
Menurut John Hayes dan Barrie Hopson (1981:37) informasi karir adalah informasi
yang mendukung perkembangan bidang pekerjaan, dan berdasarkan informasi itu
memungkinkan seseorang mengadakan pengujian akan kesesuaian dengan konsep
dirinya. Lebih lanjut dikatakan informasi karir tidak hanya sekedar merupakan
objek faktual, tetapi sebagai kemampuan proses psikologis untuk
mentransformasikan informasi itu dikaitkan dengan pilihan dan tujuan hidup masa
depan.Menurut Anisah(2015:2) Pemahaman yang diperoleh dari layanan informasi
karir, digunakan sebagai bahan acuan dalam meningkatkan kegiatan dan prestasi
belajar, mengembangkan cita-cita, menyelenggarakan kehidupan sehari-hari dan
mengambil keputusan
Di
dalam pendidikan formal terdapat suatu program yang bertugas membantu secara
profesional dalam menangani berbagai masalah yang dihadapi oleh para siswa.
Program tersebut adalah Bimbingan dan Konseling. Salah satu layanan yang
diberikan adalah layanan informasi karier. Layanan informasi karier adalah
salah satu bidang bimbingan karier yang berusaha membantu individu dalam
memecahkan masalah karier atau pekerjaan untuk menyesuaikan diri yang
sebaik-baiknya demi masa depannya sehingga akan berpengaruh pada masa
depannya(Gunawan,2012:5). Alasan penyelenggaraan layanan informasi adalah
karena siswa membutuhkan informasi yang relevan sebagai bekal dalam menghadapi
berbagai macam dinamika kehidupan secara positif dan rasional, baik sebagai
pelajar maupun anggota masyarakat.
Pemilihan
tentang jenis pekerjaan, jabatan dan karir yang di idam-idamkan oleh seseorang
tidak dapat disangka lagi, mempunyai kaitan erat dengan pendidikan yang harus
diselesaikan dalam rangka mempersiapkan diri dalam rangka memasuki dunia kerja,
jadi dapat dikatakan bahwa ketepatan dalam mengambil keputusan tentang
pendidikan yang akan dijalani memiliki dampak tertentu dalam menentukan arah
pilihan jabatan atau karir setelah menamatkan studinya.
Dari uraian
diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan layanan informasi karier adalah untuk
memberikan informasi yang relevan yang dapat membantu siswa menambah pemahaman
dan pengetahuan tentang pribadi-sosial dan
dunia kerja yang berguna untuk mengenal diri, meningkatkan kegiatan dan
prestasi belajar, serta mengembangkan cita-cita, sehingga mampu merencanakan
masa depannya.
D. Peranan
pemberian layanan imformasi dengan teknik field trip untuk meningkatnya
perencanaan karir siswa
Teknik field trip ialah
cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau
obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu
seperti meninjau pabrik sepatu, bengkel mobil, toko serba ada, peternakan,
perkebunan, lapangan bermain dan sebagainya (Roestiyah, 2001: 85). Berbeda
halnya dengan tamasya di mana seseorang pergi untuk mencari hiburan semata, field trip sebagai teknik belajar
mengajar lebih terikat oleh tujuan dan tugas belajar. Sedangkan menurut Sagala
(2006: 214) teknik field trip ialah
pesiar (ekskursi) yang dilakukan oleh para peserta didik untuk melengkapi
pengalaman belajar tertentu dan merupakan bagian integral dari kurikulum
sekolah. Teknik field trip adalah
salah satu teknik yang bertujuan untuk menambah wawasan siswa (Romlah, 2006:
28)
Dari beberapa pendapat di atas
dapat disimpulkan bahwa teknik field
trip merupakan teknik penyampaian materi pelajaran dengan cara membawa
langsung siswa ke obyek tertentu di luar kelas atau di luar lingkungan sekolah agar
siswa dapat mengamati atau mengalami secara langsung yang bertujuan untuk
belajar.
Model layanan informasi karir dengan
teknk field trip untuk
meningkatkan perencanaan karir siswa yang terdiri dari (a) rasional, (b) visi
dan misi, (c) tujuan, (d) asumsi, (e) target intervensi, (f) komponen model,
(h) kualifikasi guru bimbingan dan konseling (konselor), (g) prosedur
pelaksanaan layanan informasi karir dengan teknik field trip, (i) materi layanan, (j) evaluasi pelaksanaan
layanan.
Model layanan informasi dengan teknik field trip efektif untuk meningkatkan
perencanaan karir pada semua aspek, yaitu: (1) Pengetahuan dan pemahaman diri
sendiri, (2) Pengetahuan dan pemahaman dunia kerja, dan (3) Penalaran yang
realistis akan hubungan pengetahuan dan pemahaman diri sendiri dengan
pengetahuan dan pemahaman dunia kerja(Anisah,2015:9).
Teknik
field trip dianggap peneliti
sebagai salah satu teknik yang efektif digunakan sebagai teknik pembelajaran
khususnya dalam meningkatkan perencanaan karir siswa(Falentini,2013:7).
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Layanan
informasi karir adalah bentuk layanan yang diberikan kepada peserta didik atau
individu yang bertujuan untuk memberi pengetahuan dan pemahaman tentang
berbagai hal yang berguna bagi diri sendiri dan lingkungansebagai bahan
pertimbangan dalam mengambil keputusan. Layanan informasi karir terdapat
beberapa metode yang salah satunya adalah field trip. Field trip yaitu
metode yang menggunakan karyawisata, agar para siswa bebas mengekspresikan isi
hati secara leluasa. Kelebihan dari metode ini adalah (1) field trip memiliki prinsip
pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran, (2)
membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relavan dengan kenyataan dan
kebutuhan masyarakat, (3) Pengajaran serupa ini dapat lebih merangsang kreativitas
siswa, (4) Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual (Djamarah,
2006: 94). teknik field trip merupakan
teknik penyampaian materi pelajaran dengan cara membawa langsung siswa ke obyek
tertentu di luar kelas atau di luar lingkungan sekolah agar siswa dapat
mengamati atau mengalami secara langsung yang bertujuan untuk belajar. Teknik field trip dianggap peneliti sebagai
salah satu teknik yang efektif digunakan sebagai teknik pembelajaran khususnya
dalam meningkatkan perencanaan karir siswa.
B.
Saran
Berdasarkan
kesimpulan yang ditarik dari hasil penulisan, maka dapat diajukan saran sebagai
berikut.
1.
Bagi guru bimbingan dan
konseling, hendaknya menggunakan model layanan informasi dengan teknik field trip dikarenakan model sangat
efektif dalam meningkatkan perencanaan karir siswa
2. Bagi
sekolah, harus memberikan pendidikan dan bimbingan
berkelanjutan kepada siswa untuk merencanakan masa depannya dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Anisa,L.2015.Model
Layanan Informasi Karir dengan Teknik Field
Trip Untuk Meningkatkan Perencanaan Karir Siswa SMK di Kabupaten
Demak. Jurnal Konseling GUSJIGANG Vol. 1 No. 1 Tahun 2015 ISSN
2460-1187.diakses 11november 2015
Falentini,F.Y.,
Taufik,&Mudjiran.2013.Usaha yang
Dilakukan Siswa dalam Menentukan Arah Pilihan Karir dan Hambatan-Hambatan yang
Ditemui. Jurnal Ilmiah Konseling,
Volume 2 Nomor 1 Januari 2013 hlm. 310-316 (http://ejournal.unp.ac.id/index.php/konselor)diakses
11november 2015
Gunawan,Dudi.2012.Model Bimbingan
Pengembangan Karir.Jurnal Penelitian
Pendidikan. Vol.13 No.2 Oktober 2012.diakses 11 november 2015
Winkel, W.S & M. M. S. Hastuti.
2006. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media
Abadi.
Mugiarso, H. 2007. Bimbingan dan
Konseling. Semarang: Unnes Press.
Gibson, R. & M. H. Mitchell.
2010. Bimbingan dan Konseling. Yogyakarka: Pustaka Pelajar
Sukardi, Dewa Ketut. 1987. Bimbingan Karir di
Sekolah-Sekolah. Jakarta: Balai Pustaka
Prayitno dan Erman Amti. 2004. Dasar-Dasar
Bimbingan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2006. Strategi Belajar
Mengajar (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Roestiyah, dkk. 2001. Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta: Rineka Cipta.
Prayitno,1999.Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan Dan
Konseling Di Sekolah Atas(Smu ),Jakarta: Mandiri Abad
Sagala, S. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran.
Bandung: Alfabet.
Romlah,T.2006.Teori
dan Praktik Bimbinngan Kelompok.Malang:Universitas Negeri Malang
Gani,
Ruslan,A.1996.Pengantar Bimbingan Karir:
Jakarta. Rineke
Cipta.
Enung Fatimah.
2006. Psikologi Perkembangan (Perkembangan Peserta
Didik). Bandung : Pustaka Setia bandung
Yusuf.
2009. PsikologiPerkembangan Anak dan
Remaja.Bandung:Rosda
No comments:
Post a Comment