Angket atau kuisioner
Angket
adalah salah satu instrument non tes yang berisi rangkaian pertanyaan atau
pernyataan tertulis yang diberikan kepada responden dan harus dijawab secara
tertulis pula. Dengan menggunakan angket, kita dapat memperoleh data secara
praktis dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang singkat. Angket dapat
mengungkap data yang belum dapat diperoleh melalui observasi. Angket dapat
mengungkap Susana kejiwaan seperti tanggapan, pendapat, persepsi, sikap,
prasangka dan lain sebagainya.
Berdasarkan
bentuk pertanyaan yang terdapat dalam angket, angket dapat dibedakan menjadi
tiga yaitu:
1. Pertanyaan tertutup ( close question)
Pertanyaan tertutup yaitu pertanyaan yang jawabannya
telah disediakan dalam kuisioner tersebut dan responden tinggal memilih jawaban
tersebut. Jadi responden tidak dapat
memberikan jawaban secara bebas atau yag dikehendaki responden tersebut.
2. Pertanyaan terbuka ( open question)
Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang meberikan
kesempatan sebesar- besarnya kepada responden untuk memberikan jawaban terhadap
pertanyaan responden tersebut. Biasanya pertanyaan terbuka digunakan apabila
peneliti ingin melihat opini dari responden.
3. Pertanyaan terbuka dan tertutup ( open and close
question)
Pertanyaan model terbuka dan tertutup adalah
campuran dari dua jenis model pertanyaan diatas. Dalam kuisioner seperti ini
disamping pertanyaan terbuka terdapat juga pertanyaan terttutup
Angket
memiliki beberapa kelebihan disbanding instrument non tes yang lain, antara
lain:
1. Penggunaan angket lebih efisien, baik ditinjau dari
segi waktu, tenaga maupun biaya.
2. Penggunaan angket relative labih cepat.
3. Dapat mengumpulkan data dari banyak responden
sekaligus.
4. Dapat mengungkap imformasi yang bersifat pribadi
yang tidak mungkin disampaikan secara langsung.
5. Dapat dibuat anonym, sehingga responden jujur dan
bebas dalam menjawab pertanyaan.
Adapun
keterbasan dari penggunaan angket antara lain sebagai berikut:
1. Memerlukan kecakapan membaca dan menulis.
2. Tidak dapat menangkap unsur kejiwaan yang ditampilkan
secara fisiologis seperti mimik wajah.
3. Jawaban responden tidak dapat diklarisifikasi dengan
mudah dan cepat.
4. Tidak diketahui suasana responden sewaktu melakukan
pengisian angket.
5. Tidak memperoleh data yang sebenarnya jika pemberian petunjuk pengisian angket
tidak jelas atau tidak dimengerti responden.
Langkah-
langkah menyusun angket.
1. Menentukan variable yang akan diteliti
2. Menentukan definisi variable atau definisi
operasional variable tersebut.
3. Menentukan tujuan dari pembuatan angket.
4. Menjelaskan landasan teori berdasarkan variable yang
dipilih.
5. Menyusun kisi- kisi instrument
aspek
|
Sub
aspek
|
indikator
|
Item
|
Jumlah
item
|
|
positif
|
negatif
|
||||
6. Menyusun item.
No comments:
Post a Comment