Jujur
dalam islam adalah jalan kebajikan (al bir). Jujur adalah suatu perbuatan yang
mencerminkan antara adanya kesesuaian hati, perkataan dan perbuatan. Apa yang
diniatkan dalam hati kita, diucapkan oleh isan kita dan digambarkan oleh perbuatan
kita itulah yang sebenarnya terjadi. Jujur merupakan suatu perintah allah SWT
yang seharusnya menjadi identitas seorang musim sebagaimana firman AllahSWT
dalam surah al baqarah ayat 42 yang arinya:” dan janganlah kamu campur adukkan
kebenaran dengan kebatilan dan ( janganlah) kamu sembunyikan kebenaran sedang
kamu mengetahuinya”. Jujur dalam
islam merupakan suatu kebaikan ( ahlak
mahmudah) sebagaimana hadist rasulullah SAW yang berbunyi: “sesungguhnya
kejujuran menunjukan kepada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan menunjukan
kepada surga, dan sesungguhnya seorang laki- laki benar- benar telah jujur
sehingga dia dicatat disisi Allah sebagai orang jujur. Sesungguhnya kebohongan
itu menunjukan kedzalima, dan sesungguhnya kedzaliman itu menunjukan neraka dan
sesungguhnya seorang laki- laki telah berbuat dusta hingga ia dicatat disisi
Allah sebagai pendusta.
Dalam
islam ada tiga medan utama kejujuran yakni:
1. Jujur dalam niat.
Artinya disini yaitu benar dalam niat dan tujuan.
Ini menuntut keiklasan niat semata- mata karena allah SWT. Janganlah seorang
hamba beribadah karena ingin mendapat pujian, kedudukan, pangkat, dan
pencitraan di masyarakat. Karena itu dapat merusak nilai ibadah kita seperti
api yang membakar kayu. Jadilah seseorang yang jujur karena itu tidak akan
memperlambat tugas kita dalam mentranfer kebaika bagi umat manusia dengan
ikhlas hanya mencari ridho allah SWT.
2. Jujur dalam ucapan
Jujur dalam ucapan menuntut seseorang untuk tidak
berkata dusta dalam bentuk apapun. Rasulullah SAW bersabda yag artinya
berbunyi” katakanlah yang jujur meskipn itu pahit”.
3. Jujur dalam amal.
Jujur dalam amal adalah ada kesesuaian antara
perkataan dengan perbuatan yang kita lakukan.
No comments:
Post a Comment